Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 15 Desember 2017

ISEKAI WA SMARTPHONE TO TOMO NI.

- Judul: 異世界はスマートフォンとともに。 (Isekai wa Smartphone to Tomo ni.)
- Judul Alternatif: In Another World with My Smartphone;
- Tipe: TV (Juli 2017)
- Genre: Super Powers;
- Episode: 12
- Rating: Strong Violence and Mild Eroticism (Partial Nudity)
- Sinopsis:
Setelah tanpa sengaja menurunkan halilintar tepat di tempat dia berada, sang Dewa akhirnya menyebabkan Mochizuki Touya tewas jauh lebih awal dari yang seharusnya. Meski mustahil untuk kembali ke dunia asalnya, demi memperbaiki kekeliruan tersebut, Touya kemudian diizinkan melanjutkan sisa hidupnya di dunia lain. Dan sebagai permintaan maafnya, sang Dewa juga memperbolehkan Touya untuk membawa dan tetap dapat menggunakan sebagian besar fungsi di smartphone miliknya selama dia menjalani kehidupannya yang baru.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Salah satu bagian dari cerita anime ini adalah tentang Touya yang menemukan hal-hal baru di dunia lain. Namun, tidak ada satu pun yang dia temukan tersebut merupakan suatu hal yang benar-benar baru -- sesuatu yang hanya bisa ditemukan di anime ini untuk menjadikan perjalanan bersama Touya kemudian terasa menarik dan pantas diikuti. Semuanya masih berupa hal-hal mendasar yang sudah terlalu sering muncul di kisah fantasi, seperti sihir, monster, atau Ajin (manusia setengah hewan), maka jika boleh menggunakan game RPG sebagai analogi, Touya sebenarnya bahkan belum mulai bertualang. Di sepanjang serial anime ini, dia seolah hanya terus berputar-putar di kota awal tempat game bermula, dan semua hal yang semestinya baru tadi sesungguhnya adalah masih setting dasar yang semua orang kurang lebih sudah duga akan hadir. Ditambah lagi, cara bagaimana Touya menemukan setiap hal baru tersebut selalu terlalu mudah. Terkadang dia bahkan tidak perlu menginginkannya, dan suatu sihir jenis baru secara ajaib akan tetap datang kepada Touya dengan sendirinya. Sama sekali tidak ada rintangan untuk paling tidak membuatnya tampak berharga atau menakjubkan, sehingga, ironisnya, meski penuh dengan hal-hal yang tidak terdapat di dunia normal, pada akhirnya anime ini justru terasa begitu hambar dan kosong.
Bagian yang lain dari cerita anime ini adalah tentang bagaimana Touya bertemu tokoh para gadis dan selanjutnya bersahabat dengan mereka. Namun, ternyata juga tidak ada satu pun hal bernilai yang pantas untuk disaksikan di sini. Bukan hanya bahwa hubungan Touya dengan gadis-gadis tersebut sebenarnya cuma situasi harem yang mengharuskan setiap gadis seketika jatuh cinta kepadanya, pertemuan awal Touya dengan mereka juga terasa sangat dipaksakan. Tanpa alasan kuat, dia akan begitu saja terjun melibatkan diri ke dalam masalah setiap gadis, dan dengan kemampuannya yang tidak terbatas, Touya kemudian akan langsung menyelesaikan apapun masalah mereka dalam sekejap. Singkatnya, pertemuan dan pertemanan Touya dengan para gadis itu terasa bagaikan event otomatis yang hasilnya sudah bisa dipastikan. Begitu anime ini memunculkan seorang tokoh gadis baru, penonton akan segera mampu menebak apa yang terjadi berikutnya. Maka, jangankan kisah yang romantis atau emosional, anime ini bahkan tidak punya apapun yang layak disebut sebagai sebuah kisah.
.... Lalu, bagaimana dengan smartphone? Anehnya, meski menyebutnya di judul, anime ini ternyata nyaris tidak pernah bicara tentang smartphone. Bukan berarti bahwa Touya tidak menggunakannya sama sekali, tetapi kegunaan smartphone tersebut selalu hanya sebatas hal-hal sepele seperti memotret atau melihat peta, bukan untuk suatu hal penting atau sesuatu yang mustahil diselesaikan kecuali menggunakan smartphone. Dengan kata lain, bersama atau tanpa smartphone, anime ini sesungguhnya akan terasa sama saja, maka penonton yang berharap melihat trik-trik pandai dalam memanfaatkan smartphone di sebuah dunia yang tidak mengenal smartphone tentu akan sangat kecewa. Pada kenyataannya, smartphone yang dimaksud paling jauh cuma berfungsi sebagai tanda pengenal Touya secara visual. Dia mungkin akan membantu penonton mengenali Touya, namun dari segi cerita, smartphone miliknya tidak lebih bermakna dari warna pakaian yang dia kenakan.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Anime ini sebenarnya mampu menampilkan animasi yang cukup baik, dan effects kekuatan sihir pada saat para tokohnya sedang bertarung juga bisa terlihat indah. Namun, secara keseluruhan visual anime ini masih cenderung terasa kurang memuaskan. Sebab rupanya jumlah hal-hal positif yang sempat disebutkan di atas tidak banyak. Lebih sering, adegan-adegan di anime ini justru tidak mendapatkan cukup animasi, sehingga tokoh-tokohnya dapat tiba-tiba saja berubah pose atau berpindah posisi. Dan karena dia kemudian berusaha menyembunyikan kekurangan tersebut dari penonton, sebagai imbasnya sinematografi di anime ini pun akhirnya ikut tampak begitu kaku.

- Tokoh/Karakter:
Dia tidak punya latar belakang seperti apapun, tidak sedang mengejar tujuan apapun, dan tidak pernah benar-benar melakukan apapun selain berjalan kesana-kemari. Profilnya dapat segera disimpulkan menjadi dua hal, yaitu pemuda yang sangat baik hati sehingga pasti akan disukai oleh semua orang, dan pemuda yang selalu bisa melakukan apa saja yang dia inginkan. -- Ketika anime ini menampilkannya sebagai karakter yang tidak akan pernah menghadapi masalah, dan dengan jalan hidup yang akan senantiasa kosong mulai dari bagian awal, pertengahan, dan bahkan sampai bagian akhir, Mochizuki Touya pun seketika berhasil menjadi salah satu kandidat terkuat untuk meraih status tokoh utama paling membosankan yang pernah ada.
Para tokoh gadisnya sedikit lebih baik; setidaknya masing-masing mereka masih memiliki asal-usul yang jelas dan gaya bertarung sendiri. Namun, karena benak mereka hampir selalu cuma berisi tentang Touya, dan semua yang mereka lakukan hanyalah berusaha agar mereka dapat bersamanya sesering mungkin, pada akhirnya gadis-gadis tersebut juga berfungsi sama saja dengan smartphone tadi -- semacam hiasan visual yang dikumpulkan sekadar untuk menunjukkan bahwa Touya adalah seorang pemuda hebat yang mampu menaklukkan gadis mana pun.
.... Sungguh, mencoba membahas dengan serius para tokoh di anime ini pun sudah terasa seperti membuang-buang terlalu banyak waktu dan tenaga, apalagi jika harus sampai menonton mereka terus-menerus selama dua belas episode.

- Overall Score:
Jika judul anime ini membuat anda berharap mengetahui cara menjalani hidup di dunia lain dengan mengandalkan smartphone, bersiap-siaplah untuk merasa kecewa. Bukan, anime ini bahkan sama sekali bukan tentang smartphone. Dia sesungguhnya cuma sebuah cerita kosong tentang pemuda membosankan yang menghabiskan waktunya lebih banyak hanya bermain-main dengan sekumpulan gadis hampa yang akan secara otomatis jatuh cinta kepadanya. Beberapa atraksi pada bagian visual mungkin masih cukup menyenangkan untuk dilihat, tetapi kemungkinan besar anda tentu menonton karena penasaran dengan elemen smartphone tadi. Maka begitu daya tarik utamanya kehilangan makna, demikian pula halnya dengan keseluruhan anime ini. Bahkan, jika dibandingkan dengan anime-anime lain yang setidaknya masih berusaha untuk menjadi karya baik, anime ini sepantasnya memperoleh lebih rendah dari skor 5 dari 10 ... tapi sudahlah, biarkan saja. (It's not even trying ...)


DVD/Blu-ray:

Goods:
- PureNeemo: Yumina
- CD Chara Song: Vol 1 / Vol 2 / Vol 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar