Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 12 Februari 2016

ORE GA OJOUSAMA GAKKOU NI [SHOMIN SAMPLE] TOSHITE GETS-SARETA KEN

- Judul: 俺がお嬢様学校に「庶民サンプル」としてゲッツされた件 (Ore ga Ojousama Gakkou ni [Shomin Sample] toshite Gets-sareta Ken)
- Judul Alternatif: Shomin Sample; Syomin-Sample;
- Tipe: TV (Oktober 2015)
- Genre: Comedy; Romance;
- Episode: 12
- Rating: Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Setelah tumbuh dan belajar di lingkungan yang sangat tertutup, lulusan dari Seikain atau sekolah khusus bagi putri keluarga bangsawan seringkali langsung mengalami shock begitu mulai menjalani kehidupan di luar. Demi menghindari hal yang serupa terulang lagi di masa depan, pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk menggunakan Shomin Sample atau seorang contoh dari rakyat biasa agar para murid dapat membiasakan diri berinteraksi dengan mereka dan juga semua kebiasaan yang mereka miliki. Karena berbagai alasan, Kagurazaka Kimito kemudian terpilih sebagai kandidat terbaik, maka pada suatu hari, dia mendadak diculik dan diharuskan tinggal di Seikain bersama para gadis bangsawan yang memandangnya bak spesimen langka.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Bagaimana seorang pemuda biasa bisa berada di sekolah yang penuh dengan gadis-gadis dari keluarga bangsawan? Setting ceritanya sekilas terkesan sangat dipaksakan, tetapi anime ini ternyata mampu memberi alasan yang masuk akal mengapa sebuah sekolah seperti Seikain tiba-tiba membutuhkan contoh dari 'rakyat biasa' dan mengapa contoh itu harus seorang pemuda. Dan ketika seorang pemuda secara alami dikelilingi oleh ratusan gadis, bukankah situasi harem yang lazimnya sangat dibuat-buat mendadak terasa sebagai sesuatu yang ... mungkin saja terjadi? .... Namun, yang kemudian menjadikan anime ini begitu berbeda dari anime bergenre harem lain bukanlah hal ini, melainkan komedinya yang dipersiapkan dengan lebih baik. Lelucon-lelucon yang berkisar tentang reaksi berlebihan dari para gadis terhadap benda-benda yang sudah dianggap biasa selalu ditampilkan sebagai atraksi utama, maka meski pada ujungnya anime ini tetap berupa persaingan tanpa akhir dari beberapa gadis untuk memperebutkan cinta seorang pemuda, hal tersebut tidak seketika menyebabkan anime ini terasa monoton. Bahkan sebaliknya, ketika pertengkaran mereka juga masih berdasarkan reaksi-reaksi lucu terhadap benda-benda biasa, situasi harem tadi justru sangat cocok menjadi sarana infinit yang akan terus-menerus menyajikan lelucon demi lelucon. Agak disayangkan bahwa, oleh karena statusnya sebagai harem, dia seolah tetap berkewajiban menyertakan adegan-adegan dangkal yang canggung dan erotis antara Kimito dan para tokoh gadis, namun beruntung, pada sebagian besarnya anime ini tetap merupakan komedi yang memuaskan.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Kualitas voice-acting dan animasinya secara umum sudah cukup bagus. Dia memang tampak sedikit kesulitan pada lelucon-lelucon yang bergantung kepada tindakan para tokohnya, seperti sikap sinis Miyuki dan tingkah laku bodoh Aika, sehingga mereka kemudian tidak mampu memberi efek sebaik yang diharapkan, tetapi selain itu, anime ini telah berhasil menyampaikan komedinya tanpa banyak masalah.

- Tokoh/Karakter:
Mereka terkejut melihat smartphone dan memperlakukan mi instan layaknya suatu hidangan mewah. Reaksi ala orang udik seperti ini yang kemudian menyebabkan komedi di anime ini seketika terasa lucu dan sudah sepantasnya dikembangkan lebih jauh. Namun, entah mengapa, ternyata tidak semua tokoh dipersiapkan untuk ikut berperan serta di dalam komedi tersebut. Aika yang segera meniru semua hal baru yang dia temukan dan Reiko yang menganggap segalanya sebagai barang berharga memang berhasil menyajikan dua jenis reaksi yang mungkin, tetapi daripada memperlihatkan reaksi seorang gadis bangsawan terhadap benda-benda yang dibawa oleh Kimito, perilaku Karen justru hanya berpusat pada kegemaran pribadinya yang tak terduga, sementara Hakua ... well, dia bahkan nyaris tidak menunjukkan reaksi sama sekali. Bukan berarti bahwa mereka tidak memiliki momen-momen jenaka mereka sendiri, namun bagaimana mereka seharusnya membaur di komunitas yang gambaran utamanya adalah kebangsawanan? Ketika semua tokoh lain membawa anime ini menuju ke arah tertentu, Karen dan Hakua yang mengambil arah berbeda pun akhirnya seakan tidak punya tempat di dalamnya. Mereka seolah dimasukkan begitu saja untuk sekadar memperbanyak jumlah gadis di sekeliling Kimito, maka meski secara terpisah masih mungkin menawarkan hiburan tersendiri, mereka tidak pernah bisa dikatakan sebagai bagian dari anime ini.

- Overall Score:
Menyaksikan seseorang yang menyikapi terlalu serius sesuatu yang seharusnya sangat sederhana selalu mampu membuat siapapun tertawa. Komedi di anime ini tidak bertele-tele, dan oleh karena itu pula, dia sangat efektif. Sayangnya, tidak memfokuskan diri hanya pada komedi tersebut, anime ini juga masih terus bersikeras menekankan statusnya yang lain sebagai harem, sehingga dia lalu memasukkan tokoh-tokoh yang tidak perlu ke dalam cerita, dan sekaligus bersamanya adalah adegan-adegan hampa yang tidak memberi kontribusi apapun. Meski anda hampir pasti akan menikmati sebagian besarnya, anime ini seharusnya masih bisa menjadi lebih baik dan lebih menyeluruh. Skor 7,5 dari 10 (Mostly, a good comedy)


DVD/Blu-ray:
Volume 1
Volume 2
Volume 3
Volume 4
Volume 5
Volume 6

Goods:
- Mofu Mofu Mini Towel: Aika; Reiko; Hakua; Karen; Miyuki;
- Mini Tapestry: Aika; Reiko; Hakua; Karen; Miyuki;
- Nendoroid Plus Rubber Straps
- Mug
- Deka Key Chain: Kimito; Aika; Reiko; Hakua; Karen; Miyuki; Eri;
- Pen: Aika; Reiko; Hakua; Karen; Miyuki; Eri;
- CD Theme

2 komentar:

  1. Review monster musume no iru nichijou ditunggu min

    BalasHapus
    Balasan
    1. "MonMusu"... Sebenarnya tidak terlalu suka ecchi atau harem, tapi nanti diusahakan

      Hapus