Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Jumat, 29 Juli 2016

JOKER GAME

- Judul: ジョーカー・ゲーム (Joker Game)
- Judul Alternatif: -
- Tipe: TV (April 2016)
- Genre: Historical; Action;
- Episode: 12
- Rating: Strong Violence
- Sinopsis:
Menjelang Perang Dunia Kedua, Letkol Yuuki berinisiatif membangun D-Kikan, yaitu sebuah fasilitas rahasia yang ditujukan khusus untuk melatih mata-mata. Namun karena tidak melalui persetujuan resmi dari pihak militer, Letnan Sakuma kemudian diutus agar mengawasi mereka. Dia terkejut tatkala melihat D-Kikan hanya merekrut orang-orang sipil yang tidak menghargai pengorbanan diri demi negara, tetapi setelah menyadari bahwa di balik perang yang terjadi, Jepang ternyata juga sedang bersaing dengan negara-negara lain dalam suatu permainan yang penuh tipu daya dan tanpa terkekang aturan apapun, meski dia sendiri tidak akan pernah menyukai metode mereka, Sakuma lalu mulai berpikir kalau saat ini D-Kikan memang sangat dibutuhkan oleh Jepang.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Anime ini berhasil menggambarkan dengan teliti dunia spionase yang penuh rahasia dan tipuan. Namun, makna dari semua rahasia dan tipuan itu sendiri hanya bertahan selama dua episode pertama, yaitu ketika D-Kikan dibandingkan dengan sudut pandang tentara Jepang secara umum dan metodenya yang unik benar-benar menjadi topik pembahasan. Setelah itu, anime ini seolah mendadak kehilangan bentuk dan tujuan kecuali sekadar untuk memamerkan pengetahuannya yang mendalam seputar bermacam teknik mata-mata, seperti menyamar atau membaca kode tersembunyi, sambil melemparkan para tokohnya masuk ke berbagai tempat dan situasi selama Perang Dunia Kedua. D-Kikan masih selalu relevan, tetapi tidak ada lagi yang tampak unik ataupun terasa penting tentang mereka. Dan karena mereka juga tidak sedang mengikuti suatu agenda besar untuk mencapai suatu target tertentu, D-Kikan tidak pernah lebih dari sebuah organisasi yang hanya terus melaksanakan satu demi satu misi kecil, tanpa ada hasil yang berarti ketika mereka mampu menyelesaikannya atau sebaliknya nuansa bahaya apabila mereka kemudian gagal. Meski di satu sisi berpotensi menjadi sumber yang sangat kaya dalam pengetahuan khusus mengenai dunia spionase, tidak ada cerita menarik yang bisa ditemukan pada anime ini.

- Audio Visual (Animasi, Dialog, Voice-Acting, dll):
Perhatian yang tinggi terhadap detil pada animasi dan gambar latar mampu menghidupkan dengan sempurna baik situasi selama Perang Dunia Kedua maupun suasana penuh rahasia dari pekerjaan mata-mata. Namun, anime ini membuat desain karakter untuk para anggota D-Kikan yang terlalu mirip satu dengan yang lain, sehingga mereka kemudian cuma bisa dibedakan dari gaya rambut yang sedikit bervariasi dan tinggi badan mereka. Mungkin hal ini disengaja guna menunjukkan bahwa mata-mata seharusnya memang tidak terlihat menonjol agar sejalan dengan tema anime ini tentang rahasia, tetapi sebagai cerita, dia justru menghalangi penonton dari seketika mengidentifikasi dan memfokuskan perhatian kepada mereka. Dan setelah beberapa episode yang mana penonton bahkan tidak bisa menyebutkan nama tokoh yang sedang tampil layar, bagaikan menyaksikan sekumpulan orang asing yang sibuk dengan urusan pribadi mereka masing-masing, rasanya sulit untuk tetap peduli pada apapun yang para tokoh di anime ini lakukan.

- Tokoh/Karakter:
Pada awalnya anime ini tampak seperti sudah menciptakan tokoh utama yang efektif dalam wujud Sakuma. Mewakili sudut pandang dari pihak militer, dia berhasil memperjelas keunikan D-Kikan, sementara karena berpikiran cukup terbuka, pada saat yang sama dia juga langsung mampu memperlihatkan kelebihan yang dimiliki organisasi tersebut. Namun, ternyata Sakuma digunakan cuma sebatas untuk memperkenalkan D-Kikan, dan setelah menyelesaikan fungsi itu, tidak pernah ada lagi tokoh yang menggantikannya untuk terus bercerita tentang D-Kikan. Sebagaimana yang telah disebutkan, fokus anime ini kemudian beralih untuk sekadar menunjukkan berbagai teknik mata-mata atau situasi saat Perang Dunia Kedua, maka para tokohnya pun disesuaikan hanya demi memenuhi maksud tersebut -- apakah mereka dihadirkan sebagai mata-mata profesional dengan keahlian dalam melaksanakan tugas, ataukah sebagai anggota dari suatu kelompok yang merupakan bagian dari sejarah, seperti La Resistance di Perancis. Mereka tidak punya latar belakang, watak tertentu, atau setidaknya kekuatan dan kekurangan yang akan menjadikan mereka seorang individu -- seorang karakter, sehingga episode-episode di anime ini juga tetap tidak cukup bagus bahkan meski jika mereka kemudian dianggap sebagai sekumpulan cerita pendek yang berdiri sendiri.

- Overall Score:
Bukan seperti James Bond yang flamboyan atau Jason Bourne yang penuh aksi, mata-mata yang asli seharusnya selalu menyembunyikan jati dirinya dan senantiasa lebih mengutamakan tipu daya daripada kemampuan fisik. Namun, ketika bermaksud mencegah para tokohnya dari tampil menonjol, baik secara visual maupun pada profil dasar mereka, anime ini akhirnya nyaris tidak lagi berwujud sebuah cerita, tetapi justru lebih cenderung seperti semacam peragaan tentang cara menjadi mata-mata yang benar. Jika anda memang menyukai dunia spionase, khususnya selama Perang Dunia Kedua, anime ini akan mampu mengajarkan banyak hal, tetapi kalau yang anda cari adalah cerita dengan tokoh-tokoh yang menarik, anime ini bukan tempat yang tepat. Skor 7,5 dari 10 (Knowledgeable, but unattractive)


DVD/Blu-ray:
Volume 1
Volume 2
Volume 3
Volume 4

Goods:
- CD Music: Soundtrack / OP Theme / ED Theme
- CD Drama: Vol 1 / Vol 2 / Vol 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar