Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Selasa, 22 April 2014

TOKYO RAVENS

- Judul: 東京レイヴンズ (Tokyo Ravens)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Oktober 2013)
- Genre: Action; Supernatural; Romance;
- Episode: 24
- Rating: Strong Violence (Bloody Scenes) and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Meski termasuk anggota keluarga Onmyouji terkenal, Tsuchimikado Harutora bahkan tidak memiliki kemampuan dasar seperti melihat Reiki. Maka dia pun melupakan janjinya untuk menjadi Shikigami bagi Natsume, gadis calon kepala keluarga Tsuchimikado selanjutnya, dan memilih hidup di tempat terpencil sebagai pemuda biasa. Namun, setelah suatu insiden yang menyebabkan kematian teman baiknya, dia akhirnya berubah pikiran. Kini justru bertekad mendalami dunia Onmyouji, Harutora lalu pindah ke Tokyo dan bergabung dengan Natsume di sebuah sekolah khusus sebagai seorang Raven.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Plot anime ini berusaha tampil rumit, dan sebenarnya hingga di satu titik, dia memang behasil melakukannya. Strategi-strategi rahasia dari orang-orang yang bergerak di balik layar dan melibatkan banyak pihak menghasilkan sebuah cerita penuh misteri yang tidak mudah ditebak. Namun sayangnya, anime ini seperti tidak tahu kapan dia harus berhenti. Pada bagian akhir cerita, kerumitan plotnya terus dipaksakan hingga akhirnya menjadi terasa berlebihan, bahkan kemudian cenderung konyol dengan tokoh-tokohnya begitu saja masuk dan mempengaruhi cerita segampang membalik telapak tangan, tiba-tiba muncul dan seketika membalikkan situasi. Hal ini tampaknya merupakan sebuah upaya untuk memukau penonton melalui kejutan-kejutan, tetapi karena jumlah yang terlalu sering dan metode yang kasar, dia justru berbalik melemahkan seluruh jalan cerita yang sebelumnya telah dibangun dengan cukup baik. Daripada berseru, "Luar biasa!", penonton lebih mungkin akan mengeluh, "Yang benar saja!".
Buruknya lagi, anime ini juga terkesan hanya menggunakan Onmyou sebagai tirai agar dia dapat seenaknya mengubah cerita, seolah sengaja membuatnya lebih keruh daripada yang diperlukan sehingga tidak ada yang sempat mempertanyakan keanehan-keanehan yang terjadi selama dia bercerita. Bagi mereka yang berharap bisa belajar sesuatu tentang Onmyou, anime ini adalah sumber informasi yang sulit dipercaya.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Animasi para tokoh anime ini tidak cukup bagus, terutama pada pertengahan kedua ceritanya. Gerakan mereka terlihat kasar dan seringkali tidak tersinkronisasi baik dengan gambar latar. Namun, animasi CG untuk kekuatan supernatural mereka sebaliknya justru menakjubkan, menghasilkan pertarungan-pertarungan yang indah dan dahsyat sekaligus. Dan karena porsi bagian aksi di dalam cerita masih lebih banyak, secara keseluruhan visual anime ini tetap bisa memberikan rasa puas.

- Karakter:
Niat anime ini tentu adalah menjadikan Harutora dan Natsume sebagai tokoh utama, tetapi anehnya, mereka berdua tidak pernah terasa punya peran sepenting itu. Mereka memang merupakan pusat di mana keseluruhan cerita berputar, namun cerita itu berputar hanya di sekitar mereka dan bukan bersama mereka. Selain menjalani kehidupan sehari-hari di sekolah dengan teman-teman mereka, Harutora dan Natsume tidak pernah benar-benar terlibat dengan fokus utama ceritanya yang tentang reinkarnasi Tsuchimikado Yakou kecuali sebagai obyek penderita yang terus dikejar-kejar pihak tertentu. Peran mereka yang sesungguhnya baru dimulai pada beberapa episode terakhir, sementara pada episode-episode sebelumnya mereka seolah berada di sebuah dunia yang sama sekali berbeda. Jika menilai dari bagaimana dia saling menghubungkan latar belakang mereka, anime ini sebenarnya cukup teliti dalam memetakan karakter-karakter yang dia butuhkan, maka keterlambatan ini mungkin sekali lagi disebabkan oleh kecenderugan anime ini yang terlalu banyak mengandalkan kemunculan tiba-tiba para tokohnya untuk membuat kejutan. Alhasil, meski sekilas tampak hendak memaparkan tentang pelatihan para Ravens atau Onmyouji muda, kenyataannya tidak ada proses pertumbuhan karakter yang bisa ditemukan pada tokoh-tokoh di anime ini.

- Overall Score:
Plot yang rumit hampir pasti akan membuat siapapun penasaran, tetapi plot yang dipaksakan terlalu rumit justru akan terlihat kacau dan tidak menarik. Anime ini bermaksud mengajak anda terus bertanya-tanya sepanjang ceritanya dengan kejutan-kejutan yang tak terduga, namun karena melakukannya sedikit terlalu sering dan melalui cara yang aneh, seperti menghidupkan kembali tokoh-tokoh yang seharusnya sudah mati, pertanyaan yang akhirnya mungkin terbersit di dalam benak anda hanyalah bahwa apakah anime ini sendiri menyadari ketika kejutan-kejutan tersebut mulai terasa begitu konyol. Syukurlah, anime ini kemudian masih memiliki animasi CG yang indah, maka jika menurut anda visualisasi merupakan bagian paling penting dalam sebuah anime, dia dapat dianggap lebih dari mampu untuk menebus kekurangan-kekurangannya pada bagian yang lain. Nilai 7 dari 10 (Too many surprises)


DVD/Blu-ray:
Volume 1
Volume 2
Volume 3
Volume 4
Volume 5
Volume 6
Volume 7
Volume 8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar