Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 23 Desember 2016

GHOST HUNT

ゴーストハント (Ghost Hunt)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Oktober 2006)
- Genre: Horror; Mystery; Supernatural;
- Episode: 25
- Rating: Strong Violence
- Sinopsis:
Tidak sengaja merusak salah satu kameranya, Taniyama Mai kemudian terpaksa membantu Shibuya Kazuya, atau yang biasa dipanggil Naru, dan Shibuya Psychic Research (SPR) untuk menyelidiki dugaan bahwa gedung tua di sekolahnya berhantu. Namun karena tidak sepenuhnya yakin dengan kemampuan SPR, pihak sekolah memanggil beberapa orang lagi, maka Mai pun juga bertemu dengan Takigawa Houshou sang mantan biksu, Matsuzaki Ayako sang Miko, John Brown sang pendeta muda dari Australia, dan Hara Masako yang dapat merasakan kehadiran arwah. Kasus tersebut adalah awalnya, dan setelah Mai secara resmi bekerja paruh-waktu di SPR, mereka semua lalu menangani lebih banyak kasus supernatural bersama-sama.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Bagian misteri pada setiap kasus di anime ini tidak cukup menarik untuk diikuti, sebab hampir selalu jawabannya akan muncul begitu saja, dengan terlalu mudah dan tanpa melalui proses investigasi. Pada suatu titik di dalam cerita, Naru akan pergi menyendiri, dan tatkala kembali dia sudah langsung mengetahui semua yang perlu diketahui. Atau Mai akan tiba-tiba mengalami mimpi-mimpi ajaib, di mana semua petunjuk yang berhubungan dengan misteri yang sedang mereka hadapi akan berkumpul dengan sendirinya tanpa harus dicari. How convinient! .... Namun, hal ini tidak secara otomatis berarti bahwa anime ini tidak pandai bercerita. Yang harus diingat, tujuan anime ini yang pertama dan paling utama adalah menyajikan cerita-cerita horor supernatural, maka elemen misterinya pun sejak awal memang dimaksudkan bukan sebagai teka-teki yang perlu dipecahkan, melainkan cuma sebagai sarana untuk menghadirkan nuansa horor. Dan, dalam mencapai tujuan tersebut, anime ini sebenarnya cukup berhasil. Selain memperhatikan peningkatan pada skala intensitasnya untuk menggambarkan suatu bahaya yang datang mendekat, anime ini juga mampu mengatur agar setiap insiden misterius di dalam ceritanya selalu terjadi secara mengejutkan, sehingga sangat sulit untuk menebak apa yang akan terjadi berikutnya. Kejutan demi kejutan yang terus mengalir seperti ini kemudian akan menciptakan sensasi ketidakpastian dan ketidakjelasan, yang merupakan salah satu bahan dasar paling penting dan krusial pada semua cerita horor yang efektif.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Bersama dengan elemen misteri yang telah disebutkan di atas, audio visual di anime ini juga ikut berperan dalam menciptakan nuansa horor. Hanya saja, barangkali audio adalah bagian yang memiliki peran paling besar di antara semuanya. Pengaturan cahaya yang tepat memang mampu menjadikan sebagian settingnya benar-benar terlihat menyeramkan, tetapi tidak ada yang menegaskan bahwa anime ini bergenre horor lebih kuat daripada musik latar yang menegangkan, sound effects yang enigmatic, dan dialog para tokohnya tentang hal-hal gaib atau sejarah kelam yang terdengar sangat meyakinkan.

- Tokoh/Karakter:
Masalah yang segera terlihat pada anime ini adalah bahwa dia tidak mampu memberi alasan yang masuk akal bagi para tokohnya untuk terlibat di dalam cerita. Ya, setiap orang memang memiliki suatu bentuk hubungan dengan hal-hal supernatural, tetapi mengapa mereka sampai berkeliling memburu hantu-hantu? Dan juga mengapa mereka selalu melakukannya bersama-sama? Tentu saja, sesekali masih terdapat pengecualian. Pada kasus ketika mereka menghadapi hantu di gereja, misalnya, tidak ada yang mengherankan apabila John yang seorang pendeta akan secara otomatis ikut terlibat. Namun, untuk contoh kasus yang sama, mengapa Houshou juga harus hadir jika John hanya meminta tolong kepada SPR? Mengapa Ayako? Mengapa Masako? Bahkan, jika dipikir-pikir, sejak awal Naru dan SPR pun tidak pernah punya alasan jelas untuk berburu hantu. Mengapa Naru begitu terobsesi dengan hantu hingga dia lebih memilih menjalankan SPR daripada bersekolah? Dan meski Naru disebutkan memiliki kekuatan tersembunyi yang tidak boleh digunakan sembarangan, bukankah itu sama saja dengan mengatakan bahwa dia tidak punya kekuatan yang bisa dipakai untuk mengusir hantu? Lalu apa rencananya bila semua peralatan canggih SPR kemudian mendeteksi hantu? Apa yang akan dia lakukan? Dia kemudian mendapat bantuan dari tokoh-tokoh lain, tetapi bukankah hal itu cuma semakin menegaskan bahwa dia memang tidak akan bisa mengusir hantu seorang diri? Mengapa memulai perburuan hantu jika sedari awal dia tidak pernah punya senjata untuk menyelesaikannya? Barangkali sebagian orang akan berargumen bahwa tatkala hantu-hantu sudah bermunculan, tidak ada penonton yang peduli bagaimana para tokohnya terlibat, dan pendapat itu sama sekali tidak keliru, namun selain sekadar sebagai kumpulan cerita horor, tampaknya anime ini juga bermaksud menjadikan setiap kasus sebagai kisah tentang para tokohnya, maka ketidakmampuannya untuk memasukkan mereka ke dalam cerita dengan benar tetap harus dianggap kegagalan.

- Overall Score:
Dengan tokoh-tokoh yang terkesan dimasukkan secara asal-asalan, setiap kasus di anime ini tidak akan terasa cukup memuaskan sebagai cerita. Namun, sebagaimana cerita-cerita hantu pada umumnya, hal yang paling penting dari semuanya adalah atmosfer yang tepat, dan anime ini selalu mampu menciptakannya dengan sempurna melalui audio visual yang mendukung serta cara bercerita yang penuh kejutan. Jika yang sesungguhnya anda harapkan adalah untuk merasakan bulu kuduk anda berdiri, anime ini pasti akan sanggup mengabulkannya. Skor 8 dari 10 (Good horror)

1 komentar: