Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 08 Desember 2017

HAJIMETE NO GAL

- Judul: はじめてのギャル (Hajimete no Gal)
- Judul Alternatif: My First Girlfriend is a Gal;
- Tipe: TV (Juli 2017)
- Genre: Comedy; Romance;
- Episode: 10
- Rating: Mild Violence and Extreme Eroticism (Suggestive Actions)
- Sinopsis:
Hashiba Junichi sangat mendambakan kehidupan yang romantis di SMA. Namun satu tahun berlalu, jangankan kehilangan keperjakaan, dia bahkan belum bisa mendapatkan seorang pun kekasih. Didorong rasa putus asa dan juga oleh desakan dari teman-temannya, Junichi akhirnya mengejar Yame Yukana hanya karena dia menganggapnya gadis Gal murahan yang akan segera memberi semua yang dia inginkan, tetapi ketika mereka mulai berpacaran, Yukana ternyata jauh lebih polos dari yang dia sangka dan perlahan Junichi benar-benar jatuh hati kepadanya.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Dengan plot dasar yang cukup masuk akal, bagian awal dari cerita anime ini sebenarnya sangat baik. Bukan hal yang mustahil bahwa seorang pemuda akan mengejar gadis yang tidak benar-benar dia sukai hanya agar dia bisa tahu bagaimana rasanya memiliki kekasih, dan begitu pula sebaliknya, meski dia mendapatkan kesan pertama yang buruk dari seorang pemuda, masih bisa dimengerti bahwa seorang gadis tetap bersedia menerimanya sebagai kekasih apabila si pemuda kemudian secara terang-terangan mengungkapkan cinta kepadanya. Selain itu, cara bagaimana anime ini menggambarkan sikap putus asa Junichi juga seketika mampu menciptakan nuansa komedi dan romance di dalam cerita, sehingga kisahnya pun langsung terlihat menarik. Walaupun dia dan teman-temannya tidak pernah jauh dari hal-hal yang ... tak senonoh, semua hal tersebut sesungguhnya hanyalah alat untuk menunjukkan betapa Junichi tidak paham apa-apa tentang cinta, dan ternyata oleh karena kebodohannya itu pula, hubungan Junichi dengan Yukana yang canggung lalu secara alami tampak sebagai sebuah kisah cinta yang romantis antara dua orang pemula yang masih polos. .... Namun sayangnya, setelah beberapa episode (sejak dari episode 3, lebih tepatnya) kualitas anime ini segera menurun drastis. Ketika para tokoh gadis lainnya mulai ikut bergabung, ceritanya mendadak seolah kehilangan arah, tidak lagi yakin apa yang sesungguhnya hendak dia sajikan. Komedi dan romance tadi sesekali akan tetap menampakkan diri, tetapi lebih sering anime ini sudah berubah menjadi harem biasa yang sekadar ingin mengumpulkan sekelompok gadis di sekeliling Junichi.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Jika dinilai dari segi kualitas, secara keseluruhan visual anime ini tidak begitu bagus. Terkadang dia bahkan tidak mampu menggabungkan dua gambar tokohnya dengan benar, sehingga tinggi badan mereka akan tampak tiba-tiba berubah, atau mereka terlihat seperti memandang ke arah yang keliru dari posisi lawan bicara mereka. Tetapi, meski demikian, satu hal khusus yang selalu berhasil dia lakukan adalah memvisualisasikan kebingungan Junichi sebagai seseorang yang baru pertama kali merasakan cinta -- kebingungan yang kemudian berperan penting dalam mewujudkan komedi dan romance di anime ini.

- Tokoh/Karakter:
Sebagaimana yang telah disebutkan, rasa putus asa Junichi merupakan bahan baku utama untuk komedi dan romance anime ini sekaligus. Bukan hanya dia mengajak penonton untuk terus melihat tingkah bodohnya saat dia perlahan belajar tentang hubungan romantis, Junichi juga mampu mengundang penonton agar bersimpati dan mendukung perjuangannya dalam mengejar cinta. Namun, mungkin justru karena hampir sepenuhnya bergantung kepada Junichi seorang, para tokoh gadisnya, termasuk Yukana, akhirnya kemudian nyaris tidak punya fungsi apa-apa. Mereka seolah dihadirkan hanya karena anime ini ingin menampilkan sebanyak mungkin tipe gadis Gal, maka profil mereka pun tidak pernah sanggup melampaui batas tersebut -- sebagai salah satu tipe dari gadis Gal. Sementara, baik kepribadian mereka sendiri maupun hubungan mereka dengan Junichi terasa dibuat dengan asal-asalan, cuma seperti keterangan tambahan yang belakangan dimasukkan seadanya sekadar untuk mengisi celah lebar antara seorang pemuda putus asa dan gadis Gal.

- Overall Score:
Menyebut anime ini hanya sebuah variasi harem yang menggunakan tokoh gadis Gal bukanlah ungkapan yang paling keliru. Memang tidak semua para tokoh gadis tersebut akan seketika jatuh cinta kepada Junichi, tetapi dengan karakterisasi yang dangkal, anime ini akhirnya tampak sekadar ingin memperlihatkan situasi klise tentang seorang pemuda yang dikelilingi oleh banyak gadis sekaligus. Meski begitu, di balik semua kekurangannya, anime ini sudah cukup baik dalam melakukan beberapa hal mendasar. Dan sebagai bukti, komedinya yang sesekali muncul mampu dijaga tetap efektif, sementara nuansa romantis dari kisah kedua tokoh utamanya samar-samar dapat terus terasa hingga episode terakhir. Skor 6,5 dari 10 (Blurred romantic comedy)


DVD/Blu-ray:

Goods:
- Figure: Yukana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar