Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 02 Februari 2018

KONOHANA KITAN

- Judul: このはな綺譚 (Konohana Kitan)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Oktober 2017)
- Genre: Drama; Comedy; Supernatural;
- Episode: 12
- Rating: Mild Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Agar dia dapat belajar dari gadis-gadis rubah semacam dirinya, Yuzu dititipkan bekerja di Konohana-tei, yaitu sebuah penginapan yang menjadi tempat persinggahan bagi para Dewa dan makhluk-makhluk supernatural lainnya dalam perjalanan menuju atau kembali dari dunia manusia. Setiap hari dia selalu sibuk melayani para tamu yang terus datang silih berganti, namun syukurlah, berkat dukungan rekan-rekannya, Yuzu akhirnya tetap bisa menikmati kehidupan yang menyenangkan dan sekaligus mengumpulkan banyak pelajaran berharga selama berada di Konohana-tei.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Kegiatan sehari-hari Yuzu dan rekan-rekannya di Konohana-tei tidak menjanjikan banyak kejadian menarik. Pekerjaan mereka hanyalah tugas-tugas biasa seperti di suatu penginapan pada umumnya. Atau dengan kata lain, meski dijalankan oleh gadis-gadis rubah, tidak ada yang segera terkesan unik dengan Konohana-tei. Dan demikian pula dengan alam mereka, yang terlihat sangat normal walaupun dihuni oleh makhluk-makhluk supernatural, sehingga penonton tidak pernah bisa merasa sedang berada di sebuah dunia khusus yang seharusnya terletak di antara Bumi dan Langit. Ini bukan berarti bahwa sama sekali tidak ada keajaiban yang muncul di dalam ceritanya. Hanya saja, anime ini ternyata selalu lebih mengutamakan drama para tokohnya dan justru mengesampingkan hal-hal ajaib yang mereka miliki layaknya suatu peristiwa alami yang sudah lazim. Jika ada seorang Dewa yang datang berkunjung, misalnya, anime ini akan lebih berkonsentrasi pada nama sang Dewa daripada kenyataan bahwa dia adalah seorang Dewa, maka Dewa itu pun akhirnya tidak tampak istimewa dan cuma menjadi salah satu dari sekian banyak tamu di Konohana-tei. Dia memang sesekali tetap mampu menyisipkan komedi untuk mencegahnya dari menjadi terlalu datar, namun secara keseluruhan, jalan cerita di anime ini masih cenderung terasa kosong.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Meski sebenarnya cukup bagus, karena sifat ceritanya yang damai tanpa banyak aksi, animasi di anime ini tidak pernah berhasil mencapai potensinya yang paling tinggi. Maka, daripada hanya terpaku pada animasi, mungkin merupakan tindakan yang tepat bahwa anime ini kemudian lebih sering menggunakan bagian visualnya untuk menampilkan serangkaian pemandangan indah. Dalam hal mendukung cerita, pemandangan-pemandangan tersebut memang tidak terlalu bermanfaat, tetapi dari segi hiburan bagi mata penonton, mereka akan menjadikan setiap episode di anime ini senantiasa menyenangkan untuk dilihat.

- Tokoh/Karakter:
Sebab cerita anime ini lebih banyak berkisar pada drama para tokohnya, tingkat kualitasnya pun kemudian sebagian besar ditentukan oleh kualitas dari masing-masing tokoh tersebut. Dan sayangnya, serupa dengan kegiatan mereka di Konohana-tei, Yuzu dan rekan-rekannya tidak punya keunikan apapun yang terasa menarik, baik dari segi kepribadian maupun dari segi kisah latar mereka, apakah secara perorangan atau pun sebagai kombinasi dalam sebuah kelompok. Karakter mereka yang begitu generik akan segera tenggelam dan terlupakan di antara tokoh-tokoh anime pada umumnya, dan, sekali lagi, kenyataan bahwa mereka adalah gadis-gadis rubah nyaris sama sekali tidak berarti kecuali sebagai sedikit variasi dari jenis kisah drama mereka yang sudah terlalu sering diceritakan. .... Namun, beruntung, ketika para tokoh utamanya agak membosankan, tokoh-tokoh tambahan berupa para tamu yang datang ke Konohana-tei adalah justru sebaliknya. Ya, anime ini memang masih cenderung menyepelekan sisi supernatural mereka, tetapi keunikan pada karakter mereka sudah cukup untuk menjadi hiburan tersendiri. Bukan hanya merupakan sumber komedi yang selalu efektif dalam memeriahkan suasana, tokoh-tokoh acak ini juga mampu memberi elemen kejutan yang menyenangkan dan tak terduga sehingga penonton tetap bisa mengharapkan sesuatu yang segar di setiap episode.

- Overall Score:
Pada bentuknya yang paling dasar, anime ini mungkin hanya akan membuat anda merasa bosan. Dengan plot yang tidak menjanjikan kejadian menarik dan tokoh-tokoh utama yang terlalu generik, dia hampir sama saja dengan tidak menyajikan apapun untuk ditonton. Namun, keluar dari kisah Yuzu dan Konohana-tei, anime ini ternyata juga memiliki visual yang penuh dengan pemandangan indah dan tokoh-tokoh tambahan yang cukup unik. Dan meski mungkin awalnya mereka dimaksudkan cuma sebagai bumbu pelengkap, hiasan-hiasan tersebut justru kemudian menjadi jaminan tunggal agar waktu yang anda luangkan demi menonton anime ini tidak sepenuhnya sia-sia. Skor 7,5 dari 10 (Satisfying additional accessories)


DVD/Blu-ray:

Goods:
- Dakimakura: Yuzu
- Life-size Tapestry: Yuzu / Satsuki
- CD Music: OP Theme / ED Theme

Tidak ada komentar:

Posting Komentar