Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 16 Maret 2018

BOKU NO KANOJO GA MAJIME SUGIRU SHOBICCHI NA KEN

- Judul: 僕の彼女がマジメ過ぎる処女ビッチな件 (Boku no Kanojo ga Majime sugiru Shobicchi na Ken)
- Judul Alternatif: My Girlfriend is Shobitch;
- Tipe: TV (Oktober 2017)
- Genre: Comedy; Romance;
- Episode: 10
- Rating: Strong Eroticism (Frequent Nudity)
- Sinopsis:
Berpostur menawan, pandai dalam semua pelajaran, dan terampil saat berolahraga -- Shinozaki Haruka sungguh bahagia karena Kousaka Akiho yang sempurna langsung bersedia menjadi pacarnya. Namun, Haruka juga tidak pernah menyangka bahwa di balik semua kelebihannya tadi, Akiho ternyata memiliki cara berpikir yang aneh. Baginya, suatu hubungan romantis seharusnya penuh berisi hal-hal erotis, maka ketika dia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi seorang kekasih yang baik, Akiho akhirnya selalu salah memahami maksud Haruka yang tulus.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Menyebut anime ini sebuah komedi-romantis mungkin keliru. Meski dia memang berusaha menyajikan kedua genre tersebut sekaligus, ternyata bagian komedi di anime ini menafikan bagian romance-nya. Kandungan erotisisme pada sebagian besar lelucon ditampilkan terlalu ekstrim, sehingga kecuali anime ini sepenuhnya berhenti sebagai komedi, tidak tersisa lagi tempat bagi suatu kisah romantis untuk dapat berkembang. Dengan kata lain, rasanya sulit untuk  bisa percaya bahwa Akiho dan Haruka tiba-tiba mampu merasakan momen romantis hanya dengan berjalan bersama di bahwa satu payung jika sebelumnya Akiho akan langsung berpikir erotis untuk hal-hal yang jauh lebih sederhana.
Untuk komedinya sendiri, kualitas anime ini agak fluktuatif. Tema utamanya adalah tentang erotisisme yang tak terduga, maka efektivitas setiap lelucon bergantung pada seberapa jauh anime ini mampu menjaga agar pikiran erotis para tokohnya tetap tak terduga. Dan sayangnya, meski sesekali dia masih berhasil membuat kejutan dan spontan mengundang tawa, dengan pola yang selalu sama dan proses build-up yang terlalu kentara, lebih sering komedi di anime ini sangat mudah ditebak.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Animasinya sangat kasar, dan gambar para tokohnya begitu buruk hingga penampilan mereka dapat berubah dari satu adegan ke adegan berikutnya. Namun, dalam hal menyajikan komedi, visual anime ini secara keseluruhan mungkin masih dapat dianggap sudah melaksanakan tugasnya dengan cukup baik, terutama setelah dia juga dibantu oleh voice-acting setiap tokoh yang akan mengucapkan punch line pada saat yang paling tepat.

- Tokoh/Karakter:
Agar komedi seputar erotisisme yang tak terduga bisa terus efektif, dan bukan sebatas menjadi tontonan mesum, lelucon-leluconnya harus senantiasa memberi kesan seolah erotisisme tersebut terjadi tanpa disengaja. Dalam hal ini, kemampuan penulisan karakter tokoh yang dipraktekkan oleh anime ini tidak konsisten, yang akhirnya juga ikut menyebabkan kualitas komedinya kemudian fluktuatif. Terkadang dia menunjukkan kreativitas yang cukup tinggi, seperti pada tokoh Akiho yang sejak awal memiliki konsep dasar yang ganjil tentang menjadi kekasih yang baik, atau Rina yang selalu menggambarkan hal-hal umum dengan cara yang aneh hingga akan langsung memicu kesalahpahaman. Erotisisme mereka tidak cuma terkesan seolah muncul secara alami, tetapi juga memiliki wujud berbeda sehingga lelucon-lelucon yang mereka hasilkan pun akan terasa bervariasi. Namun, terkadang juga anime ini justru hanya menulis karakter para tokohnya dengan asal-asalan. Tanpa latar belakang dan alasan jelas, tokoh-tokoh semisal Shizuku dan Kanata akan tiba-tiba mengucapkan sesuatu yang erotis, maka pada lelucon-lelucon yang menampilkan mereka, anime ini malah terlihat cuma memaksa ingin menjadi suatu tontonan mesum yang murahan daripada sedang berusaha menyajikan sebuah komedi.

- Overall Score:
Jika harus disimpulkan, sumber dari semua masalah di anime ini adalah erotisisme. Menggunakannya sebagai bahan komedi bukan hal yang salah, tetapi ternyata anime ini kemudian menaikkan levelnya terlalu tinggi dengan terlalu gampang, sehingga nuansa romantis dalam hubungan Haruka dan Akiho sama sekali tidak terasa, dan komedinya pun lebih sering cenderung mudah ditebak. Beruntung, ketika bermaksud membangun komedi tersebut, anime ini berhasil menyiapkan beberapa karakter tokoh yang sesuai sebagai fondasinya. Meski secara keseluruhan dia memang butuh banyak perbaikan, sesekali, pada bagian-bagian tertentu, anime ini seharusnya masih sanggup membuat anda tertawa. Skor 6 dari 10 (Unpolished comedy)


DVD/Blu-ray:

Goods:
- CD Music: OP Theme / ED Theme

Tidak ada komentar:

Posting Komentar