Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.

Jumat, 04 Mei 2012

RINNE NO LAGRANGE

- Judul: 輪 廻のラグランジェ (Rinne no Lagrange)
- Judul Alternatif: Lag-Rin; Lagrange ~The Flower of Rin-ne~
- Tipe: TV
- Genre: Action; SciFi; Comedy
- Episode: 12
- Rating: Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Mewakili Klub Jersey yang hanya beranggotakan dirinya, Kyouno Madoka selalu siap memberikan bantuan kepada siapapun di Kota Kamogawa yang membutuhkannya. Pada suatu hari, dia bertemu dengan Lan, yang kemudian meminta bantuannya untuk mengendarai sebuah robot raksasa yang disebut Vox. Ternyata, Vox merupakan senjata dari masa lalu, dan setelah kini terpilih untuk menjadi pilotnya, sambil bekerja di dalam organisasi Novumundus Madoka melindungi bumi dan Kamogawa dari serangan makhluk-makhluk asing yang hendak merebut Vox.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Dengan perkembangan cerita yang sangat mudah ditebak, plot anime ini terlalu sederhana, dan memiliki semua stereotype dari anime-anime jenis mahou shoujo seperti penggunaan tema persahabatan yang berlebihan dan kekuatan-kekuatan yang tidak jelas asalnya, plot tersebut juga sudah terlalu sering dipakai sehingga ceritanya nyaris tidak punya daya tarik sama sekali. Dengan kata lain, anime ini hanyalah salah satu versi dari begitu banyak anime tentang gadis-gadis berkekuatan ajaib yang agak lebih modern dengan setting science fiction. Apakah hal ini bisa dimaafkan atau tidak adalah tergantung dari masing-masing penonton, tetapi anime ini seharusnya berpotensi menjadi jauh lebih bagus cukup dengan sedikit meninggikan tingkat kerumitannya daripada memecahkan konflik di dalam ceritanya hanya melalui persahabatan.
Beruntung, bagian ceritanya yang datar bak gurun pasir hampa tidak sepenuhnya kering kerontang. Meski klise dan terkadang agak dipaksakan, sisi komedi anime ini masih mampu mengundang senyum dan selalu bisa menjadi selingan yang menyegarkan.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Lekukan-lekukan aerodinamisnya menjadikan desain mecha anime ini merupakan salah satu yang paling elegan yang pernah dibuat, dan dari proses transformasinya hingga jejak warna-warni yang ditinggalkan saat melesat di udara, semua animasi yang berhubungan dengan mecha benar-benar indah. Namun anehnya, dengan kualitas visual yang sebagus ini, pada saat yang lain anime ini justru melakukan kesalahan-kesalahan mendasar layaknya karya seorang amatiran, misalnya animasi dua karakter di dalam satu scene yang tidak sinkron. Memang, penonton tidak akan sampai terganggu, tetapi kesalahan-kesalahan kecil namun fatal seperti ini adalah pertanda bahwa anime ini belum siap bersaing dengan anime-anime lain yang juga mengandalkan kualitas visual mereka.

- Karakter:
Apa yang akan seseorang lakukan jika suatu hari alien tiba-tiba muncul di hadapannya? Atau lebih jauh lagi, bagaimana jika dia kemudian disuruh mengendalikan sebuah robot raksasa? Dia mungkin akan ketakutan atau bahkan justru bersemangat, tetapi yang jelas dia tidak akan menjadi dirinya yang biasa. Oleh karena itu, rasanya mengherankan ketika Kyouno Madoka menganggap kejadian menakjubkan seperti ini hanya sebagai suatu aktivitas klub, dan hal tersebut cuma salah satu sikapnya yang membuat bingung. Perubahan secara tiba-tiba dan dalam sekejap dari sifat depresi dan pendiam ke ceria tanpa kenal lelah, memarahi teman-temannya karena meninggalkannya setelah baru saja melarang mereka membantunya, gadis ini terlalu sulit dipahami.
Di antara sejumlah karakterisasi yang dangkal atau bahkan tidak jelas di dalam anime ini, karakter Muginami dan Lan adalah sedikit pengecualian. Butuh penggambaran yang mendalam untuk menerangkan bagaimana tiga orang gadis yang awalnya tidak saling mengenal mampu menjalin persahabatan, dan anime ini berhasil melakukannya dengan cukup baik. Trinitas Madoka, Lan, dan Muginami bersama mecha-mecha mereka merupakan salah satu elemen paling solid dalam anime ini.

- Overall Score:
Anime ini tampaknya berusaha mendapatkan perhatian cakupan penonton yang lebih luas dengan memberikan sesuatu kepada setiap orang--hubungan pertemanan antara gadis-gadis bagi remaja perempuan, aksi seru pertarungan mecha bagi remaja laki-laki, cerita yang sederhana dan sangat mudah dimengerti bagi mereka yang lebih muda, dan karakter-karakter yang seksi bagi mereka yang lebih dewasa--namun sayangnya, semua bagian tersebut tidak pernah mampu benar-benar menyatu. Jika anda bersedia menikmati suatu karya secara parsial, anime ini mungkin saja bisa memuaskan, tetapi jika anda ingin menilai suatu karya secara keseluruhan, anime ini akan terasa mengecewakan. Nilai 7 dari 10 (Partly satisfying, wholly disappointing)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar