Announcement

Selamat datang di AOI Casket!
Sebuah tempat di mana anime dilihat dengan antusias, ditelaah dengan seksama, dan kemudian dinilai dengan serius.
Untuk berita-berita anime terbaru, kunjungi AOI Corner.

Blog ini masih terus dalam pengembangan untuk melengkapi koleksi animenya.

Selasa, 07 Oktober 2014

NAGI NO ASUKARA

- Judul: 凪のあすから (Nagi no Asukara)
- Judul Alternatif: NagiAsu; A Lull in the Sea; Earth color of a calm;
- Tipe: TV (Oktober 2013)
- Genre: Romance; Supernatural;
- Episode: 26
- Rating: Strong Eroticsim (Occasional Nudity)
- Sinopsis:
Belakangan hubungan Kota Shioshishio yang berada di laut dan Kota Oshiooshi yang berada di darat memburuk, tetapi justru pada saat-saat seperti ini, karena sekolah mereka sudah ditutup, Sakishima Hikari, Mukaidou Manaka, Isaki Chiisaki, dan Hiradaira Kaname harus pindah ke SMP Hamaji di darat. Alhasil, Hikari tidak pernah berhenti memandang benci kepada teman-teman sekelasnya, terlebih ketika Manaka yang dia sukai tampaknya mulai tertarik dengan murid bernama Kihara Tsumugu. Setelah menyaksikan kakaknya sendiri, Akari, bersikeras ingin menikah dengan seorang pria daratan, Hikari baru saja berpikir kalau pendapatnya tentang orang-orang di Oshiooshi mungkin keliru tatkala mendadak salju turun di tengah-tengah musim panas, dan dia pun menyadari bahwa memang ada alasan kuat mengapa Shioshishio dan Oshiooshi tidak semestinya bersatu.

Review:

- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Oshiooshi di daratan dan Shioshishio di bawah laut, dua kota yang bertetangga namun juga terpisah begitu jauh. .... Setting di anime ini jelas menarik, tetapi yang menjadikannya semakin istimewa adalah karena anime ini cukup peduli untuk menjelaskan latar belakang bagaimana setting tersebut tercipta. Memang bukan penjelasan ilmiah yang dapat langsung diterima oleh akal -- bahkan unsur supranatural di anime ini sangat kental sehingga para penghuni Shioshishio terkadang tampak lebih mirip mahkluk ajaib daripada manusia, tetapi setidaknya anime ini sudah berhasil membangun situasi yang mengesankan bahwa mereka merupakan hal yang nyata, bahwa orang-orang yang hidup di bawah laut hanyalah sebuah fenomena alam yang sekilas terlihat aneh, namun sebenarnya memiliki penyebab yang jelas. Dan berkat dasar yang kuat ini pula, semua bagian cerita yang menyangkut hubungan antara Shioshishio dan Oshiooshi pun mampu mengalir dengan lancar. Permusuhan yang berkembang di antara keduanya, masalah pernikahan yang menghebohkan seluruh kota, dan juga kemudian bencana yang perlahan menutupi daratan -- meski tidak sejalan dengan pemahaman penonton pada umumnya, berada dalam dunia yang memiliki hukum sebab-akibatnya sendiri, bahkan insiden yang paling asing sekalipun akan segera terasa sebagai hal normal.
Sayangnya, di sisi lain, anime ini kelihatannya tidak sanggup mengembangkan bagian romantis dari ceritanya dengan baik. Tema cinta terasa dipaksakan hingga akhirnya hubungan antara para tokohnya menjadi terkesan sangat konyol, rumit secara berlebihan karena mempunyai terlalu banyak segi dan melibatkan terlalu banyak orang sekaligus ... belum lagi bahwa usia sebagian dari mereka terbilang masih sangat muda. They're just 9 years old, for God's sake! Lebih buruknya lagi, jika inti utama anime ini adalah tentang menghargai dan menghormati lautan, maka bagian romantis tersebut justru hanya menjadi gangguan -- unnecessary distraction -- yang tidak cuma mengalihkan perhatian penonton dari bagian yang lebih penting, namun juga menyia-nyiakan waktu dan memperlambat laju cerita karena dia berulang kali harus bicara tentang perasaan yang sesungguhnya sudah begitu kentara.

- Audio Visual (Art, Animasi, Voice Acting, dll):
Televisi di bawah laut? Memakan nasi dari mangkuk di dalam air? Meski memiliki setting yang unik, anime ini ternyata tidak mampu menunjukkan keunikan tersebut. Bukan berarti bahwa Shioshishio tidak terasa sebagai tempat yang berbeda, hanya saja masih banyak hal-hal mendetil padanya yang terlalu mirip dengan apa yang bisa ditemukan di daratan, sehingga dia juga tidak pernah benar-benar terlihat layaknya sebuah kota di bawah laut. Anime ini coba meyakinkan penonton melalui suara yang menggema saat para tokohnya bicara atau ikan-ikan yang berenang dengan bebas di dekat mereka, tetapi hal ini justru menjadikan aktivitas tokoh-tokoh tersebut tampak semakin kontradiktif dengan lingkungan di sekeliling mereka. Meski kemudian kemiripan ini membantu ceritanya berjalan lebih mudah, pada saat yang sama dia juga seolah menghilangkan makna mengapa Shioshishio harus berada di bawah laut. Beruntung, setidaknya untuk bagian audio visual, Shioshishio tidak terlalu banyak berperan, maka anime ini hanya akan diukur berdasarkan animasinya yang bagus.

- Karakter:
Peta hubungan para tokoh anime ini tampaknya telah direncanakan dengan matang. Penggambaran karakter yang tepat menyebabkan setiap koneksi yang tercipta di antara mereka bagai terjadi secara alami. Sebagai contoh, oleh keangkuhannya Hikari selalu membenci murid-murid lain yang hidup di daratan, tetapi setelah melihat sang kakak yang dia hormati jatuh cinta pada seorang pria dari daratan, dia pun memperbaiki sikap dan selanjutnya justru balik berteman baik dengan mereka. .... Sayangnya, hal ini hanya semakin menegaskan bahwa nuansa romantis di dalam ceritanya memang terlalu dipaksakan. Karena peta tersebut sudah terlihat indah dengan sendirinya tanpa perlu tambahan seperti apapun, tetapi demi menyampaikan pesannya seputar cinta dan perasaan, anime ini seolah terpaksa meningkatkan intensitas hubungan para tokohnya dan mengharuskan mereka saling menyukai. Alhasil, hampir semua tokoh yang ada akhirnya terasa seakan-akan tidak pernah memikirkan hal lain kecuali tentang cinta, bahkan juga ketika dunia seharusnya berada dalam bahaya besar. Karakter mereka yang semula memberikan pengaruh begitu besar pun kemudian tenggelam, tidak lagi secara tegas membedakan satu tokoh dari yang lain, sehingga pada akhirnya, hanya tersisa dua jenis karakter yang memiliki arti, yaitu siapa yang mengakui perasaan cintanya dan siapa yang tidak.

- Overall Score:
Cinta ada di mana-mana -- di udara, di daratan, dan juga di lautan. .... Barangkali itu pula sebabnya mengapa nuansa cinta di anime ini terasa begitu berat dan menyesakkan. Sebenarnya masih banyak hal lain yang bisa anda temukan pada anime ini, seperti setting yang unik namun tetap terencana dengan baik, dan juga penggambaran karakter secara tepat yang kemudian menciptakan peta hubungan yang indah, tetapi cara anime ini yang terlampau deras ketika bicara tentang cinta akan membuat anda kesulitan melihat semua hal tersebut kecuali hanya sekilas. Jika memang secara khusus menyukai kisah romantis, kemungkinan besar anda tetap akan menikmati berenang di sepanjang ceritanya, tetapi jika tidak, anime ini pun mungkin akan terasa membosankan. Nilai 8 dari 10 (Densely suggested romance)



DVD/Blu-ray:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar