Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Selasa, 11 Juli 2017

SERVAMP

- Judul: SERVAMP
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Juli 2016)
- Genre: Action; Super Powers; Comedy;
- Episode: 12
- Rating: Strong Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Tidak ingin merasa menyesal karena membiarkannya terlantar di jalan, Shirota Mahiru akhirnya memutuskan untuk memelihara seekor kucing hitam yang kemudian dia beri nama Kuro. Namun, ternyata kucing itu adalah salah satu dari tujuh Servamp, yaitu para vampir yang akan melayani seorang manusia sebagai imbalan atas darah mereka, dan dengan memungutnya, Mahiru telah tanpa sengaja menjadi pemilik atau Eve dari Kuro. Sebenarnya mereka berdua sepakat ingin segera membatalkan hubungan tersebut, tetapi tatkala mendadak muncul Servamp kedelapan bernama Tsubaki yang berniat membunuh semua Servamp lain, Mahiru dan Kuro pun tidak punya pilihan kecuali saling bekerjasama untuk menghadapinya.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Plot tentang pertarungan antar vampir memang menjanjikan banyak aksi, tetapi anime ini tidak pernah mampu membangun cerita di sekeliling semua aksi tersebut. Indikasi pertama bahwa ceritanya memiliki masalah sejak awal dapat langsung terlihat dari motivasi Mahiru yang kontradiktif ketika memungut Kuro. Bagaimana mungkin seseorang berpikir untuk menghindar dari suatu hal yang menyusahkan dengan cara melakukan hal lain yang bahkan lebih menyusahkan lagi? Meski anime ini berusaha memberi alasan bahwa tindakannya berasal dari sudut pandang yang lebih rumit dari kebanyakan orang (yang, btw, alasan ini pun kontradiktif dengan profil Mahiru yang selalu ingin mencari solusi paling sederhana) siapapun akan segera menyadari betapa keterlibatan Mahiru di dalam cerita sangat dipaksakan. Dan setelah awal yang meragukan, storytelling di anime ini juga tampaknya tidak direncanakan dengan baik. Ceritanya seringkali berjalan terlalu cepat, seolah hanya ingin sesegera mungkin melompat dari satu adegan aksi ke adegan aksi berikutnya, sehingga banyak insiden di dalam cerita yang seakan terjadi secara tiba-tiba. Sementara itu, walaupun dia menyajikan banyak kisah seputar hubungan antara Servamp dan Eve, anime ini tidak mampu menggabungkan mereka menjadi satu rangkaian cerita. Saat semua kisah tersebut dimaksudkan sebagai bagian dari proses selama Mahiru mengumpulkan kekuatan demi menghadapi Tsubaki, pada kenyataannya wujud dari proses itu sendiri nyaris tidak terlihat. Jumlah anggota mereka memang bertambah, namun setiap tokoh tidak menunjukkan fungsi atau kontribusi yang jelas, maka kelompok Mahiru pun tidak terkesan seperti sedang bertumbuh menjadi lebih kuat. Dan karena Tsubaki sendiri lebih sering cuma membuat kekacauan di mana-mana tanpa mengikuti rencana tertentu, pertempuran mereka juga seolah tidak pernah berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. Kesimpulannya, setiap pertarungan di anime ini adalah sebuah atraksi yang berdiri sendiri, dan meski masih mungkin untuk menikmatinya sebagai pertunjukan visual, penonton tidak akan menemukan makna apapun di balik pertarungan itu.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Terkadang anime ini bisa terlihat agak kasar, tetapi secara keseluruhan animasinya masih cukup bagus. Hanya saja, visual anime ini hampir selalu gagal dalam menyajikan komedinya dengan efektif. Dia akhirnya kemudian harus bergantung sepenuhnya pada dekorasi di gambar latar untuk membuat leluconnya terasa jenaka, sebab anime ini tampaknya tidak pernah mampu memahami bagian mana dari setiap lelucon yang menjadikannya jenaka. Lalu, meski mungkin tidak secara langsung, kegagalan anime ini juga diperparah oleh dialog para tokohnya yang membosankan. Dia mengharuskan mereka untuk mengatakan sesuatu dengan kalimat-kalimat yang panjang dan bertele-tele, sehingga seolah-olah mereka sedetik pun tidak pernah berhenti bicara. Sementara, penulisan dialog itu sendiri terkesan tidak cukup kreatif, sebab para tokoh tersebut akan terus mengulang kata atau ungkapan yang sama setiap kali mereka bicara, semisal "Mendoukusai" pada Kuro atau "Simple" pada Mahiru. Tersembunyi di antara begitu banyak ucapan-ucapan yang tidak perlu, tsukkomi yang semestinya memperjelas suatu lelucon pun secara otomatis tidak bisa berfungsi seperti yang diharapkan.

- Tokoh/Karakter:
Karakter Mahiru sangat membingungkan, sebab terdapat banyak bagian pada profilnya yang saling menyalahi satu sama lain. Dua di antaranya sudah sempat disebutkan di atas, yaitu bahwa dia tampaknya tidak pernah memahami dengan benar konsep tentang apa yang dimaksud hal yang menyusahkan, dan bahwa dia selalu berusaha mencari solusi yang paling sederhana melalui cara berpikir yang rumit. Lalu, seolah kedua kontradiksi tersebut masih belum cukup, belakangan anime ini menambahkan lagi bahwa meski Mahiru menyukai kesederhanaan di dalam hidupnya, pada saat yang sama dia juga ternyata berharap menjadi pahlawan yang selalu siap bersusah-payah untuk menyelesaikan masalah semua orang. Bukankah ini seperti mengatakan bahwa Mahiru ingin menginjakkan kaki di bulan tetapi tidak bersedia mengangkat kaki dari bumi? .... Deskripsi membingungkan ini mungkin berasal dari ketidakmampuan anime ini untuk menetapkan seperti apa bentuk keterlibatan Mahiru di dalam cerita, dan asumsi ini juga kemudian diperkuat oleh alasan bertarung yang lemah dari para tokoh lainnya. Rencana awalnya benar-benar cuma sebatas tentang pertarungan antar vampir, dan ketika diharuskan menjelaskan mengapa orang-orang yang bukan vampir sampai ikut terlibat, dia pun hanya memberi jawaban ala kadarnya. Namun, bahkan jauh setelah ceritanya terlanjur berjalan, anime ini tetap belum bisa memutuskan apakah dia harus menampilkan Mahiru sebagai seseorang yang biasa-biasa saja yang sekadar terpaksa ikut bertarung, ataukah sebagai seseorang yang heroik yang menerima pertarungan itu sepenuh hati laksana suatu bagian dari takdirnya. Maka bukan hal mengherankan jika Mahiru akhirnya terperangkap di antara kedua status tersebut.

- Overall Score:
Barangkali penyebab utama dari semua masalah anime ini adalah karena dia memaksa menghadirkan hubungan Servamp dan Eve yang tidak jelas, ketika sebenarnya dia cuma ingin bercerita tentang sekumpulan vampir yang saling bertarung. Akibatnya, dia pun harus ikut menambahkan jalan cerita yang ditulis tidak sempurna dan juga seorang tokoh utama yang membingungkan. Padahal, seandainya saja dia bisa tetap berkonsentrasi hanya pada sisi pertarungannya, anime ini sesungguhnya memiliki cukup kemampuan visual untuk setidaknya menyajikan aksi-aksi yang memuaskan. Skor 6 dari 10 (Overreaching)


DVD/Blu-ray:
Volume 1
Volume 2
Volume 3
Volume 4
Volume 5
Volume 6

Goods:
- Tote Bag
- CD Music: Soundtrack / OP Theme / ED Theme
- CD Character Song: Mini Album / Solo Mini Album Vol 1 / Solo Mini Album Vol 2
- CD Drama: Haruyasumi / Natsuyasumi / Fuyuyasumi / Summer Fes / School Fes / Idol Fes
- CD Character: Vol 1 / Vol 2 / Vol 3 / Vol 4 / Vol 5
- DVD Special Event

Tidak ada komentar:

Posting Komentar