Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 05 Juni 2015

JUNKETSU NO MARIA

- Judul: 純潔のマリア (Junketsu no Maria)
- Judul Alternatif: Maria the Virgin Witch;
- Tipe: TV (Januari 2015)
- Genre: Supernatural; Histortical; Comedy; Romance;
- Episode: 12
- Rating: Strong Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Maria membenci peperangan. Namun tidak seperti penyihir-penyihir lain yang bergerak di belakang layar, dia akan turun langsung ke medan perang dan menggunakan sihir untuk memaksa mundur kedua pihak yang sedang bertempur. Tindakannya dianggap mengganggu aturan yang berlaku di dunia, maka malaikat Mikael pun diutus untuk menghukumnya. Maria hampir saja tewas di tangan Mikael, tetapi Joseph, seorang pemuda yang selama ini menjadi penghubung antara Maria dan penguasa lokal di daerah itu, segera membelanya dengan menyebutkan bahwa sesungguhnya tindakan Maria membantu orang banyak. Alhasil, Maria lalu diberi kesempatan untuk mendapatkan pengampunan dengan dua ketentuan. Pertama, selamanya dia tidak boleh lagi menggunakan sihir secara berlebihan, dan kedua, seluruh kekuatan sihir miliknya akan seketika lenyap begitu Maria juga kehilangan kesuciannya.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Barangkali anime ini adalah yang pertama berani mempertanyakan moralitas dan akal sehat dalam hubungannya dengan agama sebagai sebuah cara berpikir. Apabila Tuhan sudah menetapkan bahwa suatu hal buruk akan terjadi, apakah keliru jika kemudian coba menghentikannya? Apakah salah bagi sesuatu yang jahat seperti seorang penyihir untuk melakukan kebaikan hanya karena dia telah ditetapkan jahat? Mungkin bukan jenis pertanyaan yang ingin didengar oleh semua orang, terutama karena setting-nya yang menggunakan salah satu chapter dalam sejarah sehingga semakin terasa seolah mengacu pada kenyataan, namun keistimewaan anime ini terletak pada bagaimana dia mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pertama, dia benar-benar bertanya, bukan berpura-pura bertanya padahal sesungguhnya hendak menyatakan suatu pendapat di baliknya. Lalu, dia juga bukan sekadar asal bicara -- hanya mengutarakan argumen demi argumen dalam dialog para tokohnya, melainkan menggunakan metode pandai melalui contoh-contoh kasus sehingga memberi kesempatan kepada penonton untuk menemukan jawaban sendiri. Terlebih lagi, kasus-kasus tersebut kemudian diatur dalam jalan cerita yang rapi -- setiap insiden adalah akibat yang masuk akal dari insiden sebelumnya, dan juga sesekali diselingi oleh komedi yang efektif serta romatisme yang manis, maka meski terus-menerus mengajak penonton berpikir, anime ini tidak pernah sampai melupakan tugasnya yang paling dasar untuk menyajikan cerita yang bisa dinikmati.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Anime ini cukup teliti dalam menggambarkan setting ceritanya. Mulai dari arsitektur bangunan hingga jenis persenjataan yang digunakan, semua tampak sesuai dengan kehidupan pada masa abad pertengahan di Eropa. Anime ini sebenarnya juga sempat menunjukkan ketelitian serupa pada animasinya yang bahkan memperhatikan gerakan-gerakan kecil dari para tokoh figuran di latar, tetapi sayang, hal ini ternyata tidak bertahan untuk seterusnya. Berulang kali dia seolah sengaja menghindar dari membuat animasi yang sulit, menutupinya dengan animasi yang lebih sederhana sehingga beberapa adegan kemudian dengan anehnya tidak menunjukkan elemen yang paling penting. Sebagai contoh, ketika para tokohnya seharusnya sedang terlibat dalam pertarungan sengit, anime ini justru hanya memperlihatkan bendera-bendera yang berkibar. Jika hanya berdasarkan frekuensi, kekurangan ini seharusnya memang bukan masalah yang terlalu serius, namun saat kemunculannya yang datang di momen-momen paling penting akhirnya meninggalkan efek negatif yang jelas terasa pada anime ini.

- Karakter:
Meskipun keseluruhan anime ini terpusat hanya pada Maria seorang, tokoh-tokoh di sekelilingnya lebih dari sekadar wajah-wajah tambahan. Masing-masing mewakili keyakinan dan cara pandang tertentu, mulai dari Anne dan para penduduk desa yang cuma ingin hidup tenang jauh dari peperangan hingga Galfa dan para tentara bayaran yang sebaliknya justru hidup dari perang. Dan karena inti cerita anime ini adalah pada dasarnya tentang cara pandang Maria dalam perbandingannya dengan akal sehat yang berlaku di dunia, tokoh-tokoh ini kemudian bantu mendefinisikan Maria, memberinya wujud yang jelas agar dapat lebih mudah dimengerti. Namun, sebagian dari cara pandang tersebut, khususnya yang berhubungan dengan pihak Gereja atau ajaran Kekristenan, mungkin akan terasa terlalu spesifik dan tidak familiar bagi sebagian orang. Tidak dimaksudkan sebagai kritikan, tetapi kecuali penonton memiliki pikiran yang cukup terbuka atau setidaknya punya pengetahuan seputar kehidupan di masa abad pertengahan Eropa, pada beberapa bagian anime ini justru bisa menjadi cenderung membingungkan.

- Overall Score:
Karena menyentuh dan mempertanyakan hal yang sensitif berupa moralitas di dalam agama, sebagian orang mungkin tidak akan merasa senang kepada anime ini. Namun, terlepas dari apa yang dibahas, keunggulan anime ini adalah pada bagaimana cara dia membahasnya. Dia terlebih dahulu membangun setting, jalan cerita, dan juga sudut pandang para tokohnya dengan seksama, maka tidak peduli apakah anda menyukai topiknya atau tidak, yang jelas anime ini telah menyajikan sebuah cerita yang bagus dan masuk akal untuk anda pikirkan selama yang anda inginkan. Sayangnya, animasi yang 'menghilang' pada adegan-adegan penting kemudian menghalangi anime ini dari mendapatkan penghargaan yang sepantasnya. Sebab meski tidak ada dampak signifikan pada ceritanya, anime ini tidak lagi mampu menjalankan fungsinya sebagai hiburan dengan baik. Nilai 8 dari 10 (Good story, questionable animations)


DVD/Blu-ray:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar