Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 02 September 2016

MAYOIGA

- Judul: 迷家 (Mayoiga)
- Judul Alternatif: The Lost Village;
- Tipe: TV (April 2016)
- Genre: Mystery; Horror;
- Episode: 12
- Rating: Mild Violence
- Sinopsis:
Mitsumune adalah salah satu di antara tiga puluh orang yang sedang dalam perjalanan dengan bus menuju desa Nanakimura. Desa tersebut disebut-sebut sebagai tempat misterius yang telah menyebabkan sejumlah orang menghilang, tetapi berkat penelitian mendalam dari Koharun, mereka kini menyadari bahwa orang-orang yang hilang tersebut sesungguhnya hanya bersembunyi dari masyarakat demi membentuk komunitas mereka sendiri. Didorong oleh alasan mereka masing-masing, Mitsumune dan yang lainnya telah memutuskan untuk meninggalkan kehidupan lama mereka dan bergabung dengan komunitas baru itu. Namun, tatkala akhirnya tiba di tempat yang dimaksud, mereka ternyata hanya menemukan sebuah desa kosong yang sudah tidak dihuni selama setidaknya satu tahun, dan ketika masih bingung apakah mereka akan tetap melanjutkan rencana awal untuk tinggal di desa tersebut, mereka kemudian mulai mengalami hal-hal yang aneh.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Satu hal yang jelas, anime ini tahu bagaimana cara membuat set pieces yang akan seketika mengundang rasa penasaran. Desa yang ditelantarkan, orang-orang yang hilang, atau mayat yang hanyut mengapung di sungai -- menutup setiap episodenya dengan set pieces seperti ini, dia selalu mampu mengajak penonton untuk melihat episode selanjutnya. Namun, efeknya cuma sampai di situ -- dari satu episode ke episode berikutnya, sedangkan secara keseluruhan, anime ini tidak pernah berhasil menjadikan ceritanya terlihat atraktif. Bagian misterinya tidak pernah terasa cukup misterius -- tidak ada pertanyaan besar yang cukup menarik untuk secara otomatis memanggil penonton agar ikut coba menebak jawabannya. Dan meski para tokohnya tampak ketakutan dan diketahui sedang berada dalam bahaya, bagian horornya juga tidak pernah terasa cukup menyeramkan untuk membuat penonton duduk menyaksikan dengan tegang. Bagaimana ini bisa terjadi? Jika dia pandai membuat set pieces dalam skala kecil, mengapa anime ini tidak langsung saja mengembangkannya untuk skala yang lebih besar? Alasannya adalah karena anime ini kelihatannya sejak awal memang tidak bersungguh-sungguh ingin membuat cerita misteri atau horor, sebagaimana yang juga tercermin pada 'jawaban' yang dia ungkap kemudian yang membingungkan dan penuh dengan detil kontradiktif, mengindikasikan bahwa 'jawaban' tersebut dibuat secara asal-asalan dan terburu-buru tanpa perencanaan matang. Anime ini justru lebih mengutamakan untuk menampilkan semua tokohnya yang berjumlah sampai tiga puluh orang, maka setiap potensi misteri dan horor yang sempat dia miliki pun akhirnya tenggelam dalam lautan wajah yang bicara terlalu banyak dan lebih sering tentang hal-hal yang tidak berarti. Parahnya lagi, para tokoh itu juga tidak mampu menyajikan cerita mereka sendiri sebagai alternatif yang layak. Kisah pribadi mereka terlalu singkat dan sepele, sementara interaksi di antara mereka terkesan sangat dipaksakan, seperti ketika mereka dengan begitu mudahnya saling mencurigai hanya karena alasan yang paling konyol. Jika kisah para tokohnya tidak cukup bagus, lalu misteri dan horor yang menjanjikan malah dikesampingkan, apa lagi yang masih tersisa di anime ini?

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Seperti yang telah disebutkan, anime mampu menjadikan momen-momen tertentu seketika terasa menarik. Hal ini berhasil dicapai adalah antara lain dengan memperlihatkan sinematografi dari sudut yang tepat, dan memperdengarkan musik latar yang sesuai pada saat yang paling pas. Namun, kualitas anime ini langsung jatuh tatkala para tokohnya mulai bicara, terutama ketika terlalu banyak dari mereka berkumpul di satu tempat pada waktu yang sama. Dengan penulisan dialog yang penuh omong kosong, bahkan terkadang sampai mereka terdengar begitu bodoh, dan dengan gaya bicara yang sangat dibuat-buat, anime ini semakin terkesan memang tidak pernah serius ingin bercerita. Dia justru seolah hanya ingin melucu dengan tokoh-tokohnya, tetapi kalau memang itu tujuan sesungguhnya dari anime ini, mengapa dia harus memaksakan diri membuat cerita misteri atau horor? Just make a damn comedy, for crying out loud!

- Tokoh/Karakter:
Sejak saat ketika anime ini langsung memperkenalkan begitu saja tiga puluh orang tokohnya, hampir segera bisa diduga bahwa dia lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas mereka. Dia tidak pernah berusaha membangun satu atau beberapa orang tokoh yang mengalami jalan ceritanya, tetapi hanya sekadar ingin memunculkan tiga puluh orang berbeda dengan berbagai masalah di masa lalu mereka masing-masing. Akibatnya, meski anime ini memang kaya dengan contoh beragam problematika sosial yang bisa muncul di masyarakat, tidak ada satu pun darinya yang mempunyai makna, kecuali mungkin untuk menegaskan bahwa semua tokohnya membenci kehidupan di sekeliling mereka. Bahkan Mitsumune, yang tampil cukup sering untuk dapat disebut sebagai tokoh utama -- masa lalunya tidak memberi pengaruh apa-apa atas apapun yang dia kemudian lakukan di Nanakimura, dan juga tidak memberinya tantangan pribadi yang harus dia hadapi untuk setidaknya memperdalam dimensi pada anime ini. Karena jumlah tokoh yang terlalu banyak, anime ini akhirnya tidak sempat mengembangkan tokoh yang mana pun, maka meski dengan segala hal aneh yang terjadi di Nanakimura, misteri sesungguhnya pada anime ini adalah mengapa dia sampai memaksakan jumlah tersebut ketika sama sekali tidak ada alasan untuk melakukannya dari segi cerita. Mengapa harus tiga puluh orang? Apakah anime ini memerlukan jumlah tersebut untuk menyampaikan suatu pesan tentang kondisi kehidupan modern saat ini? Atau apakah anime ini sebenarnya sejak awal tidak punya kemampuan dalam mengembangkan para tokohnya, dan jumlah itu hanyalah sebuah tirai demi menyamarkan keterbatasannya? Atau barangkali, yang paling buruk dari semuanya, jumlah tersebut ternyata cuma ditetapkan secara asal-asalan? .... Entahlah. Misteri ini terlalu sulit. Namun, yang pasti, tiga puluh adalah jumlah yang keliru.

- Overall Score:
Entah yang mana yang lebih mengecewakan dari anime ini -- bahwa dia menyia-nyiakan semua potensi untuk menjadi cerita misteri dan horor yang menarik, atau bahwa dia menampilkan para tokohnya dengan cara yang sangat konyol. Plot dasar tentang sekelompok orang yang terperangkap di suatu desa misterius ternyata kemudian digantikan dengan karakter-karakter hampa yang selalu bicara mengenai hal-hal bodoh. Masih ada beberapa momen tertentu yang menyajikan audio visual yang baik, tetapi secara keseluruhan anda hanya akan bertanya-tanya, apa yang sebenarnya ingin ditawarkan oleh anime ini? Skor 6 dari 10 (Mysteriously formless)


DVD/Blu-ray:

Goods:
- CD Music: Soundtrack / OP Theme / ED Theme

Tidak ada komentar:

Posting Komentar