Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 18 Mei 2018

POPUTE PIPIKKU

- Judul: ポプテピピック (Popute Pipikku)
- Judul Alternatif: Pop Team Epic;
- Tipe: TV (Januari 2018)
- Genre: Comedy;
- Episode: 12
- Rating: Mild Violence
- Sinopsis:
Kumpulan sketsa seputar dua orang gadis bernama Popuko dan Pipimi.











Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Karena dimaksudkan sebagai kumpulan sketsa pendek, mungkin memang sudah sewajarnya jika komedi di anime ini kemudian memiliki wujud yang benar-benar bebas. Dia tidak punya bentuk yang tetap, bervariasi mulai dari berupa parodi hingga berupa slapsticks yang konyol. Dia juga tidak terbatas pada tema tertentu, dapat membahas game dan anime populer atau bahkan perilaku sosial secara umum. Namun, satu hal yang berpotensi menjadi masalah adalah bahwa setiap sketsa dibuat oleh kreator yang berbeda. Dan meski kualitas lelucon pada masing-masing sketsa kurang lebih selalu sama, cara para kreator tersebut saat menyajikannya ternyata tidak demikian. Alhasil, bukan lagi sebagai kumpulan sketsa pendek, anime ini akhirnya terasa lebih mirip seperti gabungan karya-karya dari empat sampai lima kreator yang dicampur menjadi satu serial. Dengan kata lain, nilai anime ini tidak lagi terletak hanya pada leluconnya sendiri, tetapi justru bergantung pada nilai tiap-tiap kreator tersebut di mata penonton. Semakin banyak atau sedikit kreator yang karyanya bisa penonton nikmati akan sangat menentukan apakah anime ini dapat menjadi sebuah komedi yang menghibur ataukah malah sebaliknya.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Masih berusaha mempertahankan wujudnya yang bebas, anime ini memberi kebebasan yang cukup luas bagi para Seiyuu untuk berimprovisasi ketika sedang berakting. Sayangnya, karena kemampuan melucu dari setiap orang secara alami berbeda-beda, hal ini kemudian berarti bahwa kualitas komedi pada setiap episode, atau bahkan pada setiap setengah episodenya pun akan berfluktuasi. Sebagian Seiyuu memang laksana komedian sejati yang tidak hanya tahu bagaimana cara menyajikan komedi dengan baik, tetapi juga mampu membuat suatu adegan terasa semakin jenaka dengan tambahan komentar pendek di saat yang tepat. Sedangkan sebagian yang lain, pada kenyataannya, belum bisa menunjukkan kemampuan yang serupa.

- Tokoh/Karakter:
Sulit menjelaskannya dengan kata-kata, namun ada sesuatu pada desain Popuko dan Pipimi yang akhirnya memungkinkan anime ini untuk menyajikan komedi yang beragam tanpa harus menjadi berantakan. Ya, dia memang bergerak bebas, tetapi pada saat yang sama, dia juga masih senantiasa terpusat pada titik tertentu, yaitu Popuko dan Pipimi. Barangkali, sebagai dua orang gadis SMP, penonton kemudian tanpa sadar mengizinkan mereka berbuat apa saja. Mereka berada pada daerah abu-abu di antara usia yang 'terlalu muda untuk hal-hal semacam itu' dan usia yang 'seharusnya bisa berpikir lebih bijaksana', sehingga penonton pun tidak tahu pasti bagaimana mesti menyikapi perilaku mereka yang tampak berubah-ubah secara drastis. Atau, barangkali karena wujud Popuko dan Pipimi sendiri adalah bagian dari komedi anime ini. Mereka merupakan parodi untuk menyindir industri manga dan anime yang sudah terlalu sering menampilkan gadis-gadis pada masa usia sekolah, dan satu-satunya tipe tokoh yang sesuai tampil di jenis komedi apapun adalah tokoh-tokoh yang secara otomatis akan menjadi komedi tersendiri setiap kali mereka muncul. .... Entahlah. Mungkin pengetahuan di dalam benak yang menulis review ini masih terlalu dangkal untuk bisa menangkap apa yang istimewa pada Popuko dan Pipimi. Tapi yang jelas, jika desain mereka adalah sesuatu yang lain, bukannya terasa beragam, komedi di anime ini akan lebih cenderung terlihat seperti kekacauan.

- Overall Score:
ExperiMENTAL ... adalah mungkin kata yang paling tepat untuk menggambarkan anime ini. Seolah ingin terus mencoba-coba, dia akan mengganti Seiyuu di setiap setengah episode, menggunakan cara penyajian yang berbeda untuk masing-masing sketsa, dan bahkan merotasi jenis komedinya dari adegan ke adegan. Oleh karena itu pula, meski review ini memberinya 7,5 dari 10, rasanya anime ini tidak akan cukup diwakili hanya dengan satu skor. Ada begitu banyak variabel yang terus berubah, maka anda harus menonton dan merasakan sendiri pasangan variabel mana yang berhasil dan pasangan mana yang tidak. (... Indefinable)


DVD/Blu-ray:
Volume 1
Volume 2
Volume 3

Goods:
- Nendoroid: Popuko / Pipimi
- CD Music: Soundtrack / OP Theme

Tidak ada komentar:

Posting Komentar