Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 06 Maret 2015

OOKAMI SHOUJO TO KURO OUJI

- Judul: オオカミ少女と黒王子 (Ookami Shoujo to Kuro Ouji)
- Judul Alternatif: Wolf Girl & Black Prince;
- Tipe: TV (Oktober 2014)
- Genre: Comedy; Romance;
- Episode: 12
- Rating: Mild Violence and Mild Eroticism (Suggestive Themes)
- Sinopsis:
Shinohara Erika khawatir tidak memiliki teman saat baru saja masuk SMU, maka ketika dua orang gadis di kelasnya mulai berbincang tentang pacar masing-masing, dia pun seenaknya berbohong hanya agar bisa ikut dalam percakapan mereka. Dia mengaku juga memiliki kekasih, meski sebenarnya dia bahkan belum pernah menyukai seorang pun, dan Erika masih terus menambah kebohongannya begitu luas hingga kemudian tenggelam sendiri di dalamnya. Pada suatu hari, tatkala teman-temannya mulai curiga, dia berjanji akan menunjukkan foto sang kekasih, lalu memotret begitu saja seorang pemuda yang dia lihat di jalan. Namun di luar dugaan, pemuda tersebut ternyata adalah Sata Kyouya, murid di sekolah yang sama dengannya yang dijuluki Ouji (Pangeran) karena wajah tampannya, maka agar kebohongannya tidak terbongkar, Erika segera memohon kepada Kyouya agar bersedia berpura-pura menjadi pacarnya. Dia sempat lega ketika Kyouya menyatakan setuju, sampai kemudian pemuda yang biasanya ramah itu menuntut imbalan. Dan bukan sembarang imbalan, dia mengharuskan Erika rela diperlakukan seperti seekor anjing.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Tidak diragukan lagi, anime ini penuh dengan momen-momen romantis yang akan membuat hati seseorang berbunga-bunga, namun dia tidak mampu merangkaikan semuanya ke dalam satu cerita. Alhasil, kisah cinta Kyouya dan Erika seolah tidak sedang mengarah ke mana pun, hanya terus berputar-putar di tempat. Kyouya mengaku menyukai Erika, tetapi dia segera menyangkalnya dan menjauh lagi; Erika berkata akan mengakhiri hubungan dengan Kyouya, namun dia langsung berubah pikiran dan kembali mengejarnya lagi -- mereka bagaikan dua orang yang bermain tarik tambang yang mana keduanya tidak mau kalah, tetapi juga sama-sama tidak ingin menang. What a drag .... Syukurlah, kondisi melelahkan ini hanya berlangsung selama sekitar setengah serial, dan pada setengah yang berikutnya, anime ini akhirnya memutuskan untuk memberi hubungan Kyouya dan Erika wujud yang jelas. Tidak hanya menjadikan setiap episode kemudian memiliki peran dan maksud yang lebih tegas, hal ini juga mengizinkan bagian komedinya untuk tampil lebih sering. Dan meski bukan yang paling bagus, berkat timing yang tepat dalam memperlihatkan reaksi jenaka para tokohnya, anime ini tetap tahu cukup banyak tentang bagaimana cara membuat penonton tertawa. Mungkin butuh kesabaran untuk memulai menontonnya, tetapi dengan akhir yang memuaskan, secara keseluruhan anime ini tidak terlalu buruk.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Meskipun kualitas animasinya terbilang biasa-biasa saja, itu tidak harus berarti kalau visual anime ini tidak cukup bagus. Sebagai komedi-romantis, yang terpenting adalah agar nuansa romantis dan kejenakaan dari leluconnya dapat sampai kepada penonton secara jelas, dan dalam hal ini harus dikatakan bahwa anime ini berhasil melakukannya dengan baik. Pada bagian komedi, khususnya, sebagaimana yang sudah disebutkan, penggambaran reaksi para tokohnya dan timing kemunculan yang tepat mampu memaksimalkan efek dari setiap lelucon, lalu ditambah juga dengan voice-acting yang mendukung, keterbatasan pada animasi di anime ini sesungguhnya tidak akan menjadi gangguan.

- Karakter:
Kekhawatiran Erika bahwa dia tidak akan mendapatkan teman yang kemudian memulai kebohongannya masih bisa dimengerti, tetapi kegigihannya untuk terus bersama dengan Kyouya terasa tidak realistis. Dia mungkin hanya mabuk karena cinta, tetapi bukankah seharusnya dia tetap punya batas toleransi setelah berulang kali dipermainkan? Bahkan seperti yang Erika akui sendiri, dia sudah sampai pada titik di mana dia lebih memilih meninggalkan Kyouya meski kebohongannya harus terbongkar, maka kenyataan bahwa dia akan segera kembali bersama Kyouya cukup dengan beberapa kata manis agak sulit diterima oleh akal. Tampaknya, anime ini tidak yakin apa yang dia inginkan dari kedua tokoh utamanya. Dia hanya menyiapkan karakter dasar mereka, yaitu bahwa Erika adalah gadis yang suka berbohong dan Kyouya adalah pemuda dingin yang berpura-pura baik, menghasilkan situasi awal yang rumit, tetapi kemudian dia tidak tahu bagaimana situasi tersebut akan berkembang selanjutnya. Mereka pun seolah terjebak -- Erika dipaksakan untuk terus berbohong dan Kyouya bagaimanapun juga harus selalu bersikap dingin. Ketika akhirnya anime ini memutuskan untuk menyederhanakan mereka, membebaskan mereka dari situasi rumit tadi, segalanya seketika terlihat lebih menarik -- baik sisi romantis maupun sisi komedinya menjadi lebih jelas dan lebih efektif, dan hal ini membuktikan semakin tegas bahwa karakter awal Erika dan Kyouya memang adalah kekeliruan.

- Overall Score:
Meskipun animasinya masih terlihat agak kasar, hal ini tidak pernah sampai mengganggu. Bahkan sebaliknya, visual anime ini bisa dikatakan mampu menyajikan ceritanya dengan sangat baik. Yang menjadi masalah hanyalah bahwa sebelum menjadi sesuatu yang dapat dinikmati, anime ini terlebih dahulu akan terasa begitu membosankan. Dia memaksakan diri untuk membuat hubungan Erika dan Kyouya lebih rumit hingga akhirnya malah bertele-tele. Namun syukurlah, anime ini menyelesaikan masalah tersebut di pertengahan jalan, maka setidaknya dia akan berakhir dengan kesan positif sebagai komedi-romantis yang cukup menghibur. Nilai 7,5 dari 10 (Boring start, decent finish)


DVD/Blu-ray:
Volume 1
Volume 2
Volume 3
Volume 4
Volume 5
Volume 6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar