Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 17 Februari 2017

FLIP FLAPPERS

- Judul: フリップフラッパーズ (Flip Flappers)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (Oktober 2016)
- Genre: Action; Super Powers; Comedy;
- Episode: 13
- Rating: Mild Violence and Strong Eroticism (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Pada suatu hari, Kokomine Cocona mendadak dikunjungi seorang gadis aneh bernama Papika. Dia ternyata berasal dari kelompok peneliti Flip Flap yang bermaksud menjelajahi dunia lain Pure Illusion demi mencari kepingan-kepingan misterius yang dikatakan akan dapat mewujudkan keinginan seseorang, dan karena Cocona memiliki kemampuan untuk pergi ke Pure Illusion, Papika kini ingin mengajaknya ikut mengumpulkan semua kepingan tersebut. Semula dia sempat ragu, tetapi setelah mereka mulai saling mengenal, Cocona akhirnya bersedia membantu.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Karena hampir semua hal di dalamnya selalu berubah secara tiba-tiba, cerita anime ini terasa berjalan dengan sangat tergesa-gesa. Dia seolah cuma melompat-lompat secara liar dari satu adegan ke adegan berikutnya, sebab tidak pernah ada bentuk yang jelas bagaimana seharusnya adegan-adegan tersebut saling terhubung untuk membentuk sebuah jalan cerita. Akibatnya, meski secara umum outline-nya memang tetap bisa terlihat, cerita anime ini masih cenderung sulit dipahami, dan yang tampak tersisa dari petualangan Cocona dan Papika ke berbagai macam dunia Pure Illusion adalah cuma petualangan itu sendiri. .... Namun, beruntung, anime ini ternyata kemudian cukup berhasil dalam menjadikan petualangan mereka senantiasa terasa menarik. Tidak hanya menunjukkan keanehan-keanehan di Pure Illusion secara visual, tetapi dengan segera menggambarkannya sebagai sisi twisted dari dunia normal, dia membuat Pure Illusion terkesan lebih daripada sekadar khayalan kosong dan justru seperti suatu wilayah terpencil di permukaan bumi yang belum pernah dijelajahi -- asing dan penuh keajaiban, namun entah mengapa tetap terasa familiar. Barangkali tidak semua orang akan mendapatkan perasaan yang serupa, tetapi bagi mereka yang menyukai petualangan, beberapa episode di anime ini masih berpotensi menawarkan perjalanan yang menyenangkan.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Sebagaimana yang telah disebutkan, visual anime ini mampu menunjukkan dengan jelas betapa aneh dunia yang bernama Pure Illusion. Dan meski tidak begitu mendetil, animasinya juga cukup bagus, terutama dalam menciptakan sensasi kecepatan pada adegan-adegan pertarungannya. Koreografi setiap pertarungan itu sendiri sebenarnya bukan sesuatu yang istimewa, karena pada dasarnya cuma menampilkan dua pihak yang beradu kekuatan -- terus saling memukul sampai salah satu di antara mereka kalah, tetapi dengan tokoh-tokoh yang tampak bergerak cepat dan meloncat kesana-kemari dengan lincah, anime ini tetap bisa menjadi tontonan action yang seru dan indah sekaligus.

- Tokoh/Karakter:
Papika dan Cocona memiliki kepribadian masing-masing, tetapi kecuali untuk selingan komedi yang sesekali muncul, karakter mereka rasanya tidak punya fungsi apapun lagi. Karena, begitu mereka berada di dalam Pure Illusion, sikap Papika yang tidak kenal takut dan Cocona yang selalu ragu-ragu seketika menjadi tidak berarti. Karakter mereka yang semestinya berlawanan akan segera membaur dan terbagi rata, sehingga yang akhirnya tampak hanyalah sepasang gadis yang melakukan segala hal secara bersama-sama. Bahkan meski cerita anime ini kemudian berusaha menghadirkan sejumlah fluktuasi dan dinamika dalam hubungan di antara mereka, hal tersebut lebih banyak disebabkan oleh insiden-insiden tertentu, dan bukan karena Papika dan Cocona adalah dua individu unik dengan cara pandang yang berbeda. .... Namun, terlepas dari bagaimana kondisi mereka secara perorangan, anime ini tetap mampu menunjukkan dengan sangat jelas kedekatan hubungan Papika dan Cocona sebagai dua orang sahabat. Efeknya mungkin belum cukup besar atau pun konsisten untuk memberi nilai tambah pada keseluruhan cerita anime ini, tetapi paling tidak, hal ini akan mengubah setiap fluktuasi dan dinamika tadi menjadi momen-momen sentimental yang sporadis.

- Overall Score:
Cerita yang melatarbelakangi petualangan Papika dan Cocona di Pure Illusion mungkin adalah satu cerita yang tidak akan pernah anda pahami sepenuhnya. Bahkan jika coba menyusun dengan rapi rangkaian kejadiannya dari awal sampai akhir, anda akan menemukan masih tersisa banyak bagian yang hilang dan dibiarkan tak terjawab. Namun, meski hasil akhirnya sia-sia, upaya untuk mengikuti cerita itu sendiri tetap dapat terasa menyenangkan. Berkat visualisasi indah Pure Illusion sebagai dunia yang penuh keajaiban dan animasi para tokohnya yang cukup bagus, setiap episode selalu punya potensi untuk menyajikan tontonan yang ... tidak biasa. Skor 7 dari 10 (Satisfying visuals)


DVD/Blu-ray:

Goods:
- CD Music: OP Theme / ED Theme

Tidak ada komentar:

Posting Komentar