Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Sabtu, 18 Agustus 2018

COMIC GIRLS

- Judul: こみっくがーるず (Comic Girls)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (April 2018)
- Genre: Comedy; Drama;
- Episode: 12
- Rating: Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Meski memiliki potensi, karena dianggap belum punya cukup pengalaman baik sebagai penulis manga maupun sebagai gadis biasa, Moeta Kaoruko diminta oleh editornya agar pindah ke sebuah asrama khusus bagi gadis-gadis penulis manga. Di satu sisi, semangat para penghuni asrama lainnya dalam menulis manga memang kemudian berhasil mendorong Kaoruko untuk terus berusaha menjadi lebih baik, namun di sisi lain, kerja keras yang ditunjukkan Koizuka Koyume, Irokawa Ruki, dan Katsuki Tsubasa setiap hari justru terkadang hanya membuat Kaoruko bertanya-tanya jika dia bahkan pantas menjadi penulis manga.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Komedinya ditulis dan dipersiapkan dengan baik. Terdapat variasi yang cukup kaya pada topik dari leluconnya, yang kemudian diatur dengan rapi supaya muncul secara bergantian pada saat yang tepat, sehingga anime ini kemungkinan besar tidak akan pernah sampai terasa menjemukan. Namun, satu hal yang mengangkat kualitas komedinya lebih tinggi lagi hingga menjadi istimewa adalah bahwa dia juga mampu menjaga agar komedi tersebut senantiasa berada di dalam tema tentang penulis manga. Dia tidak menggunakan pekerjaan tersebut sekadar sebagai status di latar belakang yang berfungsi untuk mengumpulkan para tokohnya di satu tempat; semua lelucon dan kejadian lucu yang dia sajikan benar-benar terasa cuma bisa dialami oleh sekelompok gadis yang bekerja sebagai penulis manga. Alhasil, bukan hanya jenaka, komedi di anime ini merupakan salah satu yang paling unik.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Anime ini memanfaatkan audio dan visual dengan cermat untuk memaksimalkan efektivitas dari komedinya. Ketika menampilkan lelucon tentang manga hasil karya para tokohnya, cara anime ini memvisualisasikan inti yang menjadikan lelucon tersebut jenaka akan membantu penonton untuk dapat segera memahami maksudnya. Dan pada lelucon tentang topik yang lain, misalnya kepribadian tokoh-tokoh itu sendiri, voice-acting mereka melakukan hal serupa dengan langsung memberi kepribadian setiap tokoh tersebut bentuk dan gambaran yang jelas.

- Tokoh/Karakter:
Termasuk berkat dukungan voice-acting sebagaimana yang disebutkan di atas, perbedaan karakter dari para tokoh di anime ini segera terlihat jelas. Hal ini kemudian menyebabkan kombinasi mereka tampak hidup dan selalu menyenangkan untuk ditonton. Terlebih lagi, bukan hanya karena mereka semua sama-sama menulis manga, anime ini juga mampu membangun hubungan antara tokoh-tokoh tersebut di atas dasar kebutuhan mereka sebagai penulis manga, seperti bagaimana Koyume menggunakan Tsubasa yang menulis Shounen Manga sebagai model ketika dia kesulitan membayangkan tokoh pria untuk Shoujo Manga karyanya. Mereka senantiasa punya alasan alamiah untuk saling berinteraksi dan berbincang, maka interaksi dan perbincangan mereka pun akan selalu terkesan mengalir secara alami.

- Overall Score:
Dengan perencanaan yang baik dan audio visual yang mendukung, anime ini adalah komedi yang bagus. Namun, dia kemudian berhasil menempatkan dirinya masih satu level lebih tinggi di atas anime bergenre komedi lain pada umumnya dengan mampu menjaga agar tema seputar penulis manga senantiasa tetap menjadi bagian dari komedinya tersebut. Singkatnya, anime ini bukan cuma sebuah komedi tentang sekelompok gadis penulis manga, melainkan dia benar-benar sebuah komedi TENTANG sekelompok gadis penulis manga. Dan jika anda ingin tahu apa perbedaannya, sebaiknya anda menonton anime ini. Skor 9,5 dari 10 (Uniquely recommended!)


DVD/Blu-ray:

Goods:
- Nendoroid: Kaoruko
- T-Shirt: Kaoruko White (S/M/L/XL)
- T-Shirt: Ruki Black (S/M/L/XL)

Sabtu, 11 Agustus 2018

A.I.C.O. INCARNATION

- Judul Alternatif: -
- Tipe: Web (Maret 2018)
- Genre: SciFi; Action;
- Episode: 12
- Rating: Mild Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Tachibana Aiko tiba-tiba diberitahu oleh seorang pemuda misterius bernama Kanzaki Yuuya bahwa tubuhnya saat ini bukanlah tubuh yang asli. Demi menyelamatkan dirinya yang nyaris tewas karena kecelakaan dua tahun silam, Aiko ternyata telah menjalani teknik operasi baru dari proyek A.I.C.O. yang memindahkan sementara otaknya ke sebuah tubuh tiruan. Namun, karena suatu kesalahan, operasi tersebut menyebabkan bencana Burst yang kini mengancam seluruh Jepang, dan agar dia bisa menghentikannya, Yuuya ingin sekali lagi membawa Aiko ke ruang operasi di pusat Burst dan memindahkan otaknya kembali ke tubuh yang asli.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Anime ini menyajikan elemen misteri di dalam ceritanya dengan baik. Sejak episode pertama dia bisa langsung mengesankan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan kota tempat tinggal Aiko, dan bahwa ada suatu konspirasi besar yang sedang bekerja di balik kehidupan Aiko yang sekilas terlihat normal, sehingga penonton pun akan spontan terdorong untuk mencari tahu lebih jauh. Dan pada episode-episode selanjutnya, dengan menampilkan Malignant Matter sebagai musuh yang berubah-ubah dan penuh dengan kejutan tak terduga, anime ini juga mampu mempertahankan agar perkembangan ceritanya kemudian senantiasa sulit untuk ditebak. Memang masih terdapat beberapa adegan meragukan yang menyebabkan storytelling-nya terasa kasar dan asal-asalan, terkhusus ketika dia memaksa para tokohnya saling berinteraksi sebagai individu, tetapi hal ini tidak pernah berpengaruh banyak pada misteri di jalan cerita yang utama. Secara garis besar, cerita anime ini seharusnya cukup menarik untuk terus diikuti sampai episode akhir.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Meski tidak memiliki adegan istimewa yang seketika terlihat menakjubkan, dengan animasi yang memperhatikan banyak detail, visual anime ini tetap berada satu level di atas rata-rata. Namun audionya, di sisi lain, sebaliknya justru masih terasa jauh dari memuaskan. Dialog para tokohnya terdengar begitu kaku, seolah mereka hanya langsung membaca dari naskah daripada sedang berbincang tentang sesuatu. Dan tidak berkembang dengan alami mengikuti situasi yang tengah terjadi, aliran percakapan mereka juga terkesan bagai diwajibkan agar selalu menyusuri satu rute yang ketat, seakan rute itu sendiri merupakan inti dari keseluruhan percakapan. Tampak jelas, anime ini menulis dialognya sekadar untuk menyediakan semacam buku manual, sebuah sarana untuk menyampaikan sejumlah informasi kepada penonton. Dia cuma ingin memperkenalkan berbagai istilah teknis atau menyebutkan nama-nama tertentu, dan sama sekali tidak punya minat untuk membantu menciptakan atmosfer di dalam cerita atau pun untuk membangun karakter para tokohnya.

- Tokoh/Karakter:
Para tokoh di anime ini laksana robot-robot yang tak berjiwa. Selain karena dialog yang menjadikan mereka tampak seperti tidak bisa mengucapkan apapun kecuali kalimat-kalimat yang telah terlebih dahulu diprogram ke dalam software mereka, sebagaimana yang sudah sempat disebutkan di atas, reaksi mereka juga terasa sangat tidak alami justru pada adegan-adegan ketika mereka seharusnya menunjukkan kepribadian mereka sebagai seorang individu. Ini bukan berarti bahwa dia tidak berusaha memberi mereka karakter dasar. Hanya saja, ada terlalu banyak 'abnormalitas' yang mengelilingi dan mengacaukan mereka sehingga karakterisasi itu pada akhirnya tidak berarti apa-apa. Alhasil, karena tokoh-tokohnya ternyata adalah sekumpulan robot yang tidak memiliki emosi, dilema moral yang hendak anime ini pertanyakan kepada penonton di dalam cerita kemudian tidak punya nilai emosional, dan dengan demikian, dilema tersebut pun tidak pernah mampu menjadi se-dilematik seperti yang semestinya. Dia mungkin masih bisa mengajak penonton untuk memperdebatkan topiknya secara ilmiah, tetapi tidak untuk sampai mendesak setiap orang agar memikirkan posisi moral mereka masing-masing.

- Overall Score:
Anime ini mampu menulis cerita misterius yang cukup menarik untuk diikuti sampai akhir. Namun sayangnya, dia tidak menunjukkan kemampuan serupa dalam hal penulisan para tokohnya. Dengan dialog dan perilaku yang kaku bagaikan robot, anda akan segera menyadari kalau tokoh-tokoh tersebut bukan perwakilan yang tepat dari sekelompok manusia yang seharusnya memiliki emosi. Hal ini tidak mengubah kenyataan bahwa dia tetap berhasil menyajikan cerita yang bagus, tetapi jika mencari sesuatu yang lebih mendalam, anda mungkin akan mendapati cerita anime ini cenderung miskin akan makna. Skor 7,5 dari 10 (Poorly presented characters)


DVD/Blu-ray:
-