Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 21 Agustus 2015

YAMADA-KUN TO NANANIN NO MAJO

- Judul: 山田くんと7人の魔女 (Yamada-kun to Nananin no Majo)
- Judul Alternatif: Yamajo; Yamada and the Seven Witches;
- Tipe: TV (April 2015)
- Genre: Comedy; Romance; Supernatural;
- Episode: 12
- Rating: Mild Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Jatuh dari tangga dan tanpa sengaja berciuman dengan Shiraishi Urara, Yamada Ryuu mendadak menyadari bahwa dia mampu bertukar tubuh dengan siapapun yang dia cium. Salah seorang kandidat ketua OSIS, Miyamura Toranosuke menilai bahwa bantuan dari mereka akan meningkatkan peluangnya untuk terpilih, maka dia lalu mengumpulkan Yamada dan Shiraishi di Choujou Genshou Kenkyuubu (Klub Penelitian Fenomena Luar Biasa) atau Choukenbu. Namun, mereka kemudian mengetahui bahwa kemampuan bertukar tubuh sebenarnya merupakan milik Shiraishi, dan kemampuan Yamada yang asli adalah meniru kemampuan gadis penyihir seperti Shiraishi. Setelah juga terungkap bahwa ternyata masih ada enam orang penyihir lagi yang bersembunyi di sekolah mereka, Yamada dan Choukenbu pun memulai misi untuk mencari dan menemukan mereka semua.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Jalan ceritanya tidak ditulis dengan baik. Butuh waktu yang cukup lama sebelum anime ini bahkan mulai bicara tentang penyihir, dan ketika dia akhirnya mulai, segalanya tiba-tiba saja mengalir dengan deras dan begitu terburu-buru. Setiap insiden pun kemudian terasa layaknya kebetulan yang dipaksakan terjadi, sehingga terkadang sulit untuk memahami bagaimana mereka saling terhubung. Sebagai contoh, tidak pernah ada keterangan yang jelas mengapa Yamada dan para tokoh lainnya terdorong untuk mencari semua penyihir yang ada di sekolah. Anime ini seolah-olah hanya memutuskan bahwa mereka harus melakukannya, maka mereka pun melakukannya. Dan masalah yang sama juga berlanjut ke kisah romantis di antara para tokohnya. Anime ini hanya memutuskan bahwa mereka harus saling menyukai, maka mereka pun melakukannya.
Namun setidaknya, di sisi lain, anime ini tetap tahu cara menyajikan komedi dengan benar. Komedi tersebut sebagian besar hanya mengisi bagian awal cerita, yaitu ketika Yamada masih bereksperimen dan bermain-main dengan kekuatan sihir Shiraishi dan Odagiri, tetapi selama itu pula, anime ini menunjukkan kualitas terbaiknya.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Voice-acting yang luar biasa untuk tokoh Yamada, Shiraishi, dan semua tokoh lain yang perilaku mereka berubah karena kekuatan sihir. Berkat teknik yang tinggi dan perhatian terhadap cara bicara yang berbeda-beda, penonton akan mampu seketika mengetahui siapa yang sedang bertukar tubuh dengan siapa, atau langsung menyadari jika ada sesuatu yang lain dari sikap mereka yang biasa. Lebih hebatnya lagi, semua perubahan tersebut terasa begitu ... wajar. Mereka tidak pernah terdengar hanya seperti seseorang yang dengan sengaja mengubah suara dan cara bicaranya, melainkan benar-benar seolah disebabkan oleh hal lain dan kemudian terjadi begitu saja.

- Karakter:
Tidak ada satu pun tokoh yang karakternya digambarkan secara mendalam atau bahkan punya peran penting di dalam cerita. Namun, yang berhasil dilakukan oleh anime ini adalah membuat perbedaan di antara mereka terlihat jelas. Dan bersama dengan voice-acting yang disebutkan di atas, hal ini juga adalah salah satu elemen yang mendukung sehingga komedi yang berkisar seputar perubahan perilaku secara tiba-tiba bisa berfungsi dengan baik. Sebab kini penonton memiliki sarana alternatif untuk mengidentifikasi masing-masing tokoh selain dari penampilan fisik mereka dan, sekali lagi, seketika mengenali perubahan tersebut.

- Overall Score:
Walaupun misteri tentang tujuh orang penyihir di sekolah terdengar menarik, sayangnya jalan cerita yang disampaikan dengan begitu tergesa-gesa mencegahnya dari terasa demikian. Dan hal ini juga kemudian ikut berdampak negatif kepada sisi romance yang tidak bisa se-romantis sebagaimana mestinya. Namun, berkat voice-acting yang luar biasa, setidaknya komedi pada bagian awal cerita masih sempat menjadi hiburan yang memuaskan. Mungkin memang bukan suatu hal yang biasanya akan anda cari secara khusus di dalam anime, tetapi jika ingin mendengarkan salah satu pertunjukan audio yang terbaik, anda dapat menemukannya di sini. Nilai 7,5 dari 10 (Rushed storytelling, but great voice-acting)



DVD/Blu-ray:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar