Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Selasa, 17 November 2015

GATE ~JIEITAI KANOCHI NITE, KAKU TATAKAERI~

- Judul: GATE ~自衛隊 彼の地にて、斯く戦えり~ (Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri) Cours 1
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Juli 2015)
- Genre: Action; Super Power;
- Episode: 12
- Rating: Strong Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Ketika Itami Youji sedang berada di Ginza untuk membeli Doujinshi dan menghadiri event, sebuah gerbang tiba-tiba saja muncul, dan dari dalamnya suatu pasukan besar dengan persenjataan kuno langsung menyerbu dan menyerang orang-orang. Sebagai seorang anggota Jieitai atau Self-Defence Force (SDF), Itami segera membantu evakuasi sehingga mencegah korban jatuh lebih banyak, dan berkat jasanya tersebut, dia lalu mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Letnan Dua.
    Sementara itu, dengan kekuatan militer yang jauh lebih unggul, SDF berhasil menghentikan serangan dari pasukan misterius tadi, tetapi demi mencegah serangan-serangan berikutnya, pemerintah Jepang memutuskan untuk mengirim SDF ke dunia di seberang gerbang, yang kini dianggap hanya sebagai Tokuchi atau Wilayah Khusus agar SDF tidak sampai melanggar batasan fungsinya dengan bertempur di negara lain. Itami ikut serta bersama pasukan pertama yang berangkat, dan saat Jepang berusaha menciptakan perjanjian damai, dia kemudian berperan banyak dalam menjalin hubungan baik dengan para penghuni dunia yang penuh akan hal-hal ajaib tersebut.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Tidak pernah ada penjelasan mengapa sejak awal pasukan dari Tokuchi datang ke Jepang, padahal mengirimkan pasukan yang cukup besar untuk menyeberang dan langsung menyerang sebuah dunia yang bahkan tidak pernah mereka lihat sebelumnya tentu bukan keputusan yang mudah. Namun jika satu masalah ini bisa dikesampingkan, secara keseluruhan kisah latar anime ini telah ditulis dengan sangat cermat. Mulai dari pengiriman pasukan untuk menguasai gerbang di Alnus demi mencegah serangan lain dan termasuk juga kontroversi politis di belakangnya, hingga kemudian reaksi orang-orang di Tokuchi atas kedatangan mereka, semua aspek yang merupakan dasar cerita anime ini tampaknya telah dipikirkan dengan hati-hati untuk menjadikan kisah tentang pertemuan antara dua dunia yang berbeda ini terasa senyata mungkin. Dan tidak hanya sampai di situ, tahapan-tahapan cerita yang selanjutnya juga berhasil dijaga agar selalu berada di dalam wilayah pemikiran logis, sehingga cerita anime ini benar-benar terasa sebagai satu rangkaian yang saling terkait dalam hubungan sebab-akibat. Setelah mampu menaklukkan kekuatan tempur musuh, misalnya, karena berusaha mencari solusi damai, sangat masuk akal bahwa SDF lalu lebih memilih untuk melakukan kontak dengan masyarakat awam di Tokuchi dan menjalin interaksi yang baik dengan mereka, daripada hanya terus berdiam di Alnus. Mungkin penilaian akhir masih harus menunggu untuk melihat apakah kehati-hatian ini dapat seterusnya dipertahankan, tetapi untuk sementara, jika berdasarkan serial kali ini saja, anime ini adalah penggambaran realistis atas apa yang bisa terjadi apabila kedua dunia sungguh-sungguh bertemu.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Animasi di anime ini terlihat sangat bagus, terutama pada adegan ketika para tokohnya sedang bertempur. Jumlahnya tidak sering, tetapi sewaktu muncul, gerakan yang halus dan sinematografi yang tepat mampu menjadikan setiap momen dari pertempuran tersebut terasa menegangkan. Pada bagian audio, salah satu yang mendukung hingga pertemuan dua dunia yang berbeda ini semakin terkesan realistis adalah kesulitan yang tampak saat kedua pihak hendak berkomunikasi, dan hal tersebut bisa dicapai berkat kombinasi yang baik antara penulisan dialog dan voice-acting. Meski penonton mendengarkan bahasa yang sama, percakapan yang canggung dan kaku serta cara pengucapan yang tidak lancar berhasil menjadi indikasi seketika bahwa bahasa keduanya tetap berbeda.

- Tokoh/Karakter:
Anime ini memperkenalkan para tokohnya dengan baik sehingga tidak ada yang terasa dipaksakan. Semua masuk ke dalam cerita secara alami, termasuk pula Itami Youji yang kebetulan berada di Ginza ketika pasukan musuh menyerang, mendapat kenaikan pangkat karenanya, dan kemudian menjadi pilihan yang wajar untuk memimpin misi demi misi di Tokuchi. .... Namun, semakin lama kebetulan-kebetulan pada diri Itami terasa semakin keterlaluan. Dia kebetulan pernah mendapat pelatihan sebagai Rangers atau pasukan khusus SDF hanya karena dihukum oleh atasannya, dia kebetulan mengenal baik Menteri Pertahanan yang juga kebetulan menyukai manga, dan seterusnya. Kelihatannya, ada upaya berlebihan dari anime ini untuk menampilkan Itami sebagai seseorang yang menjadi pahlawan tanpa disengaja, sebagaimana yang juga terbukti dari bagaimana statusnya sebagai otaku berulang kali diangkat dan ditekankan kembali, bahkan sampai pada titik di mana hal tersebut seolah bertentangan dengan statusnya yang utama sebagai seorang prajurit. Begitu banyak orang tewas di Ginza pada insiden penyerangan itu, tetapi yang dia sesalkan hanyalah bahwa dia tidak bisa membeli Doujinshi? Tidak bermaksud mengatakan bahwa seorang prajurit yang baik tidak boleh menjadi otaku, tetapi bukankah ada hal lain yang lebih pantas dia khawatirkan? Barangkali dia dimaksudkan untuk 'mendinginkan' cerita anime ini karena mengingat tingkat kematiannya yang sangat tinggi (a record of more than 120.000 deaths!), tetapi akibatnya, dia juga akhirnya terkesan tidak punya tempat di dalam cerita. Sebab ketika semua bagian lain dari anime ini berusaha sebisa mungkin menciptakan situasi yang realistis, Itami adalah satu-satunya yang justru menyalahinya.

- Overall Score:
Tema tentang pertemuan mendadak antara dunia nyata dan dunia fantasi sudah sangat sering dijumpai di anime, tetapi jika biasanya berada hanya dalam skala individu, mungkin anime ini adalah yang pertama menyajikannya dalam skala yang jauh lebih besar dan sudut pandang yang lebih realistis. Hal ini tentu seketika menjadikannya unik dan istimewa, namun sayangnya, untuk alasan serupa, tokoh utama yang justru terkesan cenderung tidak realistis akan segera tampak sebagai kesalahan yang terlalu mencolok dan bahkan mengganggu. Akibatnya, meski sebenarnya terdapat penulisan cerita dan realisasi setting yang sangat bagus di anime ini, pada saat yang sama, dia tidak pernah mampu memberikan hasil terbaik. Nilai 8 dari 10 (Good writings, but unbefitting main character)


DVD/Blu-ray:
Volume 1
Volume 2
Volume 3
Volume 4
Volume 5
Volume 6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar