Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 20 April 2012

KILL ME BABY

- Judul: キルミーベイベー (Kill Me Baby)
- Judul Alternatif: Baby, Please Kill Me!
- Tipe: TV
- Genre: Comedy
- Episode: 13
- Rating: Mild Violence (Physical Harm)
- Sinopsis:
Selain sebagai murid SMU, Sonya juga bekerja sebagai pembunuh bayaran. Namun, hal tersebut tidak menghalangi Oribe Yasuna yang selalu mencoba berteman dengannya, meskipun untuk itu dia harus selalu siap merasakan penderitaan secara fisik.







Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Komedi anime ini bukannya tidak bagus, tetapi dia terlalu banyak mengulang-ulang konsep cerita yang sama. Semua ceritanya hampir selalu akan dimulai dengan Yasuna yang mengungkapkan idenya, lalu Sonya menyiksanya karena ide tersebut, dan sesekali Agiri akan muncul dengan alat-alat ninjanya. Anime ini berusaha memberikan variasi pada ide-ide Yasuna, alat-alat ninja Agiri, dan cara Sonya menyiksa Yasuna, tetapi ide-ide tersebut tidak pernah cukup 'gila' untuk jadi menarik, alat-alat tersebut tidak pernah cukup aneh untuk membuat terkejut, dan apakah dengan cara memukul wajah ataukah dengan cara memelintir tangan, komedi slapstick tetap saja hanya komedi slapstick. Memang, masih ada bagian-bagian yang benar-benar tidak terduga dan spontan mampu mengundang tawa, tetapi jarak antara bagian-bagian ini terlalu jauh sehingga pada sebagian besarnya, anime ini mungkin akan terasa membosankan.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Pada setiap jeda singkat, untuk mengumumkan judulnya kembali atau menyebutkan setting waktu ceritanya, anime ini akan memperdengarkan musik latar dan voice-acting tambahan yang sangat mengganggu, jika bukan sampai menjengkelkan. Rasanya persis seperti ada seorang komedian yang kehabisan bahan lelucon, lalu dengan putus asa mulai membuat suara-suara aneh untuk sekadar menghabiskan masa tampilnya. Yang paling mengherankan, seharusnya tidak ada alasan melakukan hal ini, sebab meski memang bukan yang terlucu yang pernah ada, komedi di anime ini tidak sebegitu buruk. Namun, seolah tidak percaya kepada dirinya sendiri, anime ini justru merusak kualitas audio yang sebenarnya sudah dijaga dengan baik oleh voice-acting dari karakter-karakter utamanya. A blunder, to say the least.

- Karakter:
Kombinasi antara Yasuna yang naif dan Sonya yang pemarah benar-benar berhasil dengan baik. Hanya saja, dengan karakterisasi yang sesederhana itu, jenis komedi yang mampu tercipta di antara keduanya juga sangat terbatas, dan tanpa adanya karakter tambahan yang bisa memberi dimensi baru ke dalam cerita, komedi di anime ini pun terasa sangat monoton. Lalu bagaimana dengan Agiri? Sayangnya, karena baik karakterisasinya maupun hubungannya dengan karakter-karakter lain tidak pernah mendapatkan wujud yang jelas, meski diperkenalkan sebagai karakter utama yang ketiga, Agiri tidak memiliki banyak fungsi selain menambah alasan bagi Yasuna dan Sonya untuk bertengkar. Maka, tetap saja, anime ini selalu hanya bercerita tentang dua karakter tersebut.

- Overall Score:
Entah mengapa, dalam semua aspek, anime ini seperti mencegah dirinya sendiri dari menjadi sebuah karya yang bagus. Komedinya sangat repetitif, jumlah karakternya terlalu sedikit, dan ketika bagian audionya menunjukkan kualitas yang cukup baik, anime ini justru merusaknya sendiri dengan tambahan-tambahan yang sama sekali tidak perlu. Kecuali kalau anda, bagaimanapun seringnya, menyukai komedi slapstick, anime ini mungkin akan terasa mengecewakan. Nilai 7 dari 10 (Seriously need some freshness)


DVD@Amazon:
- Volume 1
- Volume 2
- Volume 3
- Volume 4
- Volume 5
- Volume 6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar