Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 17 November 2017

NANAMARU SANBATSU

- Judul: ナナマル サンバツ (Nanamaru Sanbatsu)
- Judul Alternatif: Nana Maru San Batsu; Fastest Finger First;
- Tipe: TV (Juli 2017)
- Genre: Action; Comedy;
- Episode: 12
- Rating: Relatively Safe
- Sinopsis:
Meski awalnya Koshiyama Shiki tidak pernah berminat mengikuti kegiatan apapun dan lebih senang menghabiskan waktu hanya dengan membaca buku,  dia perlahan mulai tertarik pada permainan Cepat Tepat ketika dia menjadi peserta di sebuah demonstrasi dan berhasil menjawab pertanyaan yang sulit. Dan setelah bergabung ke Kelompok Penelitian Cepat Tepat di sekolahnya, dia kemudian juga merasakan persaingan sengit dengan sekolah-sekolah lain, dan Shiki pun akhirnya menemukan sebuah aktivitas menyenangkan yang sekaligus akan menguji semua pengetahuan yang selama ini dia kumpulkan dari buku.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Karena mampu menghadirkan nuansa persaingan dalam hal menekan tombol paling awal, anime ini masih bisa dikatakan berhasil menjadikan permainan Cepat Tepat terasa menegangkan. Namun sayangnya, hal ini tidak secara otomatis berarti bahwa anime ini juga menarik untuk disaksikan. Pertama, kisah pribadi para tokoh di balik persaingan tersebut terlalu lemah. Tanpa ada alasan khusus kecuali bahwa mereka sangat menyukai bermain Cepat Tepat, penonton pun kemudian tidak akan terdorong untuk mendukung siapapun, sebab setiap kemenangan atau kekalahan mereka pun menjadi seolah sama sekali tidak penting. Kedua, anime ini gagal menampilkan permainan Cepat Tepat itu sendiri tampak sebagai sesuatu yang menyenangkan. Ya, rasa tegang tadi memang selalu ada, tetapi pada akhirnya permainan tersebut bukan tentang suatu teknik yang pandai atau strategi yang cerdik, melainkan hanya tentang seberapa luas pengetahuan seseorang. Dengan kata lain, kecuali bagi sebagian orang yang merasa bangga dan ingin menguji pengetahuan mereka, kebanyakan penonton tidak akan bisa segera melihat apa yang begitu hebat dari seorang pemuda yang mengetahui judul novel Dazai Osamu. Permainan ini butuh bumbu dramatisasi yang kental untuk dapat membawa penonton larut di dalamnya, terutama jika dia juga tidak disertai suatu cerita yang memesona, maka ketika anime ini kemudian justru menyajikannya dalam wujud yang polos dan sederhana, dia pun tampak cuma laksana sebuah galeri pertanyaan dan jawaban yang berisi sejumlah informasi tidak berguna.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Satu masalah paling jelas di anime ini adalah pada voice-acting tokoh Fukami Mari. Seolah hanya sedang membaca naskah dan bukan berusaha untuk berakting, suaranya terdengar begitu datar dan tanpa emosi, bahkan ketika dia seharusnya tengah menjalani permainan yang menegangkan. .... Namun, in fairness, dia juga tidak teramat buruk hingga mencapai level yang mengganggu. Meski butuh waktu yang agak lama, bukan mustahil bahwa penonton akan terbiasa dan akhirnya menerima suaranya yang 'keliru' tersebut.

- Tokoh/Karakter:
Selain latar belakang yang terlalu lemah, para tokohnya juga tidak punya karakter yang jelas, sehingga mereka semua hanya dapat digambarkan sama sebagai sekelompok penggemar permainan Cepat Tepat. Meski sebenarnya beberapa tokoh masih memiliki bidang keahlian tertentu, seperti literatur pada Shiki atau bahasa pada Mari, karena pertanyaan-pertanyaan yang muncul di dalam permainan sangat acak dan tidak terbatas, hal itu tetap belum cukup untuk menjadi pembeda. Begitu pertanyaan diajukan, sekali lagi, mereka semua hanyalah orang-orang yang sedang memainkan permainan favorit mereka. Tampaknya, tujuan anime ini benar-benar cuma sebatas mengajarkan kepada penonton berbagai hal seputar Cepat Tepat -- aturan-aturan, jenis-jenis pertanyaan, dan seterusnya -- maka para tokohnya pun bukan dimaksudkan untuk memberi elemen manusia ke dalam permainan tersebut. Persis layaknya nama-nama hampa yang hadir di dalam buku pelajaran sekolah, mereka tidak pernah berarti lebih daripada semacam dalih agar anime ini bisa menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.

- Overall Score:
Meski anime ini terus berusaha menunjukkan bahwa Cepat Tepat merupakan permainan yang menyenangkan, dia tidak pernah memberi bukti yang mendukung hal tersebut. Bukan berarti Cepat Tepat mustahil bisa terasa menyenangkan, tetapi sebagai cerita tentang orang-orang yang begitu menikmatinya, dia tidak mampu mengantarkan siapapun untuk ikut merasakan kenikmatan serupa. Namun, barangkali nilai akhir anime ini bergantung kepada pendapat anda sendiri terhadap permainan Cepat Tepat. Secara objektif, dia hanya memperoleh skor 6,5 dari 10, tetapi jika sejak awal anda memang sudah lebih dahulu menyukai permainan tersebut, bukan sekadar menyenangkan, anime ini bahkan bisa jadi akan terasa sangat bermanfaat. (Unexciting story, insubstantial characters)


DVD/Blu-ray:
Volume 1
Volume 2
Volume 3
Volume 4
Volume 5
Volume 6

Jumat, 10 November 2017

YOUKOSO JITSURYOKU SHIJOU SHUGI NO KYOUSHITSU E

- Judul: ようこそ実力至上主義の教室へ (Youkoso Jitsuryoku Shijou Shugi no Kyoushitsu e)
- Judul Alternatif: YouJitsu; Classroom of the Elite;
- Tipe: TV (Juli 2017)
- Genre: Romance(?); Mystery(?);
- Episode: 12
- Rating: Mild Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Para murid yang bersekolah di Tokyo-to Koudo Ikusei Koutou Gakkou dijamin akan memperoleh pekerjaan atau dapat melanjutkan ke tingkat berikutnya saat mereka lulus nanti. Bukan hanya itu, mereka juga akan diberi seratus ribu poin setiap bulan yang kemudian dapat digunakan untuk membeli apapun. Namun, rupanya jumlah poin tersebut bisa berkurang sesuai dengan perilaku dan prestasi para murid di setiap kelas, maka Ayanokouji Kiyotaka dan teman-teman sekelasnya pun memulai perjuangan panjang untuk menjaga agar selalu tersisa sedikit poin bagi kelas mereka.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Bagaimana seandainya uang jajan para murid ditetapkan berdasarkan prestasi mereka di sekolah? .... Pertanyaan yang mungkin cukup menarik, tetapi pada akhirnya, dia tidak membahas sesuatu yang penting, bukan? Setidaknya, dia tidak cukup penting untuk dipikirkan secara serius. Sebab, bagaimana pun juga, uang jajan tetap hanyalah uang jajan. Para murid tersebut memang tidak bisa mendapatkan semua yang mereka inginkan, namun itu bukan berarti mereka tidak akan mampu hidup tanpanya. Maka ketika dia bersikeras menunjukkan situasi yang ketat layaknya sebuah penjara, bahwa pihak sekolah yang menerapkan S-System seolah begitu kejam dan para murid seakan sangat menderita karenanya, cerita anime ini pun segera terasa terlalu dibesar-besarkan. Dia hanya ingin berusaha terlihat lebih serius, meski sebenarnya dia tidak lebih daripada kisah tentang hubungan antara Ayanokouji dengan para gadis di sekolahnya. Ya, sistem sekolah yang menjadi setting cerita tampaknya cuma dalih agar Ayanokouji bisa berinteraksi dengan mereka, sehingga tidak mengherankan bahwa anime ini sengaja membiarkan sistem tersebut tetap samar agar dia dapat mengubahnya kemudian walaupun harus menghasilkan aturan-aturan aneh. Pada bagian cerita Horikita, misalnya, coba bayangkan betapa sulitnya seseorang memperkenalkan diri jika terdapat aturan bahwa sekolah akan mengganti nama kelas setiap bulan. "Kamu dari kelas mana?" "Bulan lalu saya kelas 1-D. Sekarang saya kelas 1-C. Mudah-mudahan, bulan depan saya kelas 1-B atau 1-A". Peraturan ini seolah dibuat hanya supaya Horikita punya tujuan untuk dikejar, dan selanjutnya agar Ayanokouji dapat membantunya mengejar tujuan tersebut. Lalu, bagaimana dengan kisah tentang hubungan Ayanokouji dengan para gadis itu sendiri? Supaya penjelasannya tidak menjadi terlalu panjang, cukup disebutkan bahwa dia laksana sebuah game romance adventure, di mana para gadis tidak bisa menghindar dari melibatkan Ayanokouji ke dalam masalah mereka dan Ayanokouji tidak punya pilihan selain memecahkan masalah tersebut untuk mereka. Sesekali anime ini mungkin akan menyertakan kejutan-kejutan yang membuatnya terkesan seperti sebuah misteri yang pandai, namun jika dilihat dari sudut pandang yang luas, misteri-misteri itu juga terasa dipaksakan terjadi hanya agar Ayanokouji kemudian bisa menjadi pahlawan.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Audio di anime ini cukup bagus, terutama dalam menjadikan ceritanya terkesan misterius. Terlepas dari fakta bahwa anime ini ternyata tidak se-misterius seperti yang dia kesankan tersebut, mempertimbangkan hasil akhir yang hendak dia capai, voice-acting dan musik latarnya harus tetap dianggap telah berhasil menciptakan nuansa misteri itu sendiri.

- Tokoh/Karakter:
Yang pasti, setiap tokoh penting di anime ini dimaksudkan untuk memiliki suatu rahasia. Namun, dia ternyata tidak bisa mengelola rahasia-rahasia tersebut dengan baik, sehingga karakter mereka akhirnya tampak tidak konsisten dan bahkan cukup membingungkan. Horikita mengaku tidak peduli dengan siapapun selain dirinya sendiri, tetapi pada kenyataannya dia tidak pernah tinggal diam untuk membantu teman-temannya yang sedang kesulitan. Di satu saat Ayanokouji bersikap seperti seorang pragmatis yang lebih memilih untuk menghindar sejauh mungkin dari masalah yang tidak perlu, tetapi di saat berikutnya dia justru akan mengambil inisiatif dan dengan heroik langsung melibatkan diri ke dalam masalah orang lain. Jika anime ini hendak mengatakan bahwa semua inkonsistensi ini disebabkan oleh rahasia mereka tadi, kesalahannya kemudian terletak pada ketidakmampuan untuk menunjukkan secara jelas hubungan sebab-akibat di antara keduanya. Dia seolah tidak tahu bagaimana sebaiknya mengungkap rahasia itu, maka yang dia lakukan hanyalah menjanjikan bahwa memang terdapat suatu rahasia -- entah relevan atau tidak -- lalu segera menyembunyikannya lagi jauh-jauh. Mungkin, suatu saat nanti ketika semuanya sudah terungkap, lubang-lubang pada karakter para tokohnya akan terisi dan mereka pun akan menjadi lengkap, namun sebelum saat itu tiba, pada serial ini rahasia mereka terasa cuma seperti hiasan di permukaan agar anime ini kemudian, sekali lagi, terlihat lebih serius dari yang sesungguhnya.

- Overall Score:
Anime ini tidak seperti yang terlihat di permukaan, tetapi sayangnya, bukan dalam makna yang positif. Meski dia berusaha menampilkan setting yang menegangkan dan tokoh-tokoh yang penuh rahasia, sebenarnya anime ini tidak pernah lebih daripada sebuah cerita tentang hubungan antara seorang pemuda dan beberapa orang gadis. Berkat audio visual yang mendukung, anda tetap bisa membiarkan diri anda larut di dalam suasana misterius yang dia ciptakan, namun sebaiknya jangan berharap menemukan misteri sejati atau apapun yang pantas untuk disaksikan secara serius. Skor 7 dari 10 (Pretentious)


DVD/Blu-ray:

Goods:
- Figure: Suzune / Honami
- T-Shirt Kushida Black: S / M / L / XL
- CD Music: Soundtrack / OP Theme / ED Theme