Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 11 Juli 2014

NOURIN

- Judul: のうりん (Nourin)
- Judul Alternatif: No-rin;
- Tipe: TV (Januari 2014)
- Genre: Comedy; Romance;
- Episode: 12
- Rating: Mild Violence (Physical Harm) and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Kusakabe Yuka adalah idol pujaan hati Hata Kousaku, maka dia benar-benar kaget ketika Yuka tiba-tiba memutuskan untuk mengakhiri karirnya. Namun, yang paling tidak terduga, Yuka ternyata kemudian pindah ke sekolah Kousaku, Tamo Nourin Koutougakkou (SMA Pertanian dan Kehutanan Tamo) sebagai Kinoshita Ringo, dan jauh berbeda dari gadis di televisi yang selalu tampil ceria dan tersenyum, Ringo adalah gadis yang sangat pendiam dan pemurung. Sadar bahwa gadis itu tentu sedang melewati masa sulit dalam kehidupannya, Kousaku pun berusaha membangkitkan kembali semangat Ringo melalui ilmu pertanian yang dia kenal.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Meski menggunakan sekolah pertanian sebagai setting, anime ini hampir tidak pernah mengajarkan apa-apa tentang pertanian ataupun kehidupan orang-orang yang belajar di sana. Memang masih ada informasi yang disampaikan, namun jumlahnya jarang, sifatnya sangat teknis, dan dimasukkan secara acak sehingga terasa begitu dipaksakan, seolah hanya asalkan dia terlihat punya sesuatu yang berhubungan dengan sekolah pertanian dan bukan bersungguh-sungguh bermaksud agar penonton bisa paham. Lebih sering, anime ini justru menggunakan elemen pertanian tersebut sebagai bahan untuk komedi yang cenderung bernuansa erotis. Apa yang sebenarnya dia ingin capai dengan menggunakan setting yang unik? Apakah anime ini tidak berusaha menarik perhatian penonton terhadap pertanian? Maka bukankah mempermainkannya seperti ini malah akan berdampak sebaliknya? Lebih buruknya lagi, sebagian besar komedi anime ini juga jauh dari bisa dikatakan menghibur. Terlalu mengandalkan candaan jorok dan aksi berlebihan dari para tokohnya, pada bagian awal anime ini memang masih cukup jenaka, tetapi tidak butuh waktu lama sebelum dia kemudian mulai berubah membosankan ... dan bahkan terkadang menjijikkan.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Kecuali parodi atas karya-karya lain yang sesekali muncul, audio visual anime ini tidak menyediakan cukup dukungan, apakah itu dalam hal komedi ataukah dalam menjadikan pelajaran seputar pertanian terasa lebih menarik. Dan bahkan secara keseluruhan, dia terkesan tidak memiliki fungsi apapun yang berhubungan dengan cerita anime ini. Namun bagaimanapun juga, animasi dan gambar latarnya tetap disajikan dengan indah dan mendetil, sehingga jika memang tidak memberi manfaat lain, setidaknya anime ini selalu enak untuk dilihat.

- Karakter:
Bagaimana seandainya seorang mantan idol belajar di sekolah pertanian? Pertanyaan ini tentu spontan terbersit dalam benak ketika penonton pertama kali melihat Kinoshita Ringo -- satu hal yang paling membuat penasaran ... dan ternyata anime ini tidak pernah peduli untuk menjawabnya. Dia selalu mengingatkan tentang masa lalu Ringo, tetapi tidak pernah menggambarkan kehidupannya saat itu sebagai perbandingan atas kehidupannya saat ini, sehingga masa lalu tersebut pun menjadi sama sekali tidak relevan. Ini menunjukkan bahwa anime ini memang tidak punya niat mengembangkan karakter Ringo; semua rincian yang diberikan kepadanya tidak lebih kecuali hanya sebagai aksesoris belaka. And so, jika bahkan kisah latar dari tokoh yang paling menarik ternyata tidak berarti banyak, apa yang bisa diharapkan dari tokoh-tokoh yang biasa-biasa saja seperti Kousaku? Tidak ada. Semua tokoh di anime ini terasa begitu hampa, dan alhasil, karakter yang mereka perlihatkan dari waktu ke waktu pun terus berubah tidak beraturan. Terkadang mereka berperan sebagai pelaku drama romantis yang menggemaskan dalam wujud persaingan cinta antara Ringo dan Minori, lalu mendadak mereka tampil sebagai pelawak dengan komedi erotis yang seolah tidak peduli pada emosi semacam cinta, dan jika ini belum cukup membingungkan, mereka juga kemudian tiba-tiba menampakkan diri sebagai murid-murid yang selalu serius belajar dan bekerja keras, terlalu sibuk untuk bermain-main ataupun memikirkan cinta. They're so hollow, they had no shape. Belakangan, anime ini memang mengungkap lebih jauh sejarah para tokohnya, tetapi dengan sekitar tiga perempat bagian sebelumnya dilewatkan begitu saja tanpa wujud yang jelas, apakah ada yang akan percaya bahwa anime ini baru akan mulai mengembangkan karakter mereka pada episode-episode terakhir?

- Overall Score:
Komedi di sebuah sekolah pertanian. Seorang mantan idol yang mendadak pindah ke pedesaan. Atau barangkali kisah romantis antara seorang pemuda desa dengan idol pujaannya. Sangat wajar apabila hal-hal tersebut merupakan alasan utama anda hingga tertarik untuk menonton anime ini. Namun, jika memang demikian, kemungkinan besar anda akan merasa kecewa. Sebab ternyata komedi anime ini cenderung hanya menggunakan lelucon erotis yang jorok daripada berusaha menampilkan sesuatu yang baru dan masih jarang didengar. Dan karakter para tokohnya terlalu hampa untuk mampu menyajikan suatu cerita yang jelas dalam bentuk apapun. Anda memang masih bisa menikmati kualitas visual yang lumayan, tetapi secara keseluruhan, anime ini adalah sebuah kegagalan. Nilai 6,5 dari 10 (Shallow comedy, hollow characters)


DVD/Blu-ray:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar