Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 26 Januari 2018

OUSAMA GAME THE ANIMATION

- Judul: 王様ゲーム (Ousama Game) The Animation
- Judul Alternatif: King's Game;
- Tipe: TV (Oktober 2017)
- Genre: Horror; Mystery;
- Episode: 12
- Rating: Extreme Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Baru saja pindah ke sekolah yang baru, Kanazawa Nobuaki tiba-tiba terlibat bersama teman-temannya di Kelas 2-1 dalam Ousama Game, sebuah permainan berbahaya yang akan memberi mereka hukuman berat apabila gagal menjalankan suatu perintah dalam jangka waktu 24 jam. Karena sebelumnya dia sudah pernah mengalami situasi serupa, kali ini Nobuaki berusaha mengajak yang lain bekerja sama demi mencari cara menghentikan Ousama Game, namun perintah-perintah yang tidak masuk akal akhirnya memaksa setiap orang untuk hanya memikirkan keselamatan mereka masing-masing.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Ousama Game memang merupakan permainan yang sangat misterius, tetapi sayangnya, anime ini tidak mampu menyajikannya sebagai misteri yang baik. Salah satu penyebabnya adalah karena proses investigasi di dalam ceritanya hampir tidak ada. Walaupun para tokohnya mengaku bahwa mereka melakukan penyelidikan, pada kenyataannya petunjuk-petunjuk yang mereka kumpulkan selalu datang dengan terlalu mudah. Mereka cuma browsing di internet sejenak, dan tiba-tiba saja mereka sudah mendapatkan satu lagi petunjuk. Namun, penyebab yang paling banyak berperan merusak misteri di anime ini adalah karena anime ini sendiri yang tampaknya tidak bersungguh-sungguh ingin menjadi sebuah misteri. Dia tidak pernah terkesan benar-benar ingin mengajak penonton mengungkap rahasia di balik Ousama Game, dan justru lebih sering menghabiskan waktunya untuk membuat kematian setiap tokohnya terasa tragis dengan memberi mereka kisah latar yang sebenarnya tidak diperlukan, seperti impian yang tidak bisa terwujud, cinta yang berakhir bahkan sebelum dia mulai, dan seterusnya. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana Nobuaki harus menceritakan satu demi satu cara teman-temannya di Kelas 1-B tewas sekadar untuk mengatakan bahwa dia punya pengalaman dengan Ousama Game, padahal dia semestinya bisa menyimpulkan semuanya cukup dengan satu atau dua kalimat singkat: "Saya sudah pernah bermain Ousama Game, dan semua temanku tewas karenanya". Tujuan anime ini tidak pernah lebih daripada ingin memperlihatkan sekelompok pemuda dan gadis yang tewas secara mendadak, dan Ousama Game sesungguhnya hanyalah alat yang dia ciptakan untuk membunuh mereka.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Animasinya jelas bukan yang terbaik, namun jika mempertimbangkan fungsinya dalam mendukung cerita, visual di anime ini masih cukup layak untuk ditonton. Meski gerakan para tokohnya terlihat sangat kaku, dia tidak sampai melakukan kesalahan-kesalahan fatal yang akan mengalihkan perhatian penonton dari ceritanya.

- Tokoh/Karakter:
Karena selalu berubah secara tiba-tiba, setiap reaksi emosional dari para tokohnya terasa sangat dipaksakan, seperti ketika murid-murid di Kelas 2-1 akan langsung marah dan menyalahkan Nobuaki untuk alasan-alasan yang paling kecil, atau saat mereka akan segera jatuh cinta dengan seseorang begitu orang itu untuk pertama kalinya berbaik hati kepada mereka. Hal ini pulalah yang kemudian menyebabkan anime ini tidak pernah berhasil menjadi cerita horor yang memuaskan. Meski para tokohnya selalu terlihat takut, emosi mereka terkesan muncul secara otomatis hanya sebagai bagian dari profil mereka, bukan sebagai reaksi yang diakibatkan oleh kengerian Ousama Game. Dengan kata lain, mereka merasa takut cuma karena mereka merupakan tokoh-tokoh di dalam genre horor yang memang sudah sepatutnya, tidak boleh tidak, harus merasa takut. Padahal, dengan aturan yang tegas dan hukuman yang datang seketika, Ousama Game sendiri sebenarnya bisa menjadi sangat menyeramkan, tetapi gara-gara reaksi para tokohnya yang tampak terlalu dibuat-buat, anime ini pada akhirnya malah menyebabkan kesan seram tersebut lebih sering terasa palsu.

- Overall Score:
Menempatkan para tokohnya dalam kondisi terperangkap bersama suatu pembunuh yang tidak bisa dihentikan, anime ini sebenarnya memiliki pondasi yang kokoh untuk menjadi sebuah kisah horor dan misteri yang baik. Namun sayang, bukannya sebagai orang-orang yang sedang ketakutan karena menghadapi bahaya besar, dia ternyata menampilkan tokoh-tokoh tersebut justru hanya sebagai sekelompok remaja di dalam sebuah kisah drama yang tragis. Menambahkan nuansa emosional ke dalam kisah horor dan misteri masih dapat diterima, tetapi jika ceritanya yang penuh dengan kematian tidak mampu terasa menyeramkan atau pun misterius, jelas ada sesuatu yang teramat keliru dengan anime ini. Skor 6 dari 10 (Defective Horror)


DVD/Blu-ray:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar