Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 30 Oktober 2015

JOUKAMACHI NO DANDELION

- Judul: 城下町のダンデライオン (Joukamachi no Dandelion)
- Judul Alternatif: Castle Town Dandelion;
- Tipe: TV (Juli 2015)
- Genre: Comedy; Super Power;
- Episode: 12
- Rating: Mild Violence and Mild Eroticism (Partial Nudity)
- Sinopsis:
Sang raja dan ayah mereka, Sakurada Souichirou telah memutuskan bahwa saat putri tertuanya, Aoi tamat sekolah nanti, calon raja atau ratu berikut di antara mereka bersembilan akan ditentukan melalui pemilihan oleh seluruh warga kerajaan. Sebagai anggota keluarga kerajaan yang sejak awal sudah sering berada di hadapan orang banyak, saudara dan saudarinya yang lain tidak keberatan, namun bagi Sakurada Akane yang tidak tahan jika menjadi pusat perhatian, keputusan tersebut terasa sangat menyulitkan. Sebab bukan hanya berurusan dengan ratusan kamera pengawas yang tersebar di seluruh penjuru kota, agar warga dapat mengenal mereka lebih jauh, kini setiap hari dia juga harus muncul di depan kamera televisi.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Komedi anime ini, khususnya yang berkisar pada Akane, bisa dikatakan cukup bagus. Temanya selalu sama, yaitu sifat pemalu Akane bila berada di hadapan orang banyak, tetapi ada penulisan yang kreatif di balik setiap situasi ketika sifat tersebut diangkat, sehingga setiap lelucon yang muncul darinya pun tetap berhasil ditampilkan dengan rasa yang segar dan berbeda. .... Namun, komedi ternyata bukan tujuan utama anime ini. Wujud sesungguhnya adalah drama tentang para kakak-beradik keluarga Sakurada (kecuali Teru dan Shiori) saat mereka mencari jati diri masing-masing -- tentang beban yang harus mereka pikul dan juga impian yang ingin mereka raih. Tidak ada yang salah dengan hal ini, tentu saja, tetapi ... tidakkah anime ini mendadak kehilangan banyak daya tariknya? Mungkin alasannya adalah karena tidak ada rasa ingin tahu alami yang muncul terhadap para tokoh tersebut. Situasi yang menjadi dasar cerita anime ini, yaitu pemilihan untuk menentukan raja berikutnya, tidak seketika membuat siapapun penasaran, terlebih dengan pemilihan itu terjadi di suatu negeri antah berantah sehingga tidak ada seorang pun yang akan peduli bagaimana hasilnya. Pada kenyataannya, tidak ada dorongan untuk mengenal siapa saudara dan saudari Akane atau bahkan siapa Akane sendiri sebagai seorang individu. Kemungkinan besar penonton hanya ingin melihat tingkah laku lucunya sebagai seorang gadis pemalu yang diharuskan berhadapan dengan perhatian dari seluruh kerajaan, maka meski secara obyektif cerita anime ini sebenarnya sudah cukup bagus, sulit untuk menghilangkan perasaan bahwa bagaimanapun juga dia tetap agak mengecewakan.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Meski bukan merupakan jenis cerita yang harus mengutamakan visual, anime ini selalu memperlihatkan kualitas animasi yang sangat baik. Gerakan para tokohnya tampak halus, tidak hanya pada adegan-adegan penting seperti ketika mereka menggunakan kekuatan super, tetapi juga pada gerakan-gerakan yang lebih sederhana. Jika cerita dan fungsi para tokohnya mungkin kurang memuaskan, tidak ada masalah serupa dengan audio visual anime ini.

- Tokoh/Karakter:
Sebagai seorang gadis pemalu yang diharuskan muncul di depan publik setiap hari dan setiap saat, Sakurada Akane seketika terasa menarik. Dan meski kondisi tersebut adalah satu-satunya 'senjata' yang dia miliki, anime ini kemudian mampu mengangkatnya dari berbagai sisi, seperti bagaimana jika dia terlihat melakukan sesuatu yang memalukan di depan kamera atau hal-hal apa saja yang dia usahakan agar tidak dikenali oleh orang-orang, sehingga Akane juga menjadi sumber komedi yang kaya. .... Sayangnya, Akane hanyalah satu di antara banyak tokoh di anime ini, dan tokoh-tokoh yang lain tidak berhasil ditampilkan se-menarik Akane. Jika dilihat dari segi cerita, sesungguhnya mereka sudah memiliki apa yang dibutuhkan, yaitu sudut pandang masing-masing untuk selanjutnya menciptakan sembilan karakter berbeda, namun sekali lagi, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, tidak ada alasan bagus yang disediakan oleh anime ini untuk mengenal mereka lebih jauh. Alhasil, semua deskripsi mendetil pada mereka pun cuma tampak layaknya kumpulan informasi yang tidak berarti banyak, dan pada akhirnya, selain Akane, tokoh-tokoh di anime ini tidak pernah benar-benar memiliki fungsi apapun.

- Overall Score:
Tidak ada keraguan atas kualitas komedi dari anime ini, tetapi yang menjadi masalah adalah bahwa dia juga berusaha mengangkat sisi drama dari para tokohnya. Ketika penulisan karakter mereka yang lengkap seharusnya menjadi keunggulan, ketiadaan cerita yang secara khusus mengundang rasa ingin tahu akhirnya justru menyebabkan semua hal tentang mereka cenderung terkesan sia-sia. Syukurlah, bagian komedi yang ada sudah cukup bagus untuk menutupi bagian-bagian yang lain, maka setidaknya, anda akan lebih sering merasa terhibur. Nilai 7,5 dari 10 (Enough good comedy)


DVD/Blu-ray:

2 komentar:

  1. Gan bisa tolong review anime charlotte dan gangsta keduanya udah saya tonton tapi untuk gangsta hingga akhir eps saya msh blm dapat garis besar ceritanya sama sekali dan untuk charlotte sendiri saya cuma ingin melihat dari sudut pandang agan. makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah ada rencana nonton "Gangsta", jadi review-nya ditunggu saja. Untuk "Charlotte", ini review singkatnya:

      Sulit untuk menganggap serius anime ini, sebab tampaknya, anime ini sendiri tidak pernah yakin apa yang sebenarnya hendak dia sajikan kepada penonton -- apakah sebuah cerita yang rumit dan serius, ataukah justru cerita yang ringan dan jenaka. Hal ini ditunjukkan dari bagaimana ceritanya seolah mendadak berubah arah di tengah jalan. Setelah para tokohnya hanya terus bermain-main selama sekitar enam episode (that's half the series!), mereka tiba-tiba saja sedang dalam misi menyelamatkan seluruh dunia! Atau juga yang bisa ditemukan pada tokoh Tomori Nao, yang seharusnya termotivasi oleh suatu kisah latar yang begitu dalam dan mengerikan, namun ternyata dia kemudian lebih sering bersikap seperti tidak peduli terhadap apapun dan cuma sekadar menjalankan tugas yang diberikan kepadanya. Selain kualitas animasinya yang selalu bagus, ada terlalu banyak inkonsistensi di anime ini yang mencegahnya dari bahkan memiliki satu wujud pasti yang dapat anda pahami, dan terlebih lagi yang dapat anda nikmati. Nilai 7 dari 10 (Indecisive)

      Hapus