Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.

Jumat, 06 September 2013

AKU NO HANA

- Judul: 惡の華 (Aku no Hana)
- Judul Alternatif: The Flowers of Evil;
- Tipe: TV (April 2013)
- Genre: Romance; Slice of Life;
- Episode: 13
- Rating: Mild Violence and Eroticism (Indecenct Acts)
- Sinopsis:
Kasuga Takao menemukan keindahan pada karya-karya penyair Perancis, Beaudelaire, dan secara khusus pada buku berjudul "Aku no Hana". Dia juga menemukan keindahan serupa pada teman sekelasnya, Saeki Nanako. Maka ketika pada suatu hari pakaian olahraga Nanako tertinggal di kelas, dia tidak kuasa menahan diri dari coba memegangnya. Mendadak, dia mendengar seseorang, dan Takao yang panik pun bergegas pulang, tanpa sengaja membawa pakaian Nanako ikut bersamanya. Dia merasa sangat bersalah, namun kemudian Takao segera sadar bahwa pakaian itu hanyalah awal dari masalah yang jauh lebih besar, sebab ternyata seorang teman sekelasnya yang lain, Nakamura Sawa mengetahui semua perbuatannya, dan dia tidak bersedia melepaskan Takao begitu saja dari genggamannya.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Rasa bersalah bisa menjadi racun yang menghancurkan seseorang dari dalam, dan karya ini tahu betul cara menyampaikan hal tersebut kepada penonton. Cuma dengan meletakkan Takao pada posisi terancam sehingga harus selalu mematuhi Nakamura agar rahasianya tidak terbongkar belumlah cukup, tetapi dengan sekaligus memaksanya untuk mencegah rahasia itu dari merusak impiannya bersama Nanako yang baru saja akan terwujud, beban yang dia pikul terasa begitu nyata dan meningkat secara alami. Di antara karya-karya yang mengutamakan fokus kepada psikologi para tokohnya, karya ini adalah salah satu yang terbaik dalam menggambarkannya. .... Setidaknya, itu jika dia memang ingin bercerita tentang rasa bersalah. Sebab pada bagian akhir karya ini, arah ceritanya seperti mendadak berubah. Tidak lagi bertema 'rahasia gelap seorang remaja', dia kemudian menjadi tentang 'kesalah pahaman dalam pandangan masyarakat'. Karena tampaknya ceritanya masih akan berlanjut, belum bisa ditentukan apakah perubahan ini justru akan mengungkap sesuatu yang lebih besar, lebih luas, dan lebih baik, namun untuk tiga belas episode yang ada saat ini, perubahan tersebut terasa amatiran.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Apa definisi dari animasi? Serangkaian gambar yang ditampilkan berurutan dan secara cepat sehingga terlihat seperti bergerak? Bagaimana jika gambar-gambar itu adalah foto-foto live-shot yang diperlakukan sama, ditampilkan berurutan dan secara cepat sehingga terlihat seperti rekaman video? Apakah itu juga bisa disebut animasi? Karya ini tidak benar-benar menggunakan foto-foto, tetapi dia jelas menjiplak darinya. Dan berbeda dengan suatu hybrid, unsur-unsur animasi yang biasanya masih harus dilalui sudah tidak ditemukan lagi pada karya ini. Desain karakter? Tidak ada. Key atau in-between animation? Hilang. Bukan berarti bahwa karya ini tidak enak dilihat. Gambar latarnya yang mendetil merupakan pemandangan indah setiap kali. Tetapi ini adalah review untuk anime, dan terus terang, karya ini terasa lebih sedikit sebagai sebuah anime dan lebih banyak justru seperti dorama yang dilihat melalui lensa khusus. Maka, apakah karya ini adalah anime atau bukan? Meski pada akhirnya semua terserah kepada pendapat masing-masing penonton, sebagian mungkin akan menganggapnya sebagai revolusi media jenis baru sementara sebagian yang lain akan melihatnya sebagai perbuatan curang, bagaimanapun juga, metodenya yang begitu berbeda menyebabkan review ini kesulitan untuk menilai karya ini dengan menggunakan standar yang sama seperti ketika menilai anime-anime lain.
Namun di sisi lain, pada bagian audio, karya ini melakukan tugasnya dengan benar. Musik latar yang berdenyut bak detak jantung, lagu ending yang dinyanyikan secara digital, dan bahkan hingga momen-momen ketika tidak ada bunyi sedikit pun -- semuanya mampu seketika menularkan keresahan dan rasa tidak berdaya yang diderita Takao kepada penonton.

- Karakter:
Seorang gadis sempurna yang bercahaya, seorang gadis dingin yang anti-sosial, dan seorang pemuda yang terperangkap di antara keduanya. Ini adalah salah satu hubungan segitiga yang paling ganjil yang pernah ditulis. Berdiri sendiri, masing-masing tokoh bukanlah karakter yang cukup menarik. Meski terkadang perbuatannya memang sulit ditebak, karakter Nakamura yang secara garis besar membenci segala hal terasa masih terlalu dangkal, terlebih ketika tidak pernah ada penjelasan mengapa dia selalu sebegitu marah. Sementara Takao, yang berubah-ubah dari satu jenis karakter, menjadi jenis karakter yang lain, lalu akhirnya menjadi bukan jenis yang mana pun, sepertinya belum memiliki struktur yang jelas. Namun, bila bertiga, mereka mampu membuat penasaran, memicu rasa ingin tahu tentang apa yang akan terjadi pada mereka selanjutnya. Bagi penonton yang berminat dengan evolusi hubungan antar manusia, kombinasi ketiga tokoh ini bagaikan buku teka-teki yang menjanjikan harta karun tanpa batas.

- Overall Score:
Karya ini sama sekali bukan karya yang buruk, tetapi pada saat yang sama, dia juga memiliki masalah-masalah yang menghalanginya dari diingat sebagai karya yang baik. Masalah-masalah yang sebenarnya tidak perlu ada. Di satu sisi, dia termasuk sebuah kisah dan kombinasi karakter yang paling unik, tapi sayangnya di sisi lain, arah cerita yang berubah tiba-tiba dan animasi yang meragukan merupakan dorongan kuat untuk mengabaikannya. Maka, pada akhirnya, semua tergantung kepada anda. Jika anda menyukai psikologi lebih dari apapun, karya ini pasti akan memuaskan anda, namun jika termasuk jenis penonton yang lebih umum, sebaliknya karya ini bisa sangat mengecewakan. Nilai 7 dari 10 (Questionable)


DVD & Blu-ray:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar