Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.

Selasa, 25 Februari 2014

MACHINE-DOLL WA KIZUTSUKANAI

- Judul: 機巧少女は傷つかない (Machine-Doll wa Kizutsukanai)
- Judul Alternatif: Unbreakable Machine-Doll;
- Tipe: TV (Oktober 2013)
- Genre: Action; Supernatural; Sci-Fi; Comedy;
- Episode: 12
- Rating: Mild Violence (Animated Blood) and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Demi membalas kematian keluarganya, Akabane Raishin datang ke Inggris dengan membawa serta Yaya, automaton berwujud gadis yang mampu bergerak dan berpikir layaknya manusia. Mereka mendaftar di Walpurgis, sebuah sekolah yang khusus mengajarkan Machinart, yaitu ilmu yang menggabungkan mekanika dan sihir, dengan harapan bisa ikut serta dalam Yakai, ajang pertarungan antara seratus murid peringkat teratas. Namun, setelah melalui tes, Raishin ternyata berada hanya pada peringkat kedua terbawah dari sekitar 12.000 orang murid, maka dia pun harus mencari cara lain untuk bisa mendapatkan undangan berpartisipasi di Yakai, meski itu berarti dengan merebutnya dari murid lain.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Anime ini menulis kisah latarnya dengan baik, dan yang lebih penting, setiap chapter diatur tetap sejalan dengan kisah latar tersebut. Dengan kata lain, ketika Raishin menghadapi kasus-kasus yang lebih kecil, pada saat yang sama perjuangannya di Yakai juga terus meningkat ke level yang lebih tinggi, menjanjikan suatu klimaks yang menegangkan, meski mungkin belum sempat terungkap di serial kali ini. Hebatnya lagi, storytelling di masing-masing chapter pun tidak sampai terabaikan. Misterinya senantiasa disembunyikan dengan pandai, sebelum kemudian diungkapkan dalam tahapan-tahapan yang disusun rapi.
Hanya saja, masih ada beberapa hal mendetil di dalam anime yang menimbulkan pertanyaan. Misalnya, Walpurgis digambarkan sebagai sebuah sekolah, tetapi mengapa seolah tidak ada kegiatan lain yang lebih penting di tempat itu kecuali Yakai? Dan jika Wise Man, hadiah bagi pemenang Yakai, adalah gelar yang memberi kekuasaan yang begitu luas, mengapa harus para murid yang memperebutkannya dan bukan orang-orang yang lebih berpengalaman? Lalu, di satu saat Yaya diperlihatkan mengeluarkan cairan bening sebagai darah ketika terluka, tetapi mengapa di saat lain darahnya justru berwarna merah seperti manusia? Meski tidak akan mengganggu kelancaran cerita, hal-hal kecil seperti ini terkadang bisa terasa aneh.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Animasi CG untuk sudut pandang yang luas dan gerakan yang cepat, lalu animasi 2D untuk sudut yang lebih dekat dan gerakan yang lebih teliti -- dengan kombinasi tersebut, visual anime ini terlihat luar biasa. Adegan-adegan pertarungannya merupakan tontonan yang pantas untuk ditunggu-tunggu. Namun sebaliknya, dalam segi audio, anime ini justru bisa terasa begitu membosankan. Ungkapan-ungkapan klise dan ucapan yang berulang-ulang mengisi banyak bagian dari percakapannya, menjadikan dialog anime ini terdengar seolah berasal dari suatu film murahan.

- Karakter:
Anime ini mempersiapkan latar belakang para tokohnya dengan cermat, tetapi dia tidak melakukan hal serupa pada karakterisasi mereka, terkhusus sang tokoh utama. Raishin digambarkan terlalu mudah marah. Hal ini seharusnya bukan masalah seandainya sejak awal dia memang sudah memiliki sifat pemarah, tetapi ternyata tidak demikian. Pada kenyataannya, di satu detik, dia masih bisa tersenyum ramah, namun di detik berikutnya, dia sudah menggeratkan gigi, bernapas berat, mendadak merasa kesal atas sesuatu. Kelihatannya, ini adalah akibat dari ketidak mampuan anime ini untuk memasukkan Raishin ke dalam cerita di setiap chapter secara tepat. Dia tidak bisa menjawab mengapa Raishin sampai harus membahayakan diri untuk mencampuri kasus-kasus yang bukan masalahnya, maka akhirnya dia cuma bisa memberinya alasan yang paling tidak jelas, yaitu bahwa karena Raishin marah terhadap situasi yang ada. Mengapa dia bahkan marah? Entahlah. Yang penting, dia marah. Titik. .... Kali pertama, hal ini mungkin masih bisa dimaklumi, tetapi setelah kali kedua dan ketiga, alasan sederhana tersebut akan segera terasa begitu konyol.

- Overall Score:
Ceritanya menarik, dipersiapkan dengan cermat, dan diatur secara rapi. Animasinya bagus, menggunakan kombinasi yang mampu menjadikan adegan-adegan aksinya terlihat seru. Namun anehnya, kemungkinan besar anime ini akan tetap membuat anda merasa bosan. Seandainya dia bisa menulis dialog yang lebih efisien, serta menghubungkan antara tokoh-tokoh dan jalan ceritanya dengan lebih hati-hati, anime ini seharusnya mampu menjadi hasil karya yang jauh lebih baik. Nilai 7,5 dari 10 (Boring dialogue)


DVD/Blu-ray:
Volume 1
Volume 2
Volume 3
Volume 4
Volume 5
Volume 6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar