Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Sabtu, 13 Oktober 2018

JUUSHINKI PANDORA

- Judul: 重神機パンドーラ (Juushinki Pandora)
- Judul Alternatif: Last Hope;
- Tipe: TV (April 2018)
- Genre: SciFi; Action;
- Episode: 26
- Rating: Strong Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Ketika Leon Lau berusaha mencari sumber energi alternatif, Reaktor Kuantum yang dia kembangkan di Neo Xianglong mendadak lepas kendali hingga menyelimuti seluruh dunia dengan Medan Evolusi. Dan medan tersebut kemudian mempercepat proses evolusi hewan-hewan untuk seketika menjadi makhluk B.R.A.I yang pada akhirnya mengancam keberadaan umat manusia. Disalahkan dan diusir dari Neo Xianglong, dalam pengasingan Leon berjuang sendiri memikirkan cara agar mereka bisa melawan B.R.A.I, dan setelah 7 tahun berlalu dia akhirnya berhasil menciptakan Hyperdrive, kekuatan baru dan sekaligus harapan terakhir manusia untuk dapat terus bertahan hidup.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Cerita anime ini sebenarnya memiliki plot yang sederhana, yaitu berupa pertarungan antara kebaikan dan keburukan. Karena terus-menerus menggunakan istilah-istilah sains seperti kuantum atau multi-dimensi, sekilas dia mungkin akan terlihat rumit, tetapi ternyata semua istilah tersebut tidak bermakna apa-apa -- kerumitan yang hampa. Hal ini bukan berarti kalau sains di anime ini sepenuhnya adalah bohongan yang dibuat secara asal-asalan. Hanya saja, dari segi cerita, elemen sains tersebut tidak pernah berfungsi lebih daripada sebagai semacam topeng di permukaan, sebuah hiasan yang akan memberi anime ini tema yang khas, dan sekaligus suatu dalih untuk memberi para tokoh dan makhluk-makhluk B.R.A.I. kekuatan super saat mereka kemudian bertarung.
Namun, seolah hendak menebus ceritanya yang ternyata tidak serumit yang dikesankan, storytelling di anime ini tampaknya disusun dengan cukup hati-hati. Proses perkenalan para tokohnya hingga kemudian terlibat di dalam cerita selalu terasa masuk akal, dan meski pada dasarnya dia cuma berupa serangkaian pertarungan, tahapan menuju setiap pertarungan masih diberi sejumlah variasi sehingga satu pertarungan tetap dapat terlihat berbeda dari pertarungan yang lain. Memang, hal ini tidak akan sampai mengubah ceritanya yang sederhana menjadi lebih menarik, tetapi dengan mencegah dirinya dari wujud yang terlalu monoton dan terburu-buru, paling tidak anime ini mampu menyajikan jalan cerita yang nyaman untuk diikuti.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Animasi 2D di anime ini jelas bukan yang terbaik. Dia tidak memperlihatkan banyak masalah, tetapi itu cuma karena anime ini memang sengaja menghilangkan atau menyembunyikan adegan yang seharusnya diberi animasi. Dengan kata lain, sebagai ganti dari animasi yang terang-terangan buruk, anime ini akan sering berisi adegan di mana para tokohnya mendadak berubah posisi, atau adegan yang hanya menampilkan gambar pemandangan ketika mereka semestinya sedang berinteraksi. .... Beruntung, di sisi lain animasi CG selama adegan pertarungan justru sebaliknya sangat bagus. Dan jika mempertimbangkan bahwa inti atau atraksi utama anime ini sesungguhnya terletak pada pertarungan-pertarungan tersebut, barangkali visualnya secara keseluruhan masih bisa dianggap memuaskan.

- Tokoh/Karakter:
Karakter para tokoh di anime ini tampaknya lebih cenderung dibangun berdasarkan suatu bidang keahlian tertentu, misalnya sains pada Leon dan ilmu bela diri pada Queenie. Maka anime ini pun lebih banyak menggunakan tokoh-tokohnya sekadar untuk memperlihatkan bidang keahlian tersebut daripada sebagai bagian dari cerita. Alhasil, reaksi mereka seringkali terlihat tidak alami, seperti bagaimana Leon harus selalu menghubungkan dengan sains apapun yang sedang terjadi. Dan ketika sikap orang-orang di dalam cerita tampak terlalu dibuat-buat, sangat wajar jika anime ini pun akhirnya tidak pernah berhasil menyajikan dengan benar sejumlah adegan penting yang seharusnya sarat dengan nuansa emosional.

- Overall Score:
Jika kegemarannya untuk bicara tentang fisika kuantum membuat anda menyangka anime ini memiliki cerita yang rumit, dia sesungguhnya tidak demikian. Elemen sains di anime ini ternyata tidak ubahnya kekuatan super di tontonan action yang begitu saja ada, dan ceritanya pun sebenarnya hanya berupa serangkaian pertarungan antara tokoh super yang baik dengan tokoh super yang jahat. Namun, sebagai tontonan action, animasi CG yang memuaskan dan jalan cerita yang tidak monoton berarti bahwa dia masih memenuhi batas minimum dari standar kenyamanan penonton. Maka selama anda tidak berharap banyak pada sains yang dia selalu bicarakan, anime ini seharusnya tetap cukup layak untuk dinikmati. Skor 7,5 dari 10 (Easy watching)


DVD/Blu-ray:
BOX Volume 1
BOX Volume 2
BOX Volume 3

Goods:
- Figure: Queenie
- T-Shirt: Queenie Black (S/M/L/XL)

Sabtu, 06 Oktober 2018

OTAKU NI KOI WA MUZUKASHII

- Judul: ヲタクに恋は難しい (Otaku ni Koi wa Muzukashii)
- Judul Alternatif: OtaKoi; WotaKoi: Love is Hard for Otaku;
- Tipe: TV (April 2018)
- Genre: Comedy; Romance;
- Episode: 11
- Rating: Mild Eroticism (Partial Nudity)
- Sinopsis:
Sebagai seorang Fujoshi, kegemarannya pada anime dan manga BL sudah berulang kali menjadi hambatan yang menyebabkan Momose Narumi selalu gagal dalam percintaan. Nasibnya tampak mulai berubah lebih baik setelah dia pindah ke tempat kerja yang baru dan bertemu Nifuji Hirotaka, teman masa kecil yang juga keranjingan bermain game sehingga mampu memahami kondisi khususnya, tetapi Narumi kemudian menyadari bahwa menjalin hubungan cinta dengan sesama otaku pun ternyata punya tantangan dan kerumitan tersendiri.



Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Komedi anime ini ditulis dan disajikan dengan baik, namun barangkali kontennya agak terlalu spesifik untuk bisa dinikmati oleh semua orang. Meski memang masih ada beberapa yang membahas hal umum, misalnya sikap ceroboh Narumi, kebanyakan leluconnya selalu berkisar tentang perilaku, kebiasaan, dan sudut pandang para otaku saat sedang beraktivitas di tengah masyarakat. Maka komedi anime ini pun rasanya hanya dapat dipahami secara menyeluruh oleh penonton yang juga hadir di kedua dunia tersebut sekaligus, yaitu mereka yang bukan hanya mengenal seluk-beluk industri anime, manga, atau game, dan familiar dengan berbagai kebiasaan para otaku, tetapi juga benar-benar berusaha menjalani kehidupan yang (tampak) normal.
Dan demikian pula dengan bagian romance-nya. Meski tetap menampilkan situasi romantis yang sudah lazim, nilai sesungguhnya dari romance di anime ini mungkin masih berada di luar jangkauan pemahaman sebagian besar penonton. Sebab untuk bisa mengerti apa yang istimewa pada romance para otaku sehingga berbeda dari romance lain pada umumnya, penonton sepertinya diharuskan agar terlebih dahulu mengerti kesulitan dan kerumitan yang dihadapi para otaku ketika hendak menjalin hubungan romantis dengan orang lain, apakah itu dengan mengalaminya sendiri ataukah paling tidak dengan mengamatinya secara saksama.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Secara keseluruhan visual anime ini cukup memuaskan. Terdapat satu atau dua adegan yang terasa sangat meragukan, seperti ketika gambar para tokohnya tampak tidak bersesuaian dengan gambar latar, atau saat perspektif garis-garis di gambar latar terlihat menyalahi sudut pandang kamera, tetapi selain itu, anime ini tidak punya masalah yang berarti.

- Tokoh/Karakter:
Meski menggunakan para tokohnya untuk menggambarkan beberapa macam otaku dan memperkenalkan sejumlah genre, anime ini tidak lupa untuk juga memberi mereka kepribadian dasar. Alhasil, masing-masing tokoh tersebut bisa tetap tampil sebagai individu dengan perasaan dan cara berpikir tersendiri, sehingga kisah romantis mereka kemudian pun mampu senantiasa efektif karena serasa dijalankan oleh dua orang manusia yang hidup. Memang, karena sebagian besar tantangan yang mereka hadapi dalam menjalani hubungan romantis berasal dari kondisi khusus mereka sebagai otaku, mungkin hanya sekelompok kecil penonton yang akan berhasil memahami kedalaman maknanya yang sejati, tetapi, bagaimana pun juga, kisah romantis mereka tersebut tetap memiliki kehangatan dan rasa asam-manis yang biasanya dicari-cari pada sebuah romance yang baik.

- Overall Score:
Cinta merupakan suatu hal yang rumit bagi para otaku, dan kerumitan tersebut kemudian melahirkan komedi yang jenaka dan romance yang hangat. Namun, bukankah itu juga berarti bahwa, sebelum bisa mengerti seberapa jenaka dan seberapa hangat komedi-romantis yang dimaksud, seseorang harus terlebih dahulu paham seberapa besar kerumitan tadi sebenarnya? Barangkali ini cuma pendapat pribadi, tetapi tergantung dari apakah anda mengenal dengan baik subkultur otaku atau tidak, kualitas anime ini juga mungkin akan tampak jauh berbeda. Skor 8,5 dari 10 (Good comedy and romance, for those who understand)


DVD/Blu-ray: