Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 30 Agustus 2013

NEKOMONOGATARI (KURO)

- Judul: 猫物語(黒) (Nekomonogatari (Kuro))
- Judul Alternatif: Nekomonogatari (Black);
- Tipe: TV (Desember 2012)
- Genre: Supernatural; Romance; Comedy;
- Episode: 4
- Rating: Extreme Violence (Dismemberment) and Mild Eroticism (Partial Nudity)
- Sinopsis:
Setelah dia berubah menjadi setengah vampir namun sebelum bertemu Senjougahara Hitagi, ada sesuatu yang terjadi dengan Araragi Koyomi dan Hanekawa Tsubasa selama libur Golden Week. Karena memungut dan menguburkan seekor kucing putih tak berekor yang mati tertabrak mobil, Tsubasa akhirnya dirasuki oleh makhluk yang disebut Sawarineko. Tsubasa kemudian mulai menyerang orang-orang sebagai pelampiasan rasa frustrasi yang terpendam di dalam dirinya, maka Koyomi pun berusaha mencari cara agar bisa membebaskannya dari Sawarineko.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Layaknya membaca "The Hobbit" karya JRR Tolkien setelah membaca "The Lord of The Rings". Dia adalah sebuah prequel, tetapi sekaligus cerita yang benar-benar baru. Dia menyajikan sejarah dari tokoh-tokoh dan dunia yang sudah dikenal, namun pada saat yang sama mengungkapkan petualangan yang belum pernah diketahui siapapun. Anime ini memberikan pengalaman yang sama persis. Penonton yang telah familiar dengan seri "Monogatari" akan menemukan rahasia-rahasia terpendam yang mereka cari-cari, tetapi penonton yang masih baru pun tetap mampu menikmati ceritanya tanpa pernah merasa terasing. Satu alasannya adalah karena cara anime ini yang bercerita dengan begitu efisien. Referensi atas judul-judul lain dari serinya tidak dilupakan, namun juga tidak sampai berlebihan, sehingga memungkinkan cerita di anime ini tetap dapat menjadi bintang di acaranya sendiri. Lalu, dengan penulisan monolog dan dialog yang termasuk salah satu yang paling pandai dan unik yang pernah ada, penonton akan jauh tenggelam dalam ceritanya sebelum sadar bahwa sebenarnya pada sebagian besar anime ini para tokohnya tidak berbuat apa-apa selain bicara.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Monolog dan dialog yang bagus tidak akan berarti apa-apa jika disampaikan dengan buruk, maka sangat melegakan bahwa voice-acting pada anime ini memiliki kualitas yang sama tinggi. Sekilas memang tidak ada yang terasa terlalu istimewa, tetapi intonasi dan cara pengucapan yang tepat berhasil memberi efek surealis sebagaimana yang diinginkan anime ini.
Salah satu bagian dari efisiensi cerita di anime ini adalah penggunaan visual dengan peran yang cukup signifikan. Selain fakta bahwa dia terlihat begitu unik dalam art dan sinematografi, visual anime ini memungkinkan ceritanya tetap tampak ringan sambil menjaga isinya senantiasa berbobot. Apakah itu melalui selingan tulisan dan cuplikan gambar yang menghubungkan dialog, ataukah komedi samar seperti anak panah di punggung Oshino, anime ini selalu terasa segar hingga ke akhir cerita tanpa pernah kehilangan fokus.

- Karakter:
Efisiensi -- kata itu lagi. Dia juga ditemukan pada bagaimana anime ini menjelaskan sebagian besar tokohnya. Mungkin latar belakang mereka terasa tidak cukup diungkap, tetapi sebenarnya anime ini sudah memberikan semua informasi relevan yang dibutuhkan penonton. Koyomi adalah pemuda biasa yang berubah menjadi setengah vampir, dan sebagaimana yang diketahui sejak awal cerita, dia menyimpan perasaan khusus terhadap Tsubasa. Si gadis kecil Shinobu, meski di anime ini namanya tidak disebutkan, adalah vampir yang menjadikan Koyomi setengah vampir. Dan walaupun identitas Oshino terasa begitu kabur, seperti Charlie di "Charlie's Angels", kekaburan itu adalah justru memang hal yang mendefinisikannya. Sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya tentang referensi atas judul-judul lain, kadar informasi yang pas seputar tokoh-tokoh ini menyebabkan perhatian penonton sepenuhnya tertuju kepada satu tokoh yang menjadi inti cerita, yaitu Hanekawa Tsubasa.

- Overall Score:
Lebih dari sekadar prequel, anime ini adalah sebuah cerita tersendiri. Dan bukan cuma menjadi pelengkap, dia merupakan sebuah karya seni dengan kualitas tinggi pada setiap bagiannya. Apakah anda termasuk penggemar dari serial "Monogatari" secara khusus, ataukah hanya seseorang yang sedang mencari tontonan bermutu secara umum, anime ini pasti akan memuaskan. Nilai 9 dari 10 (Recommended!)


DVD@Amazon:
First Part
Second Part

Tidak ada komentar:

Posting Komentar