Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 19 Juli 2013

DANSAI BUNRI NO CRIME EDGE

- Judul: 断裁分離のクライムエッジ (Dansai Bunri no Crime Edge)
- Judul Alternatif: The Severing Crime Edge;
- Tipe: TV (April 2013)
- Genre: Action; Romance; Comedy;
- Episode: 13
- Rating: Strong Violence (Animated Blood) and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Setelah tanpa sengaja bertemu dengan Mushanokouji Iwai dan mengetahui bahwa gadis itu dikutuk dengan rambut yang tidak bisa dipotong, Haimura Kiri bertekad untuk membantunya sekuat tenaga. Maka ketika dia mendapatkan sebuah gunting terkutuk, peninggalan seorang pembunuh sadis yang menggunakannya untuk memotong korban-korbannya, Kiri tidak menunda sedetik pun untuk mencobanya, meski itu juga berarti dia akan membangkitkan jiwa pembunuh tersebut di dalam dirinya. Gunting itu ternyata berhasil melakukan tugasnya, dan rambut Iwai akhirnya terpotong, namun belum lama mereka sempat bergembira, Kiri menyadari bahwa dia baru saja memulai permainan berbahaya. Sebuah permainan di mana pada satu sisi, para pengguna benda-benda terkutuk dari segala penjuru akan berlomba-lomba untuk membunuh Iwai, sementara pada sisi lain, dengan gunting yang kemudian dia beri nama Crime Edge, Kiri harus menghentikan mereka.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Anime ini bercerita tentang seorang pemuda yang melindungi seorang gadis dari bahaya yang datang sambung-menyambung. Plot yang sederhana, dan sebagai permulaan, hal itu sama sekali bukan masalah. Namun, anime ini tidak pernah mampu mengembangkannya lebih jauh sehingga pada akhirnya dia tetap hampa seperti kanvas kosong. .... Bukan, itu bukan deskripsi yang tepat. Anime ini sudah mengusahakan sesuatu. Dia sudah coba menarik garis di sini dan menorehkan warna di sana. Hanya saja, hasilnya adalah coretan-coretan yang lebih terlihat bodoh daripada bisa disebut indah. Dia coba menjelaskan latar belakang ceritanya, tentang alasan mengapa para tokohnya harus saling bertarung, tetapi meski motivasi para Author untuk memburu Iwai cukup mudah dimengerti, tidak pernah ada keterangan bagaimana perburuan itu dimulai. Siapa yang pertama menetapkan bahwa membunuh Iwai akan mewujudkan keinginan mereka? Anime ini juga coba memberi nuansa misteri pada ceritanya, yaitu melalui sebuah organisasi rahasia yang bergerak di balik layar, tetapi dengan tujuan tidak jelas (apakah akan ikut campur atau tidak) dan dengan nama seperti Gossip, organisasi tersebut justru hanya terasa konyol. Apa kegiatan utamanya? Bergunjing setiap hari? Membaca tabloid bersama? Anime ini kemudian coba menambahkan bumbu komedi dan romance, tetapi baik timing maupun cara penyampaiannya selalu salah. Kejenakaan dan emosinya tidak dihantarkan dengan baik, seolah dipaksakan begitu saja kepada penonton. Anime ini sudah coba melakukan banyak hal, tetapi tidak ada yang berhasil, sehingga pada akhirnya dia hanya menjadi sebuah pemandangan yang berantakan.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Meskipun adegan-adegan aksinya sesekali masih terlihat cukup seru, visual anime ini tidak bisa dikatakan bagus. Animasi tubuh tokoh yang kadang tidak proporsional, pergerakan kamera yang tidak perlu, hingga zoom-out frame gambar yang aneh -- semua ini mungkin hanya kesalahan-kesalahan kecil, tetapi karena terjadi dalam jumlah banyak dan berulang kali, kenyamanan penonton pun tentu akan terganggu.
Voice-acting-nya tidak mampu menyampaikan emosi cerita kepada penonton. Mungkin kesalahan terletak pada naskah dialognya yang sejak awal memang tidak disusun dengan baik, tetapi yang jelas, percakapan para tokoh di anime ini terasa sangat membosankan.

- Karakter:
Seorang gadis yang harus menyendiri karena mendapat kutukan. Seorang pemuda yang baru saja mengetahui bahwa dia dikutuk memiliki darah pembunuh. Seorang gadis yang berubah menjadi pembunuh karena dikuasai oleh suatu benda terkutuk. Mendefinisikan para tokohnya secara mendasar seperti ini, anime ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk menjadi drama yang kaya rasa tentang orang-orang yang dikelilingi berbagai kutukan. Namun, daripada memanfaatkan latar belakang menarik dari tokoh-tokoh tersebut untuk memberi mereka karakterisasi yang kuat, anime ini justru hanya menggunakannya sebagai hiasan luar yang hampa makna. Memperlihatkan kecenderungan Iwai yang langsung jatuh hati kepada Kiri sebagai penyelamatnya adalah permulaan yang bagus, tetapi hanya sampai di situ -- permulaan yang bagus. Anime ini kemudian tidak bisa menjelaskan dari apa dia diselamatkan. Kesepian mendalam yang seharusnya dia miliki tidak pernah terasa, sehingga Iwai pun hanya tampak sebagai, well, seorang gadis biasa yang sedang jatuh cinta. Sementara, ketika darah pembunuh di dalam diri Kiri mulai bangkit, dia digambarkan hanya bagaikan seorang tokoh battle-anime yang menemukan jurus baru. Tanpa dilema atau apapun, dia cuma seperti dengan enteng berkata, "Oh, hebat, aku bisa melakukan ini!" Lalu, sewaktu akhirnya muncul tokoh seorang anak kecil yang mampu bergerak bagaikan angin, jelaslah bahwa meski dengan latar belakang mereka yang menarik, sejak pertama anime ini memandang para tokohnya tidak lebih dari sekumpulan desain dua dimensi yang diberi nama.

- Overall Score:
Anime ini ingin menyampaikan banyak hal. Dia ingin membuat anda terharu, dia ingin membuat anda tegang, dan sesekali dia juga ingin membuat anda tertawa. Namun, dia tidak pernah berhasil melakukannya. Dari timing yang salah hingga dialog yang dipaksakan, anime ini tidak pernah mampu memberi mood yang tepat. Ini sangat disayangkan, sebab meski ceritanya sendiri lebih terasa konyol daripada misterius, dengan storytelling yang baik dan karakterisasi yang mendalam, anime ini sebenarnya masih bisa menjadi sebuah karya yang sangat bagus. Nilai 6 dari 10 (Regrettable)


DVD@Amazon:
Volume 1
Volume 2
Volume 3
Volume 4
Volume 5
Volume 6
Volume 7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar