Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 17 April 2015

AKATSUKI NO YONA

- Judul: 暁のヨナ (Akatsuki no Yona)
- Judul Alternatif: Yona of the Dawn;
- Tipe: TV (Oktober 2014)
- Genre: Romance; Comedy; Action; Fantasy;
- Episode: 24
- Rating: Strong Violence
- Sinopsis:
Sebagai puteri dari Kerajaan Kouka, Yona memiliki segalanya -- ayah yang penyayang, makanan yang berlimpah, Haku yang selalu setia melindunginya, dan juga Suwon, sepupu yang dia cintai. Namun pada suatu malam, tepat di hari ulang tahun Yona yang ke-16, semua itu seketika lenyap tatkala Suwon yang biasanya lembut dan baik hati mendadak membunuh sang raja untuk mengambil alih tahta Kerajaan Kouka. Yona pun nyaris menjadi korban, seandainya saja Haku tidak segera menyelamatkan dan membawanya keluar dari istana. Sejak saat itu, mereka berdua harus terus bersembunyi dari kejaran Suwon dan pasukan kerajaan, dan setelah mendengarkan ramalan seorang pendeta, mereka lalu melakukan perjalanan untuk mengumpulkan empat kesatria legendaris pewaris kekuatan naga agar dapat bertahan hidup.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Bisa segera terlihat bahwa anime ini merencanakan pondasi ceritanya dengan seksama. Membagi Kerajaan Kouka ke dalam lima klan dan memberi masing-masing kebudayaan yang berbeda mungkin secara keseluruhan tidak banyak berarti, tetapi paling tidak hal ini menjadikan perjalanan Yona benar-benar terkesan panjang meski sesungguhnya masih selalu berada di wilayah kerajaan yang sama. Dari Klan Angin yang hidup terpencil di atas gunung hingga Klan Api yang militeristis, setting anime ini diatur sedemikian rupa sehingga terasa begitu kaya namun sekaligus tetap dijaga agar senantiasa ada alasan yang masuk akal atas kondisi tersebut. Hal yang serupa juga tercermin dari bagaimana dia menyiapkan legenda empat naga sebagai latar belakang perjalanan Yona. Bukan hanya dia mengizinkan kisah Yona mengalir lebih alami, bahwa setiap insiden adalah bagian dari suatu takdir dengan makna tersembunyi dan bukan cuma sekadar sekumpulan kebetulan yang luar biasa, menggambarkan reaksi yang bermacam-macam terhadap legenda tersebut membuat Kerajaan Kouka tampak layaknya suatu dunia yang hidup dan berkembang. Lalu yang terakhir, anime ini juga memberi komplikasi yang bagus pada masalah seputar Yona dan Suwon. Jika memang demi menyelamatkan kerajaan yang situasinya terus memburuk di bawah kepemimpinan ayah Yona, apakah tindakan Suwon dapat dibenarkan? Dengan garis pemisah yang kabur antara kebaikan dan kejahatan, penonton akan kesulitan untuk menebak bagaimana cerita mereka akan berakhir, atau bahkan untuk memutuskan apakah Yona harus membalas kematian ayahnya. Komplikasi ini menciptakan cukup ketidak pastian yang selalu mampu mengundang seseorang untuk bertanya-tanya. .... Hanya saja, sayang sekali, semakin jauh kisah Yona berlanjut, ternyata Kerajaan Kouka dan Suwon lama-kelamaan semakin tidak relevan. Keduanya masih selalu eksis, tetapi mereka akhirnya seolah menjadi sesuatu yang sama sekali terpisah, nyaris tidak punya hubungan lagi dengan Yona. Dan ironisnya, penyebabnya adalah tujuan Yona yang cuma ingin bertahan hidup. Padahal sebenarnya dari sisi karakter, sebagai seorang puteri yang selama ini dibesarkan jauh dari kekerasan, tujuan sederhana seperti itu merupakan pilihan yang paling logis yang akan dia ambil, namun pada saat yang sama, secara tidak langsung Yona kemudian membatasi dunianya hanya sebatas pada dirinya dan orang-orang di sekitarnya, lalu mengesampingkan semua hal yang lain. Meski tidak harus berarti bahwa anime ini seketika menjadi tidak menarik, ada perubahan atmosfer antara bagian awal dan akhir ceritanya yang mungkin akan membuat sebagian orang merasa kecewa.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Bagian visual tidak akan menjadi fitur utama anime ini. Kualitas animasi dan teknik sinematografi yang cenderung biasa-biasa saja tidak mampu membuatnya tampil menonjol di antara anime-anime lain sejenisnya. Meski demikian, di sisi lain, anime ini sekali pun tidak pernah melakukan kesalahan, lalu ditambah dengan perhatian terhadap beberapa detil, seperti gaya bertarung dari masing-masing tokohnya, visual anime ini sesungguhnya telah memenuhi semua syarat yang dibutuhkan untuk dapat dikategorikan sebagai visual yang bagus.

- Karakter:
Dari seorang puteri raja yang manja sampai menjadi gadis tangguh yang tidak takut akan apapun -- perubahan Yona mungkin terdengar terlalu drastis, tetapi anime ini berhasil menjelaskan prosesnya dengan baik sehingga perubahan tersebut tetap bisa diterima oleh akal. Alasannya adalah karena setiap tahapan dalam evolusi cara berpikir Yona dipaparkan secara teratur, dan pemikiran itu juga bukan muncul secara tiba-tiba di dalam benaknya, melainkan selalu didasari oleh suatu kejadian tertentu. Ketika Haku berada dalam bahaya, misalnya, Yona mulai melawan rasa takut demi menolongnya, atau sewaktu menyadari bahwa dia terlalu bergantung kepada Haku, Yona pun lalu mempertimbangkan untuk mengangkat senjata. Kepandaian anime ini dalam menulis karakter juga berlanjut ke tokoh-tokoh di sekeliling Yona, khususnya para kesatria naga. Memberi mereka masing-masing kepribadian yang berbeda merupakan perkara mudah, tetapi sekali lagi yang dilakukan anime ini adalah menyediakan latar belakang dari kepribadian tersebut, dan meski tidak sampai serinci Yona, hal ini sudah cukup untuk memperkuat posisi mereka sebagai salah satu sudut pandang dengan opininya sendiri, bukan sekadar variasi untuk memeriahkan suasana. Alhasil, kelompok Yona mampu menjadi hiburan tersendiri. Bahkan jika nanti perjalanan mereka sudah tidak lagi penting, menyaksikan mereka saling berinteraksi satu sama lain akan tetap menjadikan anime ini senantiasa menyenangkan.

- Overall Score:
Apakah itu perkembangan karakter Yona yang dijelaskan secara teratur ataukah keaneka ragaman setting dari tempat-tempat yang dia kunjungi yang telah direncanakan dengan matang, ada banyak hal yang bisa dinikmati di anime ini. Maka meski jika ceritanya sendiri yang sebatas tentang seorang gadis yang hendak mengumpulkan teman tidak cukup mengundang rasa ingin tahu anda, kemungkinan besar anda tetap akan mendapati setiap episodenya menghibur. Memang, anime ini juga bukannya tanpa kelemahan, sebab tanpa tujuan yang pasti, semakin lama perjalanan Yona terasa semakin kehilangan arah. Entah bagaimana jadinya apabila anime ini dilanjutkan, namun syukurlah, setidaknya untuk serial kali ini, dia masih berada pada kondisi terbaiknya. Nilai 9 dari 10 (Recommended, but ...)


DVD/Blu-ray:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar