Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Sabtu, 23 Juni 2018

KILLING BITES

- Judul: キリングバイツ (Killing Bites)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Januari 2018)
- Genre: Action; Comedy;
- Episode: 12
- Rating: Extreme Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Nomoto Yuuya benar-benar kaget ketika teman-temannya mendadak menculik seorang gadis bernama Uzaki Hitomi di jalan, dan dia bahkan lebih terkejut lagi tatkala gadis itu lalu berubah ganas dan membunuh semua orang selain Yuuya. Rupanya, Hitomi adalah Juujin yang tubuhnya telah direkayasa dengan gen hewan Ratel hingga memiliki kekuatan super, dan Yuuya dibiarkan hidup hanya karena Hitomi membutuhkan sponsor untuk bisa ikut serta di ajang pertarungan antar Juujin, Killing Bites.



Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Secara keseluruhan ceritanya hanya berupa serangkaian pertarungan antar Juujin. Meski anime ini beberapa kali hendak menunjukkan bahwa Killing Bites punya sejumlah aturan, pada akhirnya semua aturan tersebut tidak berarti banyak, dan para Juujin hampir selalu akan langsung bertarung di setiap kesempatan mereka bertemu. Namun, secara terpisah, anime ini ternyata tetap mampu menjadikan latar belakang dari Killing Bites itu sendiri terasa cukup masuk akal. Dan ketika empat konglomerat menggunakannya untuk memperebutkan kekuasaan di antara mereka, Killing Bites pun kemudian memperoleh wujud dan fungsi penting sebagai semacam media atau sarana demi mencapai suatu tujuan, dan dia bukan lagi sekadar sebuah ajang untuk memamerkan aksi-aksi pertarungan hampa. It became fightings that was more than mere fightings. Sekurang-kurangnya, karena senantiasa ada manfaat dan sekaligus konsekuensi yang menunggu di baliknya, kehadiran Killing Bites dan para Juujin akhirnya terkesan perlu dan bahkan mungkin tak terhindarkan.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Tidak ada yang istimewa dengan kualitas animasinya, tetapi keunggulan visual anime ini justru terletak pada koreografi gerakan para tokohnya saat bertarung. Setiap serangan dan reaksi yang mengikutinya tampaknya telah direncanakan dengan cukup matang, maka biarpun sebagian besar pertarungan pada ujungnya akan tiba-tiba ditutup dengan satu jurus pemungkas yang super kuat, secara khusus proses adu jotos (atau dalam hal ini, cakar dan taring) yang tampil sebelum penutup tersebut tetap merupakan tontonan yang menyenangkan untuk dilihat dan diamati dengan saksama.

- Tokoh/Karakter:
Dengan cerita yang tujuan utamanya adalah menampilkan pertarungan sebanyak mungkin, barangkali sudah sewajarnya kalau karakter para tokoh di anime ini terasa dangkal. Kepribadian dasar mereka lebih cenderung dihadirkan sekadar untuk menggambarkan jenis hewan yang mereka wakili daripada untuk menjadikan mereka seorang individu di dalam cerita. Namun, justru oleh alasan itu pula, para tokoh yang sama kemudian tetap memiliki daya tarik tersendiri. Sebab anime ini senantiasa berusaha menyesuaikan setiap tokoh dengan kekuatan hewan mereka masing-masing, perilaku dan jurus-jurus mereka tatkala bertarung pun tidak terkesan asal-asalan, tetapi telah dipersiapkan dengan cukup matang melalui perencanaan yang masuk akal. Dengan kata lain, masih terdapat makna dalam hal mencari tahu hewan apa yang akan muncul berikutnya dan jurus-jurus seperti apa yang akan para tokohnya warisi dari hewan tersebut, dan karena anime ini hampir selalu memperkenalkan tokoh Juujin baru, setiap episode pada dasarnya akan punya sesuatu yang menarik untuk disaksikan.

- Overall Score:
Anime ini tidak punya cerita yang layak ditonton dari awal sampai akhir, tetapi masih terdapat hiburan-hiburan kecil yang akan menjadikan setiap episodenya terasa cukup berisi. Karena selalu berhubungan dengan salah satu atribut hewan, kekuatan para Juujin bukan sekadar jurus asal-asalan, melainkan tampak hampir seperti teknik bertarung unik yang telah dikembangkan dengan hati-hati. Dan gerakan mereka saat bertarung juga direncanakan dengan baik, sehingga aksi-aksi mereka kemudian terkesan seolah penuh taktik dan strategi. Jika anda menyukai genre action yang memperhatikan detail dari setiap pertarungannya, anime ini mungkin saja akan memuaskan anda. Skor 7,5 dari 10 (Visually entertaining)


DVD/Blu-ray:
Volume 1
Volume 2
Volume 3
Volume 4

Goods:
- Game: PS4 / PSVita
- B2 Tapestry
- T-Shirt Ratel Black: S / M / L / XL
- T-Shirt Cheetah Black: S / M / L / XL

Jumat, 15 Juni 2018

KARAKAI JOUZU NO TAKAGI-SAN

- Judul: からかい上手の高木さん (Karakai Jouzu no Takagi-san)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Januari 2018)
- Genre: Comedy; Romance;
- Episode: 12
- Rating: Relatively Safe
- Sinopsis:
Setiap hari Nishikata selalu dipermainkan oleh gadis teman sekelasnya, Takagi. Bagaimana pun kerasnya dia mencoba, dia tidak pernah mampu menghindar, dan bila berusaha membalas, dia justru hanya akan masuk semakin jauh ke dalam perangkap Takagi. Namun, satu hal yang tidak dia mengerti, entah mengapa Takagi berminat menunjukkan keahlian khususnya tersebut hanya kepada Nishikata seorang. Takagi mengaku senang memicu reaksinya yang sangat ekspresif, tetapi Nishikata bertanya-tanya dalam hati jika Takagi sebenarnya diam-diam menyukai dirinya.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Komedi dan romance di anime ini menyatu dengan sempurna. Setiap kali tertawa melihat reaksi Nishikata yang kebingungan saat jatuh ke dalam perangkap Takagi, secara otomatis penonton juga akan merasakan nuansa hangat layaknya sedang menyaksikan dengan langsung sebuah kisah cinta yang polos antara dua orang remaja berjalan. Mungkin kuncinya terletak pada cara bagaimana anime ini menjaga unsur romance-nya agar senantiasa samar namun jelas, dan sebaliknya jelas namun samar. Dia mampu selalu berada pada area tipis di mana romance tersebut hampir bisa dipastikan nyata, tetapi juga tetap menyisakan sedikit kemungkinan bahwa kisah romantis Takagi dan Nishikata sebenarnya hanyalah sugesti yang tercipta dari imajinasi penonton, sehingga penonton pun kemudian akan 'terperangkap' di dalam kondisi mengambang yang ingin memastikan apakah romance di anime ini nyata atau tidak. Alhasil, sambil menikmati komedi yang ada secara normal, pada saat yang sama, tatkala berusaha mencari kepastian dari hubungan Takagi dan Nishikata, penonton akhirnya tanpa sadar akan menghidupkan sendiri nuansa romantis di dalam komedi tersebut. .... Namun, oleh sebab itu pula, pada beberapa momen ketika dia mendadak secara terang-terangan menekankan unsur romance-nya, anime ini justru melakukan hal yang kontraproduktif terhadap tujuan awalnya. Seolah tidak yakin bahwa penonton sanggup memahami nuansa romantis di dalam hubungan Takagi dan Nishikata hanya melalui interaksi sehari-hari mereka, anime ini terkadang akan menjadikan suatu adegan tampak terlalu dramatis. Sayangnya, karena mendadak terkesan seperti disodorkan dengan paksa ke hadapan penonton, nuansa hangat yang sudah sempat muncul pada momen sebelumnya dapat tiba-tiba saja berubah dingin.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Meski komedi di anime ini pada dasarnya berasal dari trik-trik milik Takagi, dia baru akan menjadi nyata setelah Nishikata bereaksi terhadapnya, dan dalam hal ini, bagian visualnya dapat dianggap berperan cukup besar. Baik dari timing kemunculannya yang tepat untuk menyembunyikan maksud Takagi hingga saat-saat terakhir, maupun dari caranya menggambarkan jalan pikiran Nishikata yang memperlihatkan bagaimana dia tidak pernah mampu menduga maksud tersebut, anime ini berhasil menggunakan reaksi Nishikata sebagai tsukkomi yang menutup setiap trik dengan baik.

- Tokoh/Karakter:
Mengapa para tokohnya melakukan apa yang mereka lakukan? Mengapa Takagi selalu mempermainkan Nishikata, dan sebaliknya mengapa Nishikata terus jatuh ke dalam perangkap Takagi? Tidak ada penjelasan mendalam untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan justru hal itu yang menjadikan kedua tokoh utama di anime ini terasa begitu menarik dan sekaligus menggemaskan untuk dilihat. Meski tidak pernah diungkapkan secara gamblang, mereka sebenarnya tak lebih daripada dua orang remaja yang menjadi diri mereka apa adanya, dan sebagaimana menyaksikan suatu keindahan alam yang terjadi secara alami, penonton bisa langsung menikmatinya tanpa perlu banyak berpikir.

- Overall Score:
Anime ini merupakan gabungan komedi dan romance yang sempurna, namun daripada sebuah komedi-romantis, dia mungkin lebih tepat disebut sebagai romance jenis baru yang berasa seperti komedi. Tanpa menyertakan kejadian-kejadian lucu secara khusus sebagaimana komedi pada umumnya, interaksi di antara kedua tokoh utamanya bisa dipastikan selalu penuh dengan suasana romantis, maka dia akan terkesan hanya ingin menampilkan sebuah romance. Ajaibnya, Takagi dan Nishikata justru terlihat jenaka setiap kali mereka sedang 'bermesraan'. Mengecualikan beberapa momen di mana dia sempat kehilangan jati dirinya sendiri, anime ini sangat jauh berbeda dari semua komedi, romance, atau pun komedi-romantis yang pernah anda tonton. Skor 8,5 dari 10 (Interestingly funny, adorably romantic)


DVD/Blu-ray:

Goods:
- Figure: Takagi
- Pureneemo: Takagi
- T-Shirt Takagi White: S / M / L / XL