Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Sabtu, 16 Februari 2019

RErideD ~TOKIGOE NO DERRIDA~

- Judul: RErideD ~刻越えのデリダ~ (Tokigoe no Derrida)
- Judul Alternatif: Derrida, who leaps through time;
- Tipe: TV (Oktober 2018)
- Genre: SciFi; Action;
- Episode: 12
- Rating: Strong Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Derrida Yvain jatuh tertidur di fasilitas Cryostasis setelah dia nyaris dibunuh karena mengetahui suatu cacat pada software di automaton militer yang diproduksi oleh perusahaannya. Dan ketika dia akhirnya bangun sepuluh tahun kemudian, dunia yang dia kenal sudah hancur karena perang, sementara putri temannya, Mage Bilstein menghilang entah ke mana. Dia pun khawatir, semua masalah yang terjadi saat ini mungkin punya kaitan dengan cacat yang dibiarkan tersembunyi waktu itu, maka demi menyelamatkan dunia dan Mage sekaligus, Derrida berusaha mengubah masa lalu, melanjutkan kembali eksperimen Time Ride yang telah lama dia telantarkan.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Secara garis besar jalan cerita anime ini tampak telah direncanakan dengan baik. Bagian awal ketika Derrida secara kebetulan menemukan suatu fasilitas Cryostasis tua yang juga secara kebetulan salah satu unitnya masih berfungsi memang terasa terlalu dipaksakan, tetapi hubungan Derrida dengan teknologi yang berkaitan dan motivasi yang kemudian mengharuskannya kembali ke masa lalu telah dipikirkan dengan cukup matang, sehingga plot dasarnya seputar perjalanan menembus waktu pun segera terkesan sebagai sesuatu yang mungkin saja terjadi. Dan perencanaan yang baik itu sepertinya juga berlanjut sampai pada storytelling di masing-masing episode. Meski tidak memiliki teka-teki besar yang akan seketika mengundang rasa ingin tahu, dengan mengatur supaya setiap episode berisi satu atau dua kejutan, anime ini tetap mampu menciptakan nuansa ketidakpastian agar ceritanya terlihat laksana sebuah misteri yang senantiasa menarik untuk diikuti. .... Hanya saja, sebagai cerita science-fiction, sisi sains di dalam anime ini ternyata masih kurang memuaskan. Karena masih berupa teori, ide-ide yang dia kemukakan seputar perjalanan waktu tidak bisa dikonfirmasi atau pun disangkal dengan pasti, tetapi korelasi antara beberapa perubahan yang Derrida lakukan di masa lalu dengan konsekuensi dari perubahan tersebut di masa depan secara logika spontan terasa tidak tepat. Entah apakah dia hanya tidak berhasil menyisipkannya dengan pas ke dalam cerita ataukah dia cuma tidak cukup terampil untuk menerangkan apa yang ingin dia terangkan, sains di anime ini lebih cenderung terkesan kacau dan asal-asalan.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Visual anime ini bukan yang paling bagus. Proporsi antara gambar para tokohnya dengan benda-benda di sekitar mereka terkadang tampak tidak seimbang, dan pengaturan posisi mereka saat saling berinteraksi juga seringkali terlihat aneh. Namun, animasinya sendiri secara keseluruhan cukup halus, atau setidaknya masih berada di dalam batas standar yang bisa diterima, maka meski dengan semua masalah yang ada, penonton seharusnya tidak akan menemukan gangguan visual yang signifikan untuk mengalihkan fokus dari cerita anime ini.

- Tokoh/Karakter:
Para tokoh anime ini terlibat di dalam cerita dengan cara yang masuk akal. Serupa dengan Derrida, sebagian dari kisah latar mereka memang terasa dipaksakan, seperti keterangan bahwa Yuri berhasil meyakinkan kedua orangtuanya yang akan mengungsi supaya membiarkan dirinya tetap tinggal di daerah perang, tetapi setiap tokoh selalu punya alasan atau motivasi yang bisa dimengerti untuk kemudian ikut muncul di sekeliling Derrida. Dan sebagai hasilnya, meski tujuan sesungguhnya anime ini adalah sebuah cerita yang luas tentang aplikasi sains demi menyelamatkan dunia, nuansa drama yang lebih kecil dari orang-orang di dalamnya juga tetap senantiasa terlihat jelas.

- Overall Score:
Masalah anime ini yang tampak paling kentara adalah kualitas visualnya yang cenderung rendah. Namun jika ketertarikan anda terletak pada sains yang dia tawarkan seputar perjalanan menembus waktu, anda mungkin akan lebih banyak dibuat kecewa oleh kegagalan anime ini untuk mempresentasikan sains tersebut dengan baik. Teori dasarnya tidak keliru, bahkan dia sebenarnya terdengar sangat pandai dan terkesan telah dirumuskan dengan matang, tetapi sayangnya anime ini tidak pernah mampu mengonversi teori itu menjadi serangkaian pertanyaan yang akan segera mengajak seseorang berpikir. Kecuali anda sendiri yang mendorong diri anda menata ulang kepingan-kepingan sains yang tersebar kacau di dalam cerita, meski drama para tokohnya masih menjanjikan hiburan secara umum, anime ini bukanlah sebuah kisah science-fiction yang memuaskan. Skor 8 dari 10 (Decent drama, untidy science-fiction)


DVD/Blu-ray:
BOX Volume 1
BOX Volume 2

Sabtu, 09 Februari 2019

UCHI NO MAID GA UZASUGIRU!

- Judul: うちのメイドがウザすぎる! (Uchi no Maid ga Uzasugiru!)
- Judul Alternatif: UzaMaid!;
- Tipe: TV (Oktober 2018)
- Genre: Comedy; Drama;
- Episode: 12
- Rating: Mild Eroticism (Partial Nudity)
- Sinopsis:
Sejak pertama kali dia melihatnya, Kamoi Tsubame sudah langsung jatuh cinta pada Takanashi Misha, maka ketika ayah Misha bermaksud mempekerjakan seorang Maid, dia pun bergegas datang melamar. Di sisi lain, tidak ingin kalau ada seorang pun yang mengganggu kenangan bersama mendiang ibunya, Misha sendiri menolak kehadiran Tsubame, tetapi gara-gara mental tangguh dan tubuh kuat hasil latihan Tsubame selama di Angkatan Udara, pada akhirnya Misha tidak pernah berhasil mengusir Maid yang menjengkelkan itu keluar dari rumahnya.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Plot cerita anime ini sederhana namun jelas, sehingga situasi komedinya dapat segera dimengerti oleh siapa saja. Dan karena dia cukup cermat dalam mengelola lelucon-leluconnya, antara yang berasal dari tingkah laku gila Tsubame saat menunjukkan cinta kepada Misha (atau gadis kecil pada umumnya) dengan yang berasal dari strateginya yang tak terduga demi menembus pertahanan Misha, anime ini juga mampu memberi kesan bahwa dia memiliki cukup variasi untuk tidak akan pernah sampai terasa membosankan. .... Namun, sayangnya, entah mengapa belakangan anime ini tiba-tiba kemudian kehilangan kecermatan yang biasa dia tunjukkan tadi. Pada beberapa episode akhir, dia seolah cuma ingin memperlihatkan contoh-contoh seputar minat aneh dari Tsubame dan tokoh-tokoh yang lain, bukan menulisnya sebagai sebuah lelucon di dalam jalan cerita yang sesuai, dan pada episode-episode tersebut, komedi anime ini justru akan terlihat sangat meragukan.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Audio visual di anime ini berhasil menyajikan komedinya dengan baik. Teliti dalam memperlihatkan reaksi wajah Misha, Tsubame, dan bahkan Kumagorou si Ferret terhadap semua hal, animasinya mampu meningkatkan efektivitas setiap lelucon satu level lebih tinggi. Dan baik melalui tsukkomi Misha yang selalu tepat sasaran maupun dari ucapan Tsubame yang seketika menggambarkan karakternya yang unik, voice-acting para tokohnya membantu menjadikan komedi anime ini semakin mudah untuk dipahami.

- Tokoh/Karakter:
Kombinasi antara seseorang yang sampai kapanpun akan terus mengejar dan seseorang yang sampai kapanpun akan terus menghindar bisa menjadi sumber komedi yang baik, namun pertarungan statis mereka yang selalu hanya menampilkan satu pola yang sama sekaligus juga bisa dengan sangat cepat terasa membosankan. Beruntung, anime ini ternyata kemudian sanggup mencegah rasa bosan tersebut, yaitu salah satunya melalui penakaran seimbang terhadap profil kedua tokoh utamanya sehingga situasi statis mereka tadi kurang lebih dapat diterima sebagai status quo yang tidak perlu berubah. Dengan menjadikan Tsubame seorang wanita, ketertarikannya pada gadis-gadis kecil akhirnya lebih cenderung terasa jenaka daripada jika seandainya dia adalah seorang pria, maka dirinya yang tidak pernah berhenti mengejar Misha pun cuma akan tampak seperti seseorang yang berulang kali melakukan hal yang bodoh, bukan seseorang yang memang berusaha mencapai suatu hasil tertentu. Lalu, drama di keluarga Misha membawa emosi dan logika ke dalam hubungan mereka, dan dengan demikian, walaupun kelihatannya tidak memiliki akhir, pertarungan mereka bukan sekadar permainan kejar-kejaran abadi yang tidak punya tujuan atau makna apa-apa.

- Overall Score:
Dengan plot yang sederhana dan jumlah tokoh yang sedikit, anime ini mungkin sekilas memberi kesan akan sebuah tontonan yang monoton. Namun, berkat kecermatan dalam mengatur leluconnya, para tokoh utamanya, dan juga presentasi melalui audio visualnya, dia sebenarnya mampu mengisi dirinya sendiri penuh (atau setidaknya terlihat penuh) dengan variasi yang senantiasa menyegarkan. Meski belakangan dia memang tampak meragukan, secara keseluruhan anime ini masih merupakan gabungan komedi dan drama yang cukup bagus. Skor 8 dari 10 (Mostly satisfying)


DVD/Blu-ray: