Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 20 April 2018

MITSUBOSHI COLORS

- Judul: 三ツ星カラーズ (Mitsuboshi Colors)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Januari 2018)
- Genre: Comedy;
- Episode: 12
- Rating: Mild Violence
- Sinopsis:
Menggunakan markas rahasia mereka sebagai basis operasi, kelompok Colors yang beranggotakan Yui, Kotoha, dan Sacchan bertekad akan terus melindungi kedamaian di Kota Ueno. Dan, hanya karena mereka senantiasa berkeliling untuk menyelidiki setiap kejadian yang mencurigakan dan selalu bersiaga menghadapi musuh-musuh yang akan membuat kekacauan, orang-orang di Ueno kemudian dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang dan tanpa harus merasa khawatir akan bahaya apapun.



Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Komedinya yang berkisar tentang kenakalan anak-anak ditulis dengan kreativitas yang cukup tinggi. Sulit untuk bisa menebak apa yang akan dilakukan para anggota Colors berikutnya, dan ditambah dengan teknik storytelling ala misteri yang mampu menyembunyikan akhir dari setiap petualangan mereka dengan baik, jalan cerita di anime benar-benar menarik untuk diikuti sampai habis. .... Hanya saja, satu masalah yang tersisa (jika memang hal ini bisa disebut masalah) adalah bahwa anime ini selalu bersikeras mempertahankan sudut pandang anak-anak selama dia bercerita. Tidak begitu saja bermain-main dengan suatu topik, dia tampaknya berhati-hati dalam membangun ceritanya agar kenakalan para tokohnya kemudian dapat muncul secara alami sebagai insting mereka sebagai anak-anak. Tentu saja, di satu sisi kegigihan semacam ini sangat patut diberi pujian, tetapi di sisi lain, pada akhirnya terdapat ruang yang cukup renggang di antara komedinya. Lalu, karena menggunakan perspektif anak-anak, penonton mungkin terlebih dahulu diharuskan untuk memahami cara berpikir mereka sebelum bisa mengerti apa yang lucu dari tingkah laku mereka, dan bagi sebagian penonton, hal tersebut memang boleh jadi merupakan sebuah masalah tersendiri.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Gambar latar di anime ini hanya langsung menggunakan foto pemandangan, namun kelihatannya foto-foto tersebut diambil masih dengan mempertimbangkan manfaatnya dalam penyajian cerita, dan tidak sekadar untuk mempromosikan Ueno. Maka meski visual anime ini memang bukan yang paling indah, terutama dengan detail animasi yang sederhana, itu tidak secara otomatis berarti bahwa dia juga tanpa sinematografi yang cermat dan teliti.
Pada bagian audio, penulisan dialognya dapat dianggap berhasil untuk membuat para tokoh anime ini terdengar selayaknya anak-anak. Barangkali penilaian ini cuma berasal dari stereotip tentang bagaimana seharusnya anak-anak bicara, tetapi berdasarkan kosakata yang dipilih dan dari cara mereka mengucapkannya, tidak bisa dipungkiri bahwa dialog para anggota Colors benar-benar mengesankan percakapan di antara sekelompok gadis kecil.

- Tokoh/Karakter:
Meski temanya secara umum dapat langsung disimpulkan menjadi satu hal, yaitu kenakalan anak-anak, anime ini tetap memperlakukan para tokohnya sebagai tiga individu berbeda dan menggambarkan tingkah laku mereka sebagai tiga jenis kenakalan yang unik. Yui merupakan gadis polos yang murni didorong oleh rasa ingin tahu untuk senantiasa mencoba suatu hal yang baru dan memeriksa suatu benda yang asing, Kotoha memiliki imajinasi berlebihan sehingga akan selalu menemukan kisah-kisah seru di balik setiap kejadian, sedangkan Sacchan adalah bocah hiperaktif yang cuma tidak bisa diam dan harus terus melakukan sesuatu. Karena terdapat warna khas pada latar belakang dari tingkah laku nakal mereka masing-masing, bukan hanya komedi di anime ini kemudian tampak semakin kaya akan variasi, secara tidak langsung kepribadian dasar dari ketiga gadis tersebut juga sudah ikut terbentuk, dan interaksi mereka dengan orang-orang di sekeliling pun akhirnya terlihat lebih hidup.

- Overall Score:
Bila menurut anda kenakalan anak-anak adalah komedi yang menghibur, kreativitas tinggi yang ditunjukkan anime ini dalam menyajikan tingkah laku nakal para tokohnya akan berarti hiburan yang tidak pernah berakhir. Memang, karena dia sedikit lebih gigih daripada anime-anime lain untuk senantiasa mempertahankan perspektif anak-anak dari tokoh-tokoh tersebut, mungkin anda akan butuh waktu menyesuaikan diri sebelum bisa menemukan hiburan yang dimaksud, tetapi jika berasumsi bahwa semua orang pernah menjadi anak-anak dan melihat dari sudut pandang yang sama dengan mereka, hal ini seharusnya bukan masalah yang terlalu besar. Skor 9 dari 10 (Recommended!)


DVD/Blu-ray:
Volume 1
Volume 2
Volume 3
Volume 4

Goods:
- B2 Tapestry
- Mug
- T-Shirt Sacchan Black: S / M / L / XL

Tidak ada komentar:

Posting Komentar