Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 04 Juli 2014

BUDDY COMPLEX

- Judul: バディ・コンプレックス (Buddy Complex)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Januari 2014)
- Genre: Action; Sci-Fi; Romance;
- Episode: 13
- Rating: Mild Violence (Physical Harm)
- Sinopsis:
Hari-hari Watase Aoba yang damai langsung berubah kacau saat sebuah robot raksasa tiba-tiba muncul dan berusaha membunuhnya. Dia kemudian ditolong oleh sebuah robot lain, yang ternyata dikendarai oleh teman sekelasnya yang juga misterius, Yumihara Hina. Di tengah pertarungan kedua robot tersebut, Aoba terbawa ke lebih dari 70 tahun di masa depan, ketika perang berskala besar sedang berkecamuk, dan nasib dunia tergantung pada teknologi Coupling, yaitu alat baru yang menghubungkan gelombang otak dua orang pilot sehingga dapat saling berbagi keunggulan masing-masing. Demi mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, bersama dengan pemuda lain bernama Dio Weinberg, Aoba akhirnya bersedia menjadi sepasang Buddy untuk menjalankan Coupling dan bertempur berdua melawan pasukan militer Republik Zogilia yang jauh lebih kuat.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Pada anime ini terdapat dua sisi cerita yang berjalan beriringan, yaitu tentang pertemanan Aoba dan Dio yang memiliki latar belakang yang jauh berbeda, dan juga tentang romantisme antara Aoba dan Hina yang melampaui ruang dan waktu. Sisi yang pertama disajikan dengan cukup bagus; meski bukan yang paling halus, perkembangan hubungan Aoba dan Dio sejak masih sebagai dua orang asing hingga menjadi pasangan yang saling memahami tetap melalui tahapan yang teratur baik dan masuk akal. Namun, sisi yang kedua terasa terlalu didramatisir. Beberapa insiden, seperti ketika Aoba pertama kali menemukan bahwa Hina bertempur untuk Zogilia, sangat dipaksakan terjadi, bagaikan sebuah kebetulan yang luar biasa. Dan elemen time-travelling yang memulai hubungan mereka tidak berfungsi banyak kecuali sebagai bumbu science-fiction untuk membesar-besarkan kemunculan Aoba, yang itu pun juga ternyata tidak direncanakan dengan matang, terbukti dari ending-nya kemudian yang benar-benar tidak logis. Hal ini amat disayangkan, sebab apa yang tampaknya ingin dilakukan oleh anime ini sebenarnya cukup menarik, yaitu berusaha memperlihatkan dua jenis hubungan sekaligus dan dengan cara yang seimbang. Tetapi mungkin karena bersikeras tampil rumit lebih daripada yang dia mampu, sebagian anime ini akhirnya justru cenderung terasa mengada-ada.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Ketika pertempuran terjadi, anime ini terlihat dan terdengar menakjubkan. Animasinya cukup mendetil, dan terkhusus pada Luxon serta Bradyon, dia berhasil menunjukkan kekuatan yang superior dari kedua Valiancer tersebut dengan jelas. Sementara, sound effect yang tepat menjadikan semua benturan, tembakan, dan ledakan sedahsyat yang seharusnya. Sinematografi yang pandai sanggup menggambarkan suasana gawat yang dihadapi para tokohnya, lalu musik latarnya juga ikut bantu mengekspresikan ketegangan yang mereka rasakan. Yang paling hebat, anime ini memastikan bahwa selalu ada adegan aksi Valiancer yang muncul di tiap episodenya walau hanya untuk beberapa menit, maka dalam hal audio visual, kemungkinan besar penonton tidak akan pernah berhenti terhibur.

- Karakter:
Anime ini berhasil memperlihatkan karakter Aoba dan Dio sebagai dua orang berbeda, yang kemudian ikut mendukung jalan ceritanya dengan cara menekankan betapa kuat hubungan mereka berdua meski dengan perbedaan tersebut. Namun, Hina terasa terlalu ... manis sebagai seorang tentara yang bertempur di garis depan. Ini memang mungkin saja hanya pendapat subyektif, tetapi rasanya sulit membayangkan seseorang dengan emosi yang belum stabil akan membahayakan nyawa seperti itu, terlebih dia melakukannya cuma karena ingin mengikuti jejak sang ayah dan bukan karena suatu alasan darurat. Anime ini seolah terperangkap oleh upayanya sendiri yang hendak menyajikan kisah romantis. Demi menciptakan awal menggugah yang akan membuat Aoba terus memikirkan Hina, anime ini sadar bahwa dia harus menggambarkan Hina sebagai gadis manis dan baik hati yang mampu meninggalkan kesan pada diri Aoba dalam waktu singkat, tetapi meski dalam bagian ini tujuannya tercapai, karakter yang dihasilkan akhirnya tidak sesuai dengan situasi perang di bagian lain ceritanya. Hal ini sekali lagi menunjukkan bahwa pada sisi tentang hubungan antara Aoba dan Hina, anime ini memang tidak melakukan cukup perencanaan.

- Overall Score:
Entah apa yang terjadi dengan anime ini. Di satu sisi, dia sudah memenuhi semua syarat sebagai karya yang bagus -- jalan cerita yang teratur baik, penyusunan karakter tokoh yang pas, dan bahkan kualitas audio visual yang lebih dari memuaskan. Namun anehnya, di sisi lain dia justru menampakkan diri sebagai karya yang ceroboh. Elemen sains di dalamnya dibuat secara asal-asalan, dan karakter tokohnya kemudian kontradiktif dengan atmosfer keseluruhan ceritanya. Tetap sangat mungkin anda akan menikmati anime ini, tetapi ada indikasi jelas bahwa dia sebenarnya masih berada di tengah-tengah proses penyempurnaan. Nilai 7,5 dari 10 (Could be much better)


DVD/Blu-ray:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar