Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Sabtu, 08 Desember 2018

ASOBI ASOBASE

- Judul: あそびあそばせ (Asobi Asobase)
- Judul Alternatif: Workshop of Fun;
- Tipe: TV (Juli 2018)
- Genre: Comedy;
- Episode: 12
- Rating: Mild Violence and Mild Eroticism (Partial Nudity)
- Sinopsis:
Karena penampilan fisiknya, Olivia selalu disangka sebagai murid pindahan dari luar negeri, tetapi bukannya berusaha meluruskan kesalahpahaman tersebut, dia justru menggunakannya untuk membodohi teman sekelasnya, Honda Hanako. Pada saat yang sama, Nomura Kasumi melihat pada Olivia peluang untuk bisa belajar Bahasa Inggris, namun karena dia sesungguhnya cuma berpura-pura menjadi orang asing, Olivia berusaha menghindar dengan meminta syarat agar Kasumi balas mengajarkan bermacam permainan di Jepang. Kasumi pun akhirnya membentuk Asobinin Kenkyuukai, sebuah klub untuk meneliti permainan hanya supaya dia dapat memaksa Olivia mengajarkan Bahasa Inggris, meski kemudian Hanako juga bergabung dan segera mengubah klub itu menjadi sekadar tempat mereka bermain-main setiap hari.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Komedi anime ini menunjukkan kualitas yang paling baik ketika para tokohnya melakukan sesuatu yang bodoh atau bereaksi secara berlebihan terlepas dari bagaimana karakter dasar mereka. Sebaliknya, sesekali dia akan mendadak berubah tidak efektif justru saat anime ini coba mengangkat lelucon yang berdasar pada karakter masing-masing tokohnya. Alasannya bukan karena karakter tokoh-tokoh tersebut tidak lucu, melainkan karena mereka selalu digambarkan dengan kondisi yang terlalu spesifik. Dengan kata lain, bukannya dipersiapkan sebagai dasar atau sarana untuk menyajikan lelucon, para tokoh anime ini seolah didesain khusus untuk menjadi lelucon itu sendiri. Kesulitan Kasumi dalam belajar Bahasa Inggris, misalnya, merupakan sebuah lelucon yang sudah sempurna, maka setiap kali anime ini menggunakan gambaran tersebut pada komedi seputar Kasumi, dia terasa seperti hanya terus mengulang satu lelucon yang sama.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Audio dan visual anime ini mampu menyajikan komedinya dengan baik, terutama untuk lelucon yang berasal dari tingkah laku dan reaksi bodoh para tokohnya. Kombinasi antara animasi yang bagus, voice-acting yang sesuai, serta timing yang tepat saat menampilkan wajah-wajah aneh mereka dapat segera memperlihatkan betapa bodohnya sebagian besar (jika bukan semua) tokoh di anime ini.

- Tokoh/Karakter:
Jika para tokohnya menjadi sumber komedi yang baik justru ketika mereka tidak memperlihatkan karakter mereka yang asli, hal itu jelas mengindikasikan bahwa anime ini memang sejak awal tidak mampu menyiapkan karakter-karakter yang cocok untuk komedi. Seperti yang telah sempat diterangkan di atas, dia menggambarkan karakter para tokohnya dengan terlalu spesifik sehingga mereka terkunci hanya pada satu lelucon, maka setelah kemunculan mereka yang pertama kali, karakter setiap tokoh di anime ini akan segera berubah hampir sepenuhnya tidak lagi efektif. .... Namun, pada sisi positifnya, anime ini selalu menambahkan seorang tokoh baru, lengkap dengan lelucon mereka yang spesifik tadi, di hampir setiap episode. Efektivitas tokoh-tokoh ini tetap tidak pernah bertahan lebih lama dari episode ketika mereka muncul tersebut, tetapi karena dia mampu mengatur agar mereka menyebar dengan rata di sepanjang serial, jika menilai berdasarkan hasil akhirnya, mungkin secara keseluruhan anime ini masih dapat dianggap berhasil menggunakan para tokohnya untuk menghasilkan sebuah serial komedi yang senantiasa menghibur hingga episode terakhir.

- Overall Score:
Anime ini merupakan komedi yang cukup bagus. Dia tidak selalu menunjukkan kualitas tersebut, terutama ketika dia sesekali berusaha menyajikan lelucon-lelucon yang berasal dari karakterisasi sempit para tokohnya, tetapi syukurlah, jumlah momen hambar seperti ini tidak terlalu banyak. Begitu tokoh-tokoh itu mengabaikan karakter mereka dan berubah menjadi hanya sebagai sekumpulan orang bodoh yang berwajah aneh, anime ini pun akan segera kembali memperlihatkan kualitas komedinya yang sesungguhnya. Skor 8 dari 10 (Good comedy)


DVD/Blu-ray:
Volume 1
Volume 2
Volume 3
Volume 4

Goods:
- T-Shirt: Mix Grey (S/M/L/XL)
- Mug Cup

Sabtu, 01 Desember 2018

HAPPY SUGAR LIFE

- Judul: ハッピーシュガーライフ (Happy Sugar Life)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Juli 2018)
- Genre: Horror;
- Episode: 12
- Rating: Strong Violence and Mild Eroticism (Partial Nudity)
- Sinopsis:
Matsuzaka Satou sudah lama mencari cinta sejati, dan dia akhirnya berhasil menemukannya pada seorang gadis kecil bernama Koube Shio. Sejak pertama bertemu pada suatu malam, kehidupan mereka bersama kemudian penuh dengan kebahagiaan dan selalu terasa manis laksana gula. Namun, Satou juga menyadari bahwa, demi melindungi kehidupan tersebut, dia perlu melakukan banyak hal yang sulit. Dia harus mengumpulkan uang agar dapat terus memenuhi kebutuhan mereka berdua. Dan dia mesti siap menyingkirkan semua orang yang mengancam akan memisahkan Shio darinya.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Terdapat suatu daya tarik yang seketika untuk melihat apa yang akan terjadi dengan Satou dan Shio. Selain karena Shio adalah seorang gadis kecil polos yang mampu segera mengundang rasa simpati, kenyataan bahwa Satou sekilas terlihat biasa-biasa saja menjadikan kisah mereka terasa ... dekat. Satou laksana anggota keluarga, teman, atau tetangga yang seseorang kenal, dan kehidupan rahasianya bersama Shio seolah tidak pernah berada terlalu jauh dari lingkungan seseorang, sehingga penonton pun secara alami akan terdorong untuk menyaksikan suatu rahasia gelap yang biasanya tidak bisa disaksikan meski tersembunyi tepat di depan mata mereka. .... Namun, sayangnya, daya tarik tersebut tidak bertahan lama. Setelah anime ini memasukkan lebih banyak tokoh-tokoh bermasalah dengan kehidupan rahasia mereka masing-masing, kisah Satou pun segera kehilangan nilainya sebagai sesuatu yang unik dan tidak lazim. Anime ini berubah menjadi semacam galeri seputar orang-orang yang memiliki konsep miring tentang cinta, dan situasi Satou hanyalah salah satu dari beberapa contohnya. Ada saat-saat ketika dia akan kembali ke jalur yang benar, yaitu tatkala para tokoh yang lebih normal seperti Shouko dan Asahi membawa fokus cerita kembali pada kisah Satou secara khusus dengan bergerak semakin dekat untuk mengungkap rahasianya, tetapi dibandingkan dengan adegan yang menampilkan tokoh-tokoh bermasalah tadi, jumlahnya masih terlalu jarang.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Secara keseluruhan visual di anime ini cukup bagus. Hanya saja, apakah dia seharusnya mampu menyajikan elemen horornya dengan lebih baik? Anime ini tampaknya menggunakan kontras sebagai teknik andalannya. Dia sengaja menampilkan sisi terang dari para tokohnya secara mencolok agar sisi gelap mereka saat muncul kemudian akan langsung mudah terlihat. Tapi, dia bergantung pada teknik ini agak terlalu banyak dan terlalu sering, sehingga efek kejutannya pun dengan cepat berubah tumpul. Ini tentu cuma sebatas hipotesis, namun seandainya dia bisa lebih efisien, mungkin anime ini juga akan mampu menjadikan beberapa momen terasa lebih menyeramkan.

- Tokoh/Karakter:
Seperti yang telah disebutkan, anime ini memasukkan terlalu banyak tokoh-tokoh yang punya masalah dengan cinta. Hal ini tampaknya tidak sepenuhnya dia lakukan dengan asal-asalan. Dia mungkin bermaksud menggunakan mereka sebagai perbandingan atau pembeda, untuk menunjukkan bahwa cinta Satou terhadap Shio merupakan cinta yang murni, tidak sama dengan cinta yang ada pada tokoh-tokoh tersebut. Namun, efek yang dihasilkan ternyata adalah justru sebaliknya. Bukannya menarik garis pembatas yang akan memisahkan mereka secara tegas, metode ini malah membawa Satou lebih dekat ke tokoh-tokoh tersebut. Satou, karena diharuskan bertarung dan bersaing dengan mereka, pada akhirnya lebih cenderung terlihat bagai bergabung dengan tokoh-tokoh itu di atas satu ring yang sama. Tujuan anime ini sendiri sebenarnya tidak keliru, tetapi, sayang sekali, dia mengambil jalan yang salah saat berusaha mencapainya.

- Overall Score:
Anime ini tahu apa yang ingin dia sampaikan, namun tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya dengan benar. Ketika bermaksud memperlihatkan kehidupan Satou dan Shio sebagai sesuatu yang aneh dan asing, dia menggunakan visualisasi dan tokoh-tokoh pembanding secara berlebihan hingga akhirnya justru menyebabkan kehidupan tersebut tidak lagi terasa seaneh dan seasing yang semestinya. Anda masih bisa menemukan beberapa momen yang akan membuat tegang, tetapi potensi horor yang sejati dari anime ini mungkin terlalu rancu untuk dapat segera anda nikmati. Skor 7,5 dari 10 (Muddled horror)


DVD/Blu-ray: